-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

RSUD rd. Iskak Tulungagung : Penyuluhan Kesehatan IGD - Bantuan Hidup Dasar

Senin, 24 Agustus 2026 | Agustus 24, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-24T01:06:52Z


Tulungagung, Mediareportasenews.com

Tim Penyuluhan Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr. Iskak Tulungagung melaksanakan kegiatan penyuluhan kesehatan dengan memberikan edukasi kepada peserta mengenai henti jantung, Bantuan Hidup Dasar (BHD), serta langkah-langkah yang harus dilakukan dalam memberikan pertolongan pada kondisi kegawatdaruratan.

Dalam kegiatan tersebut, tim PKRS IGD RSUD dr. Iskak Tulungagung tidak hanya menyampaikan materi secara teori, tetapi juga memberikan contoh simulasi penanganan Bantuan Hidup Dasar. Melalui simulasi tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai tindakan awal yang dapat dilakukan ketika menghadapi seseorang yang mengalami kondisi henti jantung atau kegawatdaruratan lainnya.

Kegiatan penyuluhan berlangsung dengan lancar. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap materi dan simulasi yang diberikan oleh tim PKRS IGD RSUD dr. Iskak Tulungagung. Edukasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pertolongan pertama pada kondisi gawat darurat.

RSUD dr. Iskak Tulungagung memainkan peran penting dalam penanggulangan kegawatdaruratan, khususnya dalam melakukan pemeriksaan awal terhadap kasus gawat darurat, resusitasi, serta stabilisasi pasien. Rumah sakit dituntut mampu berperan sebagai active responder dalam menerima korban bencana, sekaligus menjadi active responder & coordinator di tingkat lokal bagi rumah sakit di sekitarnya. Selain itu, rumah sakit juga diharapkan mampu menjadi active responder yang dapat bergerak dalam penanganan hingga tingkat nasional.




Dalam pelaksanaan pelayanan kegawatdaruratan, RSUD dr. Iskak Tulungagung menyesuaikan pelayanan minimal sesuai dengan kelas rumah sakitnya. Selain itu, rumah sakit juga memiliki mapping disaster plan yang merupakan bagian dari disaster plan regional, menyediakan area penanganan korban bencana, serta membangun kerja sama dengan berbagai fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah sekitarnya.

Dengan pemanfaatan IGD secara maksimal, diharapkan angka kematian dan kecacatan akibat kondisi kegawatdaruratan dapat ditekan. Hal tersebut antara lain dilakukan melalui penanganan kasus true emergency maupun false emergency secara tepat sesuai dengan kondisi pasien.

Rumah sakit juga memiliki kewajiban menerima rujukan pasien maupun melakukan rujukan balik, baik secara horizontal maupun vertikal. Selain itu, rumah sakit wajib turut serta dalam penanganan korban musibah massal dan bencana, baik yang terjadi di dalam maupun di luar lingkungan rumah sakit.

Instalasi Gawat Darurat (IGD) merupakan salah satu bagian penting dalam sebuah rumah sakit yang menyediakan penanganan awal bagi pasien yang menderita sakit maupun mengalami cedera yang dapat mengancam kelangsungan hidup. Di dalam IGD terdapat dokter dari berbagai spesialisasi, bersama dengan sejumlah perawat dan dokter jaga yang bertugas memberikan pelayanan kepada pasien.

Pelayanan IGD diberikan selama 24 jam sehari dan tujuh hari dalam seminggu. Karena sifat pelayanannya yang berkaitan langsung dengan kondisi gawat dan darurat, keberadaan IGD kerap menjadi perhatian dan bahkan menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Masih banyak masyarakat yang belum memahami bagaimana prosedur dan mekanisme pelayanan pasien di ruang IGD.

Tidak sedikit pula muncul anggapan maupun pemberitaan yang menyebutkan bahwa pihak rumah sakit menelantarkan pasien di ruang IGD. Padahal, kondisi tersebut perlu dikonfirmasi lebih lanjut dengan melihat keadaan pasien dan prosedur pelayanan yang berlaku di rumah sakit. Pemahaman mengenai mekanisme pelayanan IGD menjadi hal penting agar tidak terjadi kesalahpahaman antara masyarakat dengan pihak rumah sakit.

Kondisi tersebut perlu dicegah dan diantisipasi melalui edukasi kepada masyarakat mengenai mekanisme penanganan pasien di IGD. Salah satu mekanisme penting yang diterapkan adalah proses penentuan atau seleksi pasien berdasarkan tingkat kegawatdaruratannya, yang dikenal dengan istilah triase.

Triase merupakan proses pemilahan pasien berdasarkan kondisi dan tingkat kegawatdaruratannya sehingga pasien yang membutuhkan pertolongan paling segera dapat memperoleh penanganan terlebih dahulu. Dalam pelaksanaannya, kategori triase umumnya dibedakan berdasarkan warna, yaitu merah, kuning, hijau, putih, dan hitam.


1. Kategori Merah

Kategori merah menjadi prioritas pertama. Pasien dalam kategori ini berada dalam kondisi kritis dan membutuhkan pertolongan serta penanganan segera karena kondisi yang dialami dapat mengancam keselamatan jiwa.


2. Kategori Kuning

Kategori kuning menjadi prioritas kedua. Pasien dalam kategori ini tidak berada dalam kondisi kritis, namun tetap memerlukan pertolongan dan penanganan medis segera.


3. Kategori Hijau

Kategori hijau menjadi prioritas ketiga. Pasien dalam kategori ini umumnya mengalami kondisi atau cedera ringan sehingga dapat menunggu penanganan setelah pasien dengan kondisi yang lebih gawat mendapatkan pertolongan.


4. Kategori Putih

Kategori putih menjadi prioritas berikutnya dengan kondisi pasien yang tidak termasuk gawat dan tidak darurat.


5. Kategori Hitam

Kategori hitam diperuntukkan bagi pasien yang telah meninggal dunia sehingga tidak menjadi prioritas dalam penanganan medis kegawatdaruratan.




Melalui kegiatan penyuluhan kesehatan yang dilaksanakan oleh Tim PKRS IGD RSUD dr. Iskak Tulungagung tersebut, diharapkan pengetahuan dan pemahaman mengenai kesehatan serta penanganan kegawatdaruratan dapat semakin meningkat. Edukasi ini tidak hanya ditujukan kepada pasien, tetapi juga keluarga pasien, pengunjung rumah sakit, serta masyarakat di lingkungan sekitar.

Pemahaman yang baik mengenai henti jantung, Bantuan Hidup Dasar, serta mekanisme pelayanan di IGD diharapkan dapat membantu masyarakat mengambil tindakan yang tepat ketika menghadapi kondisi kegawatdaruratan. Dengan demikian, masyarakat dapat lebih memahami pentingnya pertolongan awal dan prosedur pelayanan IGD sekaligus mengurangi potensi kesalahpahaman terkait penanganan pasien di rumah sakit. (Dok/Iskak/HRP)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update