-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

‎Dorong Kesejahteraan Petani, Pemkab Tapanuli Utara Gerakkan Penanaman 2,2 Juta Batang Kopi Arabika

Jumat, 18 September 2026 | September 18, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-18T09:21:35Z


Tapanuli Utara, Mediareportasenews.com

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara resmi meluncurkan Gerakan Tanam Serentak Pengembangan Kawasan Kopi Arabika sebanyak 2,2 juta batang yang dipusatkan di Desa Jambur Nauli, Kecamatan Tarutung, Jumat (18/9/2026). Langkah strategis ini digelar secara terintegrasi di sembilan kecamatan sebagai wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat sektor pertanian unggulan sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petani.

Penanaman massal ini dipimpin langsung oleh Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., bersama Ketua TP PKK Ny. Neny Angelina JTP Hutabarat, Kepala Dinas Pertanian Victor Siagian, Kepala Dinas Ketahanan Pangan SEY Pasaribu, serta jajaran pimpinan perangkat daerah.




Kegiatan tersebut juga diikuti secara virtual dari delapan kecamatan lainnya, yaitu Siborongborong, Muara, Pagaran, Sipoholon, Siatas Barita, Sipahutar, Pangaribuan, dan Garoga. Kegiatan turut dihadiri Wakil Bupati Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng., serta Sekretaris Daerah Henry M.M. Sitompul, M.Si.

Dalam arahannya, Bupati Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat menegaskan bahwa gerakan tersebut bukan sekadar kegiatan penanaman seremonial, melainkan pijakan konkret dalam membangun ekosistem pertanian yang maju, modern, berbasis teknologi, dan berkelanjutan.

Pemkab Tapanuli Utara mencatat realisasi luas tanaman kopi Arabika pada tahun 2025 telah mencapai 16.922,57 hektare dengan total produksi 15.998,96 ton. Melalui gerakan tersebut, pemerintah daerah menargetkan perluasan kawasan kopi hingga mencapai 19.252 hektare pada tahun 2026.

Bupati menggarisbawahi pentingnya pendampingan secara menyeluruh agar dampak ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Pengawalan tidak boleh berhenti pada tahap penanaman saja, tetapi harus berlanjut hingga masa panen, penanganan pascapanen, hingga jaminan akses pemasaran demi memberikan nilai tambah bagi pendapatan petani.




“Pengembangan kopi tidak boleh berhenti pada tahap penanaman saja. Harus dikawal hingga panen, pascapanen, dan pemasaran agar memberikan nilai tambah serta meningkatkan pendapatan petani,” ujar Bupati.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tapanuli Utara, Victor Siagian, menambahkan bahwa pengembangan kawasan kopi seluas 2.000 hektare tersebut merupakan buah kolaborasi sinergis antara Pemkab Tapanuli Utara, Kementerian Pertanian Republik Indonesia, dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Program ini dirancang untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan produktif sekaligus memacu daya saing komoditas lokal di pasar yang lebih luas.




Penyaluran 2,2 juta bibit kopi dilakukan secara bertahap dan terstruktur. Pada tahap awal, sebanyak 845 ribu batang bibit telah disalurkan kepada kelompok-kelompok tani penerima manfaat. Tahap kedua akan segera menyusul sebanyak 510 ribu batang, sedangkan tahap ketiga diselesaikan dengan penyaluran sebanyak 845 ribu batang bibit.

Gerakan Tanam Serentak ini sekaligus menjadi bagian penting dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Kabupaten Tapanuli Utara yang mengusung tema “Pertanian Berkelanjutan, Ekonomi Tapanuli Utara Maju.”

Melalui penguatan komoditas unggulan tersebut, Pemkab Tapanuli Utara optimistis sektor kopi Arabika mampu menjadi salah satu pendorong utama roda perekonomian daerah serta memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan para petani. (Rokki.P)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update