-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Taksi Alsintan Permudah Petani, Bupati Samosir Vandiko T. Gultom Turun Langsung Panen Padi Bersama Masyarakat

Kamis, 07 Mei 2026 | Mei 07, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-07T07:10:46Z





Samosir, Mediareportasenews.com

Hamparan sawah di Desa Sibonor Oppuratus, Kecamatan Nainggolan, tampak lebih semarak saat musim panen tiba. Di tengah bulir padi yang menguning dan siap dipanen, suara mesin combine harvester menggema memecah pagi, menjadi simbol perubahan baru bagi sektor pertanian di Kabupaten Samosir.

Di lokasi tersebut, Bupati Samosir Vandiko T. Gultom turun langsung ke sawah untuk menyapa para petani, memantau pemanfaatan alat modern pertanian, bahkan ikut mengoperasikan combine harvester bersama masyarakat, Selasa (06/05/2026). Kehadiran Bupati di tengah petani menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam memastikan bantuan yang diberikan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Tumiur Gultom, Kepala Dinas Kominfo Immanuel Sitanggang, serta Kabid Perekonomian Bapperida Rikardo Simbolon.




Combine harvester yang digunakan merupakan bagian dari program Taksi Alsintan. Alat ini mampu menyederhanakan proses panen dengan menggabungkan tiga tahapan sekaligus, yakni pemotongan, perontokan, dan pembersihan gabah dalam satu proses kerja. Jika sebelumnya panen membutuhkan banyak tenaga dan waktu yang panjang, kini proses tersebut dapat dilakukan lebih cepat, lebih bersih, dan lebih hemat biaya.

Bupati Vandiko T. Gultom menegaskan bahwa kehadiran alat tersebut merupakan bentuk keberpihakan pemerintah kepada petani. Bantuan combine harvester itu diperoleh dari Kementerian Pertanian RI atas usulan Pemerintah Kabupaten Samosir pada tahun sebelumnya.

“Hari ini kita panen bersama petani sekaligus melihat fungsi bantuan Kementerian Pertanian berupa combine harvester ini benar-benar dipergunakan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kita melihat petani sudah bisa panen lebih mudah dan alat ini membantu mereka,” ujar Vandiko.

Menurutnya, sektor pertanian tetap menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat Samosir. Karena itu, modernisasi pertanian harus terus didorong guna meningkatkan kesejahteraan para petani.




Di bawah terik matahari, Vandiko tidak hanya memberikan arahan dari pinggir sawah. Ia turut naik ke atas mesin combine harvester dan ikut memanen padi bersama warga.

“Saya senang melihat masyarakat bisa panen dengan cepat dan mudah. Alat ini sangat membantu proses panen dan meringankan pekerjaan petani,” ungkapnya.

Bupati juga menegaskan bahwa alat pertanian tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi kelompok penerima bantuan, tetapi harus memberi manfaat lebih luas melalui konsep Taksi Alsintan, yakni dapat digunakan oleh masyarakat lain dengan sistem sewa yang terjangkau.

“Saya berharap alat ini dipergunakan dengan baik. Taksi Alsintan ini dapat dimanfaatkan siapa pun yang membutuhkan. Yang paling penting, masyarakat terbantu dari sisi waktu dan biaya,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Tumiur Gultom menjelaskan bahwa hasil penyewaan alat akan dikelola oleh kelompok penerima untuk biaya operasional, perawatan, dan perbaikan mesin. Dengan demikian, keberlanjutan penggunaan alat dapat terjaga dan kelompok tani semakin mandiri.




“Taksi Alsintan ini bertujuan agar petani semakin mandiri dan produktif. Hasil sewa alat akan digunakan untuk biaya perawatan. Setelah selesai digunakan di wilayah sendiri, alat dapat disewakan untuk menambah pendapatan kelompok,” jelas Tumiur.

Ia menambahkan, penggunaan combine harvester mampu mempercepat masa panen sekaligus mendorong peningkatan indeks tanam. Dengan dukungan alat modern, petani diharapkan mampu mencapai target hingga lima kali panen dalam dua tahun. Saat ini Kabupaten Samosir telah memiliki empat unit combine harvester, dan satu unit di antaranya difungsikan sebagai Taksi Alsintan.

Salah seorang petani, Baktiar Sinaga, mengaku sangat terbantu dengan kehadiran alat tersebut.

“Kami berterima kasih kepada Bupati Samosir yang telah membawa bantuan dari Kementerian Pertanian. Biaya panen menjadi lebih murah dan pekerjaan lebih ringan,” ujarnya.

Menurut Baktiar, jika panen dilakukan secara manual, lahan seluas dua rante membutuhkan sekitar tujuh orang tenaga kerja dengan biaya mencapai Rp800 ribu. Kini, dengan menggunakan combine harvester, biaya panen cukup sekitar Rp200 ribu dengan hasil yang lebih cepat, bersih, dan tetap efektif meski dalam kondisi hujan.

Langkah Pemerintah Kabupaten Samosir dalam menghadirkan bantuan alat dan mesin pertanian ini menjadi gambaran arah pembangunan daerah yang tidak hanya berfokus pada sektor pariwisata, tetapi juga penguatan sektor pertanian sebagai fondasi ekonomi masyarakat. Melalui kebijakan yang berpihak kepada petani serta sinergi dengan pemerintah pusat, modernisasi pertanian diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (Rokki.P)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update