-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

‎Sinergi Pemerintah dan Gereja, Bupati Tapanuli Utara Ajak Umat Katolik Jadi Garam dan Terang Masyarakat

Senin, 08 Juni 2026 | Juni 08, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-08T06:44:12Z



Tapanuli Utara, Mediareportasenews.com

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara menegaskan komitmennya untuk terus berjalan beriringan dengan institusi keagamaan dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran (JTP) Hutabarat, S.Si., M.Si., saat menghadiri Perayaan Ekaristi sekaligus Inaugurasi dan Pelantikan Dewan Pastoral Paroki (DPP) Kuasi Paroki Santo Yohanes Maria Vianney Pangaribuan di Desa Lumban Sormin, Kecamatan Pangaribuan, Minggu (7/6/2026).

Perayaan yang mengusung tema “Berjalan Bersama untuk Mendengarkan, Meneguhkan, dan Mewartakan” tersebut berlangsung khidmat dan dipimpin langsung oleh Uskup Agung Medan, Mgr. Kornelius Sipayung. Kegiatan ini menjadi momentum bersejarah bagi umat Katolik di wilayah Pangaribuan dan sekitarnya.

Turut hadir dalam acara tersebut Ketua DPRD Tapanuli Utara Arifin Rudi Nababan, Komandan Kodim 0210/TU Letkol Kav. Ronald Tampubolon, S.H., M.Han. yang juga bertindak sebagai Ketua Panitia, jajaran pimpinan perangkat daerah Pemkab Tapanuli Utara, Ketua TP PKK Kabupaten Tapanuli Utara Ny. Neny Angelina JTP Hutabarat, serta ribuan umat Katolik yang memadati lokasi acara. Sejumlah tamu undangan penting juga tampak hadir, di antaranya Anggota DPR RI Rapidin Simbolon, Wakil Bupati Toba Audi Murphy Sitorus, dan Sekretaris Daerah Kabupaten Tapanuli Tengah Binsar Sitanggang.




Berdasarkan Surat Keputusan Keuskupan Agung Medan tertanggal 24 Februari 2026, Kuasi Paroki Santo Yohanes Maria Vianney Pangaribuan merupakan paroki baru hasil pemekaran dari Paroki Tarutung. Kuasi paroki ini menaungi 19 stasi yang tersebar di empat kecamatan, yakni Kecamatan Garoga, Pangaribuan, Sipahutar, dan Siatas Barita.

Dalam khotbahnya, Uskup Agung Medan Mgr. Kornelius Sipayung menekankan pentingnya kehadiran seorang gembala yang dekat dengan umat demi efektivitas pelayanan sakramen. Menurutnya, kondisi geografis dan jarak yang cukup jauh menuju Tarutung menjadi salah satu alasan penting dibentuknya kuasi paroki tersebut.

Selain itu, Uskup juga menyampaikan rencana strategis Keuskupan Agung Medan untuk membangun sarana pendidikan berupa sekolah Katolik di wilayah Pangaribuan. Dalam kesempatan itu, ia secara terbuka memohon dukungan dan kerja sama dari Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara agar rencana tersebut dapat segera terwujud.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk mendukung penuh pembangunan sekolah Katolik di Pangaribuan. Menurutnya, lembaga-lembaga Katolik selama ini telah memberikan kontribusi besar dalam pembangunan daerah, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan.




Bupati mencontohkan keberhasilan berbagai institusi pendidikan Katolik yang telah melahirkan sumber daya manusia berkualitas, serta pelayanan kesehatan yang diberikan Rumah Sakit Santo Lusia Siborongborong yang dinilai berhasil membangun kepercayaan masyarakat melalui pelayanan publik yang berkualitas.

“Pemerintah dan gereja adalah institusi yang berbeda, namun kita memiliki satu tujuan yang sama, yaitu melayani masyarakat. Pemerintah melayani dari sisi regulasi dan kesejahteraan lahiriah, sedangkan gereja melayani dari sisi kerohanian umat. Atas nama Pemkab Taput, kami menyambut baik dan siap mendukung sepenuhnya pembangunan sekolah Katolik di Pangaribuan ini sebagai investasi mutu pendidikan anak-anak kita,” tegas Bupati JTP.




Di akhir sambutannya, Bupati menyampaikan ucapan selamat kepada pengurus Dewan Pastoral Paroki yang baru dilantik serta kepada Pastor Paroki, Pastor Ronald Sitanggang. Ia berharap seluruh umat Katolik di Kuasi Paroki Pangaribuan dapat menjadi garam dan terang di tengah kehidupan bermasyarakat serta terus bermitra dengan pemerintah dalam upaya mengatasi kemiskinan, meningkatkan kualitas pendidikan, dan menjaga kelestarian lingkungan hidup.

Menurut Bupati, kolaborasi antara pemerintah dan gereja sangat penting untuk menciptakan masyarakat yang sejahtera, berpendidikan, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Karena itu, sinergi yang telah terjalin selama ini diharapkan dapat terus diperkuat demi kemajuan Kabupaten Tapanuli Utara di masa mendatang. (Rokki P)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update