-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Menteri PKP Maruarar Sirait Kunjungi Samosir, 556 Rumah Dibedah dan 41,80 Hektare Kawasan Kumuh Ditata

Kamis, 26 Maret 2026 | Maret 26, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-26T06:55:32Z



Samosir, Mediareportasenews.com

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Samosir untuk meninjau langsung lokasi calon penerima program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) serta penanganan kawasan kumuh di Kecamatan Simanindo, Rabu (25/03/2026).

Kunjungan tersebut membawa kabar baik bagi masyarakat Samosir. Sebanyak 556 unit rumah akan mendapat program bedah rumah BSPS pada Tahun Anggaran 2026.

"Untuk Samosir, bedah rumah 556 unit untuk tahun 2026. Ini kenaikan besar. Tahun ini anggaran ditingkatkan oleh Presiden, jadi harus dicek benar masyarakat yang berhak menerimanya," ujar Maruarar.

Selain program bedah rumah, melalui kolaborasi antara Kementerian PKP dan Pemerintah Kabupaten Samosir, juga akan dilakukan penanganan kawasan kumuh seluas 41,80 hektare. Program tersebut tersebar di dua wilayah, yakni Desa Tomok seluas 29,86 hektare yang mencakup 12 perkampungan, serta Desa Tomok Parsaoran seluas 11,94 hektare yang mencakup 13 perkampungan.




Dari total 556 unit BSPS tersebut, sebanyak 56 unit dialokasikan khusus untuk renovasi rumah adat Batak sesuai usulan Bupati Samosir. Saat meninjau kawasan Lumban Sinaga, Maruarar juga berdialog langsung dengan warga, Rani Situmeang. Setelah melihat kondisi rumah adat milik keluarga tersebut, ia langsung mengisyaratkan agar rumah tersebut direnovasi.

Rani pun tampak haru dan menyampaikan terima kasih atas perhatian pemerintah. Maruarar menegaskan bahwa negara hadir untuk memastikan masyarakat memiliki rumah layak huni, terlebih Samosir merupakan daerah pariwisata yang perlu menjaga keberadaan rumah adat sebagai bagian dari daya tarik budaya. Ia juga menyarankan penggunaan genteng pada atap rumah agar tidak terlalu panas.

Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah rumah tidak layak huni di Kabupaten Samosir mencapai 3.080 unit. Maruarar optimistis penanganan rumah tidak layak huni tersebut dapat diselesaikan dalam waktu tiga tahun.




"Saya kira dalam tiga tahun bisa tuntas. Ngurus rakyat itu sepenuh hati, bukan hanya bangunan, tapi juga harus memikirkan ekonomi masyarakat," ujarnya.

Program penataan kawasan kumuh tersebut meliputi pembangunan jalan lingkungan, drainase, septic tank, tembok penahan tanah, paving blok, penyediaan tong sampah, penataan kawasan permukiman, hingga pemasangan lampu jalan. Pekerjaan fisik direncanakan mulai pada Mei 2026.

Maruarar menegaskan agar seluruh program dijalankan secara tepat sasaran dan benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan setelah kawasan ditata.

Selain itu, program perumahan ini diperkirakan akan menyerap sekitar 200 tenaga kerja, sehingga turut menggerakkan perekonomian masyarakat, mulai dari penyedia bahan bangunan hingga tenaga kerja lokal.




Dalam kunjungan tersebut, Menteri PKP juga meninjau kegiatan pembersihan eceng gondok di Danau Toba yang dilakukan komunitas Sabam Sirait Peduli. Kegiatan tersebut telah berlangsung selama satu tahun lima bulan dengan dukungan pembiayaan dari keluarga Maruarar, termasuk pemberian upah Rp150 ribu per hari bagi masyarakat yang terlibat.

"Kita senang melihat anak muda yang punya idealisme merawat Danau Toba. Ini perlu kerja sama semua pihak," ujarnya.




Sementara itu, Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menyampaikan apresiasi atas perhatian Menteri PKP terhadap Kabupaten Samosir. Menurutnya, program tersebut sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat sekaligus mendukung sektor pariwisata daerah.

Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Samosir siap mendukung penuh pelaksanaan program agar berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan, serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

"Kami berkomitmen menyukseskan seluruh program ini dengan memastikan data penerima akurat, pelaksanaan tepat waktu, serta hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat," ujar Vandiko. (Rokki.P)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update