Lubuk Pakam, Mediareportasenews.com
Dua unit Bus Perintis bantuan dari pemerintah pusat akan segera beroperasi di Kabupaten Deli Serdang. Kehadiran bus tersebut diharapkan mampu menjawab kebutuhan transportasi masyarakat, khususnya di wilayah-wilayah yang selama ini belum terjangkau angkutan umum.
Kedua Bus Perintis tersebut akan melayani dua trayek. Trayek pertama melintasi rute Bah Buntu – Tiga Juhar – Talun Kenas – Deli Tua – Terminal Amplas dengan jarak tempuh pulang-pergi sekitar 114 kilometer. Sementara trayek kedua melayani rute Tiga Juhar – Bangun Purba – Terminal Lubuk Pakam dengan jarak pulang-pergi sekitar 96 kilometer.
Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan, menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pengoperasian Bus Perintis tersebut. Menurutnya, program ini sangat penting untuk membuka akses transportasi yang layak dan terjangkau bagi masyarakat di daerah terpencil.
“Bus perintis ini sangat penting untuk menjamin akses transportasi yang layak dan terjangkau bagi masyarakat, terutama di wilayah-wilayah yang selama ini belum terhubung dengan baik ke pusat ekonomi dan layanan publik,” tegas Bupati saat menerima audiensi Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sumatera Utara di Kantor Bupati Deli Serdang, Kamis (15/1/2026).
Bupati juga menekankan agar keberadaan Bus Perintis benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Oleh karena itu, ia meminta Dinas Perhubungan Kabupaten Deli Serdang bekerja sama dengan para camat di wilayah yang dilalui trayek untuk menentukan titik pemberhentian atau halte serta waktu operasional yang sesuai kebutuhan warga.
“Jangan sampai bus ini berjalan, tapi tidak dimanfaatkan secara maksimal. Penentuan halte dan jam operasional harus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Bupati.
Sementara itu, Kepala Seksi Sarana dan Angkutan Jalan, Sungai, Danau, dan Penyeberangan (JSDP) BPTD Kelas II Sumatera Utara, Ikra Surantha, menjelaskan bahwa unit Bus Perintis tersebut telah siap beroperasi. Penentuan jam operasional sepenuhnya diserahkan kepada pemerintah daerah.
“Untuk tarif, pelajar dikenakan Rp3.000, sedangkan masyarakat umum Rp10.000. Saat ini sistem pembayaran masih menggunakan uang tunai,” jelasnya.
Menurut Ikra, selain meningkatkan mobilitas masyarakat, keberadaan Bus Perintis juga diharapkan mampu mendorong pergerakan ekonomi di daerah-daerah yang dilalui trayek.
“Program ini sejalan dengan komitmen untuk membuka keterisolasian wilayah dan memperkuat konektivitas antar daerah. Jika akses transportasi membaik, maka perekonomian masyarakat juga akan bergerak,” pungkasnya.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar