BP. Mandoge, Mediareportasenews.com
Dalam upaya meningkatkan produktivitas kelapa sawit serta mendukung keberlanjutan perkebunan, PTPN IV PalmCo pada tahun 2025 melaksanakan program peremajaan tanaman tua melalui kegiatan replanting atau Tanaman Ulang (TU). Program ini dilakukan dengan mengganti tanaman kelapa sawit yang sudah tua atau tidak produktif dengan bibit bersertifikat, guna meningkatkan produktivitas Tandan Buah Segar (TBS) serta mutu Crude Palm Oil (CPO). Salah satu lokasi replanting berada di lingkungan PTPN IV Regional II Pasir Mandoge.
Agar tanaman kelapa sawit yang baru ditanam dapat tumbuh optimal, dilakukan penanaman tanaman penutup tanah berupa macuna (kacangan). Penanaman ini bertujuan menekan pertumbuhan gulma, mengendalikan hama, serta menjaga kesuburan tanah. Namun demikian, keberadaan macuna tetap memerlukan pengawasan dan perawatan intensif agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman utama, yakni kelapa sawit muda.
Berdasarkan hasil investigasi awak media di lapangan, kondisi berbeda justru ditemukan di Afdeling VI PTPN IV Regional II Pasir Mandoge. Areal Tanaman Ulang kelapa sawit terlihat tertutup oleh tanaman macuna secara berlebihan, sehingga diduga terjadi pembiaran dan kurangnya perawatan dari pihak manajemen setempat. Kondisi ini dikhawatirkan dapat menghambat pertumbuhan tanaman kelapa sawit yang diharapkan menjadi aset jangka panjang dan penopang produktivitas serta mutu CPO PTPN IV PalmCo ke depan.
Jika kondisi tersebut terus dibiarkan, PTPN IV PalmCo berpotensi mengalami kerugian akibat tidak optimalnya pertumbuhan Tanaman Ulang, yang seharusnya menjadi solusi atas penurunan produksi dan bagian dari strategi keberlanjutan perkebunan. Temuan ini diperoleh awak media pada Sabtu (7/2/2026).
Usai melakukan investigasi di areal Tanaman Ulang Afdeling VI, sekitar pukul 16.30 WIB, awak media mendatangi kantor Afdeling VI PTPN IV Pasir Mandoge untuk melakukan konfirmasi. Namun, meskipun pintu kantor dalam keadaan terbuka, tidak ditemukan satu pun karyawan atau pimpinan di dalam kantor. Hal ini terjadi di saat kegiatan panen dan pengangkutan TBS belum sepenuhnya selesai, bahkan sebagian TBS masih berada di Tempat Pengumpulan Hasil (TPH).
Di lokasi kantor Afdeling VI tersebut, awak media menemukan dua tandan buah sawit yang diduga merupakan buah restan. Temuan serupa kembali dijumpai dalam jumlah yang lebih banyak di depan gudang pupuk kebun Afdeling VI PTPN IV PalmCo Pasir Mandoge. Kondisi ini dinilai tidak seharusnya terjadi dan menimbulkan tanda tanya terkait pengawasan panen.
Untuk melengkapi proses investigasi sesuai kode etik jurnalistik, awak media melakukan konfirmasi melalui pesan WhatsApp kepada Mandor I Afdeling VI, Timson Pasaribu. Dalam keterangannya, Timson menjelaskan bahwa kondisi Tanaman Ulang yang tertutup macuna terjadi karena belum masuk jadwal pengerjaan dan berjanji akan segera menindaklanjutinya. Ia juga menyebutkan bahwa tandan buah sawit yang ditemukan diduga merupakan buah mentah yang terlanjur dipotong oleh pemanen dan sengaja dikumpulkan agar tidak tertinggal di lapangan.
“Kami salah karena sudah memotong buah mentah yang tidak layak kirim. Ke depan akan kami tingkatkan pengawasan dan pekerjaan kami,” ujar Timson.
Pada Minggu (8/2/2026), Timson kembali memberikan informasi kepada awak media dengan mengirimkan dokumentasi foto perawatan Tanaman Ulang yang telah ditindaklanjuti. Menanggapi hal tersebut, awak media menyampaikan apresiasi atas respons cepat yang dilakukan, sembari menegaskan bahwa fungsi media adalah sebagai kontrol sosial terhadap aset anak usaha BUMN.
Atas temuan tersebut, awak media meminta kepada Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo, Jatmiko Krisna Santoso, untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja manajemen PTPN IV Regional II Pasir Mandoge. Evaluasi dinilai penting terkait pengelolaan Tanaman Ulang tahun 2025, pengawasan panen, serta praktik pemotongan buah mentah yang tidak sesuai prosedur.
Program replanting yang menggunakan anggaran besar seharusnya disertai pendampingan dan pengawasan ketat sejak tanaman muda ditanam hingga memasuki masa panen. Apabila perawatan Tanaman Ulang diabaikan dan praktik panen tidak sesuai standar terus terjadi, maka PTPN IV PalmCo dipastikan akan mengalami kerugian di masa mendatang.
Selain temuan di Afdeling VI, awak media juga menemukan TBS kelapa sawit di akses jalan afdeling, baik di tengah maupun di tepi jalan, yang telah diberi nomor potong. Kondisi ini semakin memperkuat perlunya tindakan tegas dan pembenahan manajemen agar tujuan replanting untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan perkebunan dapat tercapai. (ps)






Tidak ada komentar:
Posting Komentar