Samosir, Mediareportasenews.com
Pemerintah Kabupaten Samosir memperingati Hari Jadi ke-22 Kabupaten Samosir dengan mengusung tema “Samosir Rumah Kita” dan subtema “Hidup Selaras Alam, Tingkatkan Hidup Rukun Menuju Indonesia Emas 2045”. Perayaan syukur digelar di Segmen 5 Waterfront Pangururan, Kamis (27/2/2026), diawali ibadah oikumenis yang dipimpin Pastor Ivo Sinaga.
Kabupaten Samosir secara administratif berdiri sejak 7 Januari 2004, namun perayaan hari jadi secara konsisten dipusatkan setiap tanggal 27 Februari. Puncak acara ditandai dengan pemotongan kue ulang tahun oleh Bupati Samosir Vandiko T. Gultom bersama Wakil Bupati Ariston Tua Sidauruk yang kemudian dibagikan secara simbolis kepada perwakilan sembilan kecamatan.
Momentum peringatan ini menjadi ruang refleksi bersama antara pemerintah dan masyarakat untuk terus memperkuat pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, serta berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Gubernur Sumatera Utara melalui Asisten Administrasi Umum H. Muhammad Suib Sitorus, unsur Forkopimda Kabupaten Samosir, Sekretaris Daerah Marudut Tua Sitinjak, Sekda Kabupaten Tapanuli Tengah Binsar Sitanggang, Pj Bupati Samosir periode 2004–2005 Wilmar Simanjorang, para mantan wakil bupati, pimpinan dan anggota DPRD lintas periode, pemrakarsa pembentukan Kabupaten Samosir, serta tokoh adat, tokoh agama, dan organisasi kemasyarakatan.
Dalam sambutannya, Bupati Vandiko T. Gultom menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh undangan dan masyarakat. Ia menegaskan bahwa tema “Samosir Rumah Kita” memiliki makna filosofis yang mendalam sebagai simbol kebersamaan, identitas, serta harmoni antara manusia, alam, dan Tuhan.
Menurutnya, dalam filosofi Batak, rumah merupakan tempat pemersatu keluarga sekaligus ruang interaksi spiritual dan sosial yang harus dijaga bersama tanpa kehilangan identitas budaya.
Bupati juga menyampaikan bahwa Kabupaten Samosir terus menunjukkan kemajuan pembangunan yang ditandai dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan. Kondisi tersebut menjadi indikator meningkatnya kepercayaan publik terhadap potensi daerah sekaligus penguatan posisi Samosir sebagai destinasi pariwisata unggulan.
Seiring bertambahnya usia daerah, Vandiko menekankan pentingnya peningkatan profesionalisme aparatur serta kualitas pelayanan publik. Ia membuka ruang bagi kritik dan masukan konstruktif dari seluruh pemangku kepentingan guna mempertajam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan.
Ia turut mengajak seluruh masyarakat menjaga lingkungan, memperkuat kerukunan, serta mewariskan Samosir yang damai, maju, dan sejahtera bagi generasi mendatang menuju Indonesia Emas 2045.
Mewakili Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Suib Sitorus menyampaikan bahwa peringatan hari jadi bukan sekadar seremoni, melainkan momentum mengenang sejarah perjuangan sekaligus memperkuat tekad pembangunan masa depan. Ia menilai semangat perjuangan Raja Sisingamangaraja XII harus menjadi inspirasi dalam membangun daerah.
Menurutnya, tema “Samosir Rumah Kita” sejalan dengan motto daerah satahi saoloan yang menekankan persatuan, satu kehendak, dan gotong royong dalam membangun daerah.
Ia juga menyoroti karakter masyarakat Batak Toba yang menjunjung falsafah Dalihan Natolu sebagai kekuatan sosial dalam menjaga harmoni masyarakat. Sebagai bagian dari Destinasi Pariwisata Super Prioritas Danau Toba, Kabupaten Samosir dinilai memiliki peluang besar berkembang melalui penguatan infrastruktur, promosi internasional, serta pemberdayaan ekonomi lokal.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara turut mengapresiasi sejumlah capaian Kabupaten Samosir, di antaranya program permodalan UMKM bunga nol persen, pengembangan pertanian, pemberian beasiswa, pembentukan koperasi desa, penanganan eceng gondok, pengelolaan sampah, hingga dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pemrakarsa pembentukan Kabupaten Samosir, Marsius Lumban Raja, menyampaikan rasa bangga atas kemajuan daerah yang kini memasuki usia 22 tahun. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat meninggalkan narasi kontra produktif dan bersikap rasional demi kemajuan bersama, sekaligus menekankan pentingnya menjaga ekologi dan kelestarian hutan melalui pengelolaan yang bijak dan reboisasi berkelanjutan.
Ketua DPRD Samosir Nasip Simbolon juga mengapresiasi capaian pembangunan daerah yang dinilai berdampak pada peningkatan kunjungan wisatawan dan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ia menilai peringatan hari jadi memiliki nilai strategis dalam memperkuat identitas Samosir sebagai destinasi pariwisata berkelas internasional.
Sementara itu, Lembaga Adat dan Budaya (LAB) Partukkoan Kabupaten Samosir melalui Mangiring Naibaho mengajak seluruh masyarakat menjaga persatuan dan menyampaikan kritik secara konstruktif. Ia menekankan pentingnya penyelesaian persoalan melalui pendekatan adat dan nilai Dalihan Natolu guna menjaga keharmonisan sosial.
Penjabat Bupati pertama Kabupaten Samosir periode 2004–2005, Wilmar Simanjorang, menegaskan pentingnya keseimbangan pembangunan ekonomi, sosial, dan ekologi. Ia mengingatkan bahwa keberadaan Samosir di kawasan Danau Toba yang telah ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark Kaldera Toba merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar dalam menjaga kelestarian lingkungan.
(Rokki.P)








Tidak ada komentar:
Posting Komentar