-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

MIRIS! Bronjong Jebol dan Jalan Hancur di Kampung Baru Tak Tersentuh Pemkab Madina, Sesepuh Adat: Sudah Lapor Camat, Hanya Janji Manis!

Sabtu, 24 Oktober 2026 | Oktober 24, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-24T06:52:48Z



Panyabungan Utara, Mediareportasenews.com

Kondisi infrastruktur pendukung aktivitas pertanian di Desa Kampung Baru, Kecamatan Panyabungan Utara, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), kembali menjadi sorotan. Bronjong penahan tebing di Sungai Batang Gadis dilaporkan jebol dan mengalami kerusakan parah. Sementara itu, jalan akses dari permukiman warga menuju lokasi bronjong juga rusak berat dan disebut belum pernah mendapat perbaikan.

Padahal, jalan tersebut merupakan akses penting bagi para petani. Jembatan gantung atau rambin yang berada di ujung jalan menjadi satu-satunya jalur yang digunakan warga Kampung Baru untuk mengangkut hasil pertanian mereka setiap hari.

Kondisi ini dikhawatirkan dapat mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat. Jika kerusakan bronjong tidak segera ditangani, keberadaan jembatan gantung di sekitarnya dikhawatirkan ikut terancam. Sementara itu, jalan yang rusak menyulitkan petani mengangkut hasil panen.




Sesepuh Adat Kecewa, Mengaku Berulang Kali Melapor Tanpa Hasil

Sesepuh Adat Desa Kampung Baru, Situamole Manullang, mengaku sangat kecewa terhadap lambannya penanganan persoalan infrastruktur tersebut.

Menurutnya, bronjong yang dibangun sekitar dua tahun lalu itu sudah lama mengalami kerusakan. Ironisnya, jalan dari dalam kampung menuju lokasi bronjong juga telah rusak parah selama bertahun-tahun tanpa perbaikan yang dirasakan warga.

Situamole mengatakan, persoalan bronjong yang jebol dan jalan rusak tersebut telah berulang kali dikoordinasikan dengan pihak terkait.

“Baik soal bronjong jebol maupun jalan rusak parah dari kampung ke lokasi, semuanya sudah pernah kami koordinasikan kepada pihak Kecamatan Panyabungan Utara bersama BPD Desa Simanondong. Namun, semuanya tidak mendapat perhatian dan belum ada realisasi. Nol!” tegas Situamole Manullang, Sabtu (24/10/2026).

Ia juga mengungkapkan bahwa sekitar setahun lalu, ketika warga melaporkan kerusakan bronjong, pihak kecamatan disebut menyampaikan bahwa persoalan tersebut akan diusulkan untuk penanganan lebih lanjut. Namun, hingga kini, menurut Situamole, belum ada realisasi yang dirasakan masyarakat.

“Waktu kami lapor bronjong setahun lalu, camat bilang, ‘akan kita usulkan’. Sampai hari ini, mana? Janji manis saja. Jalan pun begitu, rusak parah dibiarkan. Mau sampai kapan petani Kampung Baru dibiarkan seperti ini?” tambahnya dengan nada kecewa.




Warga Minta Bupati dan Dinas PUPR Segera Turun Tangan

Warga Desa Kampung Baru berharap Bupati Mandailing Natal dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Madina segera meninjau kondisi bronjong dan jalan akses pertanian tersebut.

Mereka meminta pemerintah tidak hanya menunggu hingga kerusakan semakin parah, tetapi segera mengambil langkah konkret untuk mencegah terputusnya akses yang selama ini menjadi tumpuan masyarakat dalam mengangkut hasil pertanian.

“Jangan tunggu jembatan gantung ambruk dan petani gagal panen baru mau datang. Kami butuh bukti, bukan janji!” tutup Situamole.

Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan dari pihak Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal maupun Dinas PUPR Madina terkait keluhan warga tersebut. (Troya)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update