Deli Serdang, Mediareportasenews.com
Suasana duka dan amarah menyelimuti area depan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSU Mitra Sehat Tanjung Morawa pada Minggu, 18 Oktober 2026. Peristiwa tragis yang menimpa Doni Pacek, salah satu anggota Keluarga Besar Pemuda Pancasila (PP) Deli Serdang yang menjabat sebagai Wakil Komandan (Wadan) KOTI Pemuda Pancasila Deli Serdang, menyisakan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, serta rekan-rekannya.
Doni Pacek dilaporkan meninggal dunia setelah menjadi korban penembakan yang diduga dilakukan oleh orang tidak dikenal (OTK). Tidak hanya dirinya, anak-anaknya juga turut menjadi korban dalam aksi penembakan tersebut.
Menurut keterangan pihak keluarga korban, peristiwa ini bukan kali pertama terjadi. Mereka menduga kejadian tersebut berkaitan dengan aksi premanisme yang selama ini disebut-sebut meresahkan masyarakat di wilayah Tanjung Morawa. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran di tengah warga yang mengharapkan adanya tindakan tegas dari aparat penegak hukum.
Menyikapi peristiwa tragis tersebut, Junaidi, S.H., selaku Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Deli Serdang, yang juga merupakan anggota DPRD Deli Serdang dari Partai Hanura, mengimbau seluruh kader Pemuda Pancasila agar tetap menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh situasi. Ia meminta agar proses penanganan kasus sepenuhnya diserahkan kepada pihak kepolisian.
“Kita sangat berduka atas kejadian ini. Saya meminta seluruh kader Pemuda Pancasila agar menahan diri dan menyerahkan penanganan tindakan keji ini kepada kepolisian,” ujar Junaidi.
Junaidi juga menyampaikan penyesalannya atas tindakan para pelaku yang dinilainya sangat brutal, terlebih karena diduga menggunakan senjata api (senpi) dalam melakukan penembakan. Menurutnya, tindakan kekerasan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang tidak dapat dibenarkan dan harus ditangani secara serius oleh aparat penegak hukum.
Ia pun meminta pihak kepolisian untuk segera mengungkap kasus tersebut, menangkap para pelaku, serta menelusuri pihak-pihak yang diduga terlibat dalam peristiwa penembakan tersebut, termasuk kemungkinan adanya pihak yang menjadi otak di balik kejadian tragis itu.
“Saya meminta kepada kepolisian untuk menangkap para pelaku dan otak di balik peristiwa tragis ini,” tegas Junaidi.
Lebih lanjut, Junaidi secara khusus meminta Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H., agar memberikan perhatian serius terhadap kasus dugaan penembakan yang menewaskan Doni Pacek tersebut. Ia berharap kasus ini menjadi atensi dan ditangani secara profesional, menyeluruh, serta sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Menurut Junaidi, dugaan aksi kekerasan yang disebut telah terjadi berulang kali dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat Tanjung Morawa harus menjadi perhatian bersama. Ia menilai masyarakat berhak mendapatkan rasa aman dan perlindungan dari berbagai bentuk tindakan kriminal yang mengancam keselamatan jiwa.
“Saya meminta Kapoldasu untuk memberikan perhatian khusus dan menjadikan kasus dugaan penembakan yang berujung meninggalnya salah satu warga Tanjung Morawa, yang merupakan bagian dari Keluarga Besar Pemuda Pancasila Deli Serdang, sebagai atensi. Para pelaku disebut sudah sering dan berulang kali membuat keonaran yang sangat meresahkan warga,” pinta Junaidi.
Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Deli Serdang yang juga menjabat sebagai anggota DPRD Deli Serdang dari Partai Hanura itu berharap aparat kepolisian dapat segera mengusut tuntas peristiwa tersebut. Ia menegaskan bahwa pihaknya menginginkan keadilan bagi korban dan keluarganya, sekaligus berharap agar situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Tanjung Morawa tetap terjaga. (Tim P2BMI)

.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar