-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Angkat Kearifan Lokal, Sihar Sitorus Sosialisasikan Mie Gomak Jadi Menu MBG di Desa Sitoluama

Sabtu, 07 Maret 2026 | Maret 07, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-07T10:13:23Z


Toba, Mediareportasenews.com

Anggota DPR RI Dr. Sihar Pangihutan Hamonangan Sitorus, BSBA, M.B.A dari Komisi IX Fraksi PDI Perjuangan kembali menggelar sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Sitoluama, Kabupaten Toba, Sabtu (7/3/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB tersebut menghadirkan narasumber dari Badan Gizi Nasional (BGN) serta dihadiri tokoh masyarakat dan ratusan tamu undangan.

Hadir sebagai narasumber Erdianta Sitepu, SKM, M.Han selaku Kasubbag Tata Usaha KPPG Medan Wilayah Kerja Sumatera Utara dan Aceh yang mewakili BGN Pusat, serta Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Toba dr. Freddy S. Sibarani, MKM.

Dalam sambutannya, Sihar Sitorus menyampaikan bahwa Program Makan Bergizi Gratis merupakan program prioritas nasional Presiden Prabowo Subianto dalam upaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak, guna mempersiapkan Generasi Emas Indonesia tahun 2045.




Ia juga mengusulkan agar makanan kearifan lokal dapat dimasukkan ke dalam menu program MBG di Kabupaten Toba, seperti mie gomak dan lapet.

“Program MBG merupakan program prioritas nasional Presiden Prabowo Subianto dalam peningkatan gizi untuk menyiapkan Generasi Emas Indonesia 2045. Makanan kearifan lokal seperti mie gomak dan lapet bisa menjadi salah satu menu MBG di 23 SPPG se-Kabupaten Toba,” ujar Sihar.

Menurutnya, program MBG merupakan program besar sehingga tentu masih membutuhkan berbagai masukan dari masyarakat untuk penyempurnaan ke depan.

Ia juga menilai potensi agrikultur dan hortikultura di Kabupaten Toba sangat baik dan dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan lokal yang mendukung program MBG, terutama jika dikombinasikan dengan berbagai menu sayur dan buah-buahan.




Sihar turut mengingatkan pentingnya menjaga pola hidup sehat guna mencegah berbagai penyakit, seperti diabetes yang dapat menimbulkan komplikasi serius hingga membutuhkan biaya pengobatan yang besar seperti cuci darah.

Ia berharap ke depan masyarakat dapat memanfaatkan peluang ekonomi dari program MBG dengan menjual hasil pertanian lokal yang nantinya dapat ditampung melalui koperasi desa.

“Kami ingin masyarakat bisa menjual hasil taninya atau bahan baku dari lokal ke depan dan tertampung di koperasi merah putih nantinya. Kepada pemilik SPPG juga kami ingatkan agar menjaga kebersihan dapur dan pengelolaan limbah di sekitar dapur,” ujarnya.




Sementara itu, narasumber dari BGN Pusat, Erdianta Sitepu menjelaskan bahwa Program MBG bertujuan memastikan seluruh anak Indonesia mendapatkan asupan makanan sehat dan bergizi setiap hari.

Ia menyebutkan bahwa di Kabupaten Toba terdapat 23 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan alokasi anggaran sebesar Rp900 juta untuk setiap unit.

“Program ini bukan hanya soal makanan, tetapi juga tentang masa depan bangsa. Presiden Prabowo ingin melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing pada tahun 2045. Program MBG adalah kunci untuk mengatasi masalah gizi yang selama ini menjadi hambatan,” kata Erdianta.

Ia juga mengajak para orang tua untuk lebih peduli terhadap pemenuhan gizi seimbang bagi anak-anak serta mendukung percepatan pembangunan dapur dan fasilitas pelayanan pemenuhan gizi di wilayah Kabupaten Toba.




Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Toba dr. Freddy S. Sibarani menyampaikan pentingnya penerapan pola hidup sehat untuk mencegah berbagai penyakit kronis yang masih cukup tinggi di daerah tersebut.

Ia mencontohkan kegiatan sederhana seperti berjalan kaki atau jogging yang dapat membantu menjaga kesehatan tubuh.

Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa dari total 23 SPPG yang direncanakan di Kabupaten Toba, saat ini sebanyak 16 SPPG sudah berjalan dan terus dilakukan pembinaan, termasuk memberikan edukasi terkait pencegahan keracunan pangan.

Program MBG sendiri diperuntukkan bagi peserta didik mulai dari jenjang PAUD hingga SMA, baik negeri maupun swasta, serta bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan BGN Sumatera Utara Miranda Sihombing, Anggota DPRD Kabupaten Toba Fidel Hutahean, Kepala Desa Sitoluama Darma Pangaribuan, serta tokoh masyarakat setempat. (Daniel Nainggolan)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update