-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Polres Labuhan Batu Akan Usut Tuntas Terduga Pelaku Pembunuhan Yang Menewaskan Dua Pegawai Lapas Labuhan Bilik

Senin, 12 Januari 2026 | Januari 12, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-12T01:01:34Z


Sumut, Mediareportasenews.com

Peristiwa kebakaran yang menewaskan dua orang, yakni Samuel Alexsander Pandiangan dan James Purba, terjadi pada Minggu malam (21/12/2025) di Jalan Panglima Sudirman, Kelurahan Labuhan Bilik, Kabupaten Labuhanbatu. Kasus kebakaran yang merenggut dua nyawa tersebut kini tengah ditangani oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Labuhanbatu.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, penyidik Satreskrim Polres Labuhanbatu telah memeriksa sejumlah saksi terkait peristiwa tersebut. Para saksi yang diperiksa terdiri dari orang tua korban serta rekan kerja korban di Lapas Kelas III Labuhan Bilik.

Adapun saksi-saksi yang telah diperiksa, yakni Mariama Gustiani Sibarani, orang tua Samuel Alexsander Pandiangan, serta Juni Iskandar Purba, orang tua James Markus Purba. Selain itu, penyidik juga memeriksa lima orang rekan kerja korban, yaitu Samuel Syahputra Sinaga, Maulana Akbar Alhakim, Fadyisa Ragel Merdeka, Alfian Crishman Siahaan, dan Ahmad Taufik Anhar Nasution, yang seluruhnya merupakan pegawai Lapas Kelas III Labuhan Bilik.




Pemeriksaan terhadap saksi-saksi tersebut dilakukan guna mengungkap secara menyeluruh kronologi dan penyebab kebakaran yang menewaskan kedua korban.

Pihak keluarga korban mengungkapkan adanya kejanggalan berdasarkan hasil otopsi yang dibacakan oleh penyidik Satreskrim Polres Labuhanbatu. Menurut keluarga, hasil otopsi tidak hanya menunjukkan adanya luka bakar, tetapi juga ditemukan benturan pada bagian kaki korban Samuel Alexsander Pandiangan, yang diduga mengarah pada adanya unsur kekerasan.

Tim investigasi Jurnalpost.net berhasil mengonfirmasi pernyataan orang tua korban, Mariama Gustiani Sibarani, yang berharap agar kasus kematian anaknya dapat diusut secara tuntas dan transparan. Ia meminta agar pihak kepolisian mengungkap pelaku maupun pihak yang diduga berada di balik peristiwa tersebut dan memberikan hukuman seberat-beratnya sesuai hukum yang berlaku.




“Kami tentunya berharap agar kematian anak kami segera diungkap oleh Kepolisian Republik Indonesia, khususnya Polres Labuhanbatu, untuk dapat mengungkap pelaku dan otak di balik kematian anak kami dan rekannya yang tidak wajar ini. Kami merasa seolah-olah ada skenario yang dibuat di balik hilangnya nyawa anak kami,” ujar Mariama.

Ia menegaskan, apabila penanganan kasus tersebut berlarut-larut dan tidak membuahkan kejelasan, pihak keluarga tidak akan tinggal diam.

“Jika kasus ini terus berlarut-larut tanpa kejelasan, kami akan memviralkan peristiwa ini ke seluruh dunia agar mendapat perhatian dari seluruh elemen masyarakat dan dapat membantu proses hukum atas kematian anak-anak kami,” tegas Mariama Gustiani Sibarani.

(Tim PPBMI)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update