-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

‎Sambut Wamen ESDM, Bupati Taput Dorong Sinergi Energi PLTP Sarulla untuk Hilirisasi Pertanian

Kamis, 06 Agustus 2026 | Agustus 06, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-06T01:57:35Z



Tapanuli Utara, Mediareportasenews.com

Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., menyambut kunjungan kerja Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Yuliot Tanjung, di kompleks Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sarulla, Kecamatan Pahae Julu, Rabu (5/8/2026).

Kunjungan kerja tersebut bertujuan meninjau secara langsung kondisi operasional PLTP Sarulla sekaligus membahas rencana revitalisasi fasilitas pembangkit guna mengembalikan kapasitas produksi listrik ke daya terpasang optimal sebesar 330 Megawatt (MW).




Dalam kesempatan tersebut, Bupati Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat menyampaikan apresiasi kepada Kementerian ESDM atas dukungan terhadap keberlanjutan investasi PT Sarulla Operations Ltd (SOL) di Kabupaten Tapanuli Utara. Menurutnya, sinergi yang terjalin antara Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara dan PT SOL selama ini telah memberikan kontribusi positif serta membuka berbagai peluang bagi pembangunan daerah.

Lebih lanjut, Bupati mengusulkan agar sisa energi atau gas panas bumi (geothermal) dari PLTP Sarulla dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi untuk mesin pengering hasil pertanian. Mengingat kawasan Pahae merupakan salah satu sentra produksi jagung dan kopi di Tapanuli Utara, pemanfaatan energi tersebut diharapkan mampu mendorong hilirisasi sektor pertanian, meningkatkan nilai tambah hasil panen, serta memperkuat kesejahteraan para petani.




Sementara itu, Wakil Menteri ESDM RI, Yuliot Tanjung, menjelaskan bahwa kapasitas produksi PLTP Sarulla saat ini mengalami penurunan menjadi sekitar 220 MW akibat berkurangnya tekanan uap alami pada reservoir panas bumi. Untuk mengembalikan kapasitas pembangkit, PT Sarulla Operations Ltd akan menginvestasikan dana sebesar US$270 juta atau sekitar Rp4,8 triliun.

Menurutnya, proses administrasi revitalisasi ditargetkan selesai pada Oktober 2026. Selanjutnya, pelaksanaan pekerjaan fisik serta peningkatan kapasitas produksi dijadwalkan berlangsung pada periode 2027 hingga 2028.




Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara menegaskan komitmennya untuk terus memfasilitasi kelancaran proses administrasi daerah serta menjaga iklim investasi yang kondusif. Dengan demikian, program revitalisasi PLTP Sarulla diharapkan tidak hanya mampu memperkuat ketahanan energi nasional, khususnya di Pulau Sumatra, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Tapanuli Utara. (Rokki.P)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update