-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

‎Gandeng Kementerian Kehutanan, Pemkab Tapanuli Utara Petakan Potensi Konservasi Lanskap Harangan Tapanuli

Rabu, 08 April 2026 | April 08, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-08T05:50:54Z



Tapanuli Utara, Mediareportasenews.com

Wakil Bupati Tapanuli Utara, Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng., bersama Dewi Sulastri Ningsih, membuka secara resmi Workshop Pemetaan Potensi Areal Konservasi pada Lanskap Batang Toru–Harangan Tapanuli yang dilaksanakan di Hotel Hineni, Rabu (8/4/2026).

Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kehutanan Republik Indonesia atas perhatian terhadap kekayaan alam di wilayah Tapanuli Utara. Ia menegaskan bahwa sekitar 66 persen dari total luas lanskap Batang Toru berada di Kabupaten Tapanuli Utara, sehingga pelestarian kawasan tersebut menjadi tanggung jawab besar bagi pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan.

“Kami sangat mendukung inisiatif dari Kementerian Kehutanan melalui Direktorat Pemulihan Ekosistem. Dengan pemetaan ini, kita dapat mengidentifikasi aset berharga yang kita miliki. Seringkali kita tidak menyadari betapa berharganya potensi alam kita sebelum ada upaya identifikasi secara mendalam seperti ini,” ujar Deni Parlindungan.




Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati juga mengusulkan penguatan nama kawasan menjadi “Harangan Tapanuli”. Menurutnya, penggunaan nama tersebut dapat menumbuhkan rasa memiliki masyarakat di wilayah Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, dan Tapanuli Tengah terhadap kawasan konservasi tersebut.

“Jika kita sebut Harangan Tapanuli, maka masyarakat akan merasa lebih dekat secara emosional. Ini penting untuk menggerakkan partisipasi publik dalam menjaga hutan kita,” tambahnya.

Selain itu, Wakil Bupati juga mendorong kampanye pelestarian lingkungan dilakukan secara kreatif, terutama dengan menghadirkan simbol-simbol daerah yang menarik bagi generasi muda. Ia menilai edukasi konservasi harus mulai ditanamkan sejak dini melalui sekolah dan ruang publik.

“Kami ingin edukasi ini sampai ke anak-anak sekolah. Kita bisa belajar dari daerah lain yang menggunakan maskot atau simbol kebanggaan untuk menanamkan jiwa konservasi sejak dini. Ke depan, simbol-simbol keberadaan Orangutan Tapanuli harus hadir di ruang-ruang publik sebagai kebanggaan warga Tapanuli Utara,” jelasnya.




Wakil Bupati berharap workshop yang berlangsung pada 7–8 April tersebut dapat menghasilkan data akurat yang nantinya ditindaklanjuti dengan aksi lapangan oleh perangkat daerah, camat, kepala desa, kelompok masyarakat, serta organisasi lingkungan hidup yang terlibat.

Sementara itu, Dewi Sulastri Ningsih yang mewakili Direktorat Pemulihan Ekosistem dan Bina Areal Preservasi menegaskan bahwa ekosistem Batang Toru atau Harangan Tapanuli merupakan habitat penting bagi satwa prioritas, khususnya Orangutan Tapanuli.

“Orangutan Tapanuli adalah spesies kera besar yang paling terancam punah di dunia. Mengingat lebih dari 50 persen ekosistem Batang Toru berada di wilayah Tapanuli Utara, ini menjadi tantangan sekaligus tanggung jawab besar bagi kita semua untuk menjaga kelestariannya,” ujarnya.




Kegiatan strategis yang diinisiasi oleh Direktorat Pemulihan Ekosistem dan Bina Areal Preservasi, Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem tersebut merupakan upaya kolaboratif dalam mengidentifikasi serta menjaga kelestarian ekosistem di wilayah Tapanuli.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara, pimpinan perangkat daerah, para camat, kepala desa, serta perwakilan organisasi non-pemerintah (NGO) lingkungan hidup. (Rokki.P)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update