Bantuan tersebut diberikan kepada dua kelompok tani, yakni Kelompok Tani Melati Paristua Desa Panampangan dan Kelompok Tani Tumpang Sari Desa Urat Timur, Kecamatan Palipi. Masing-masing kelompok menerima bantuan 300 kilogram bibit jagung untuk areal tanam seluas 20 hektare.
Di tengah para petani, Vandiko turut menapaki lahan pertanian dan menanam benih jagung bersama masyarakat. Kehadirannya secara langsung di lapangan menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendorong sektor pertanian sebagai salah satu kekuatan ekonomi masyarakat Samosir.
Vandiko mengatakan, bantuan tersebut merupakan wujud sinergi antara Pemerintah Kabupaten Samosir dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution.
“Program Kolaborasi Sumut Berkah ini merupakan bentuk kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat. Di Samosir, kita menyebutnya sebagai semangat sinergitas, di mana semua pihak saling bekerja sama untuk kemajuan daerah,” ujar Vandiko.
Ia menjelaskan, bantuan yang diterima petani tidak datang begitu saja, melainkan melalui usulan yang disampaikan Pemkab Samosir berdasarkan kebutuhan petani dan kemudian disetujui oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Karena itu, Vandiko meminta kelompok tani memanfaatkan bantuan tersebut dengan sungguh-sungguh agar hasil panen dapat maksimal.
“Bantuan ini sudah sesuai dengan kebutuhan petani, sehingga harus ditanam dan dirawat dengan baik. Ini merupakan kesempatan yang harus dijaga bersama agar program seperti ini dapat terus berlanjut ke depan. Semoga bantuan ini membawa keberkahan bagi Sumatera Utara, khususnya masyarakat Kabupaten Samosir,” katanya.
Lebih lanjut, Vandiko menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan produktivitas jagung mencapai 10 ton per hektare. Hasil panen nantinya akan ditampung oleh offtaker yang telah disiapkan pemerintah dengan harga sesuai ketetapan pemerintah pusat sebesar Rp5.500 per kilogram, sehingga petani tidak perlu khawatir terhadap pemasaran hasil panen.
“Mulai dari bibit hingga pembeli hasil panen sudah dipersiapkan. Jadi, petani tinggal fokus bekerja dan menghasilkan panen terbaik,” tambahnya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kabupaten Samosir, Tumiur Gultom, menjelaskan bahwa selain benih jagung, masing-masing kelompok tani juga akan menerima pupuk NPK sebanyak 3.000 kilogram, pupuk urea 5.000 kilogram, pestisida sebanyak 100 paket, serta satu unit alat panen pada tahap selanjutnya.
“Target program ini adalah meningkatkan produktivitas jagung hingga 10 ton per hektare, sekaligus meningkatkan pendapatan petani,” jelas Tumiur.
Ketua Kelompok Tani Melati Paristua, Baringin Sitanggang, mengaku bangga dan bahagia atas perhatian yang diberikan Pemerintah Kabupaten Samosir. Menurutnya, bantuan tersebut sangat berguna bagi kemajuan dan kesejahteraan petani.
“Terima kasih kepada Bapak Bupati Samosir dan Gubernur Sumut Bobby Nasution atas perhatian kepada kami. Bantuan ini sangat besar manfaatnya dan menambah semangat kami untuk bekerja,” ucap Baringin.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Samosir Marudut Tua Sitinjak, Kabag SDM Polres Samosir Tarmizi Lubis, Danramil Pangururan Edianto Simangunsong, Kadis Kominfo Immanuel Sitanggang, jajaran penyuluh pertanian, serta para kelompok tani penerima bantuan. (Rokki.P)
.jpeg)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar