Tapanuli Selatan, Mediareportasenews.com
Dugaan aktivitas judi online (judol) yang menyeret nama Ahmad Payunan Pulungan, warga Desa Aek Badak Julu, Kecamatan Sayur Matinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan, menjadi sorotan masyarakat. Pasalnya, yang bersangkutan diketahui memiliki sejumlah jabatan di lembaga pendidikan di wilayah tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Ahmad Payunan Pulungan tercatat sebagai Ketua Yayasan Ahmad School Center, yayasan yang menaungi dua lembaga pendidikan, yakni TK PAUD Al-Ikhlas dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Selain itu, ia juga disebut menjabat sebagai Kepala Yayasan Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDTA) Aek Badak Julu.
Dengan jabatan tersebut, Ahmad Payunan Pulungan diketahui memiliki keterkaitan dengan tiga lembaga pendidikan, yaitu PAUD, PKBM, dan MDTA. Kondisi ini menjadi perhatian warga menyusul beredarnya foto dan video yang diduga memperlihatkan dirinya sedang bermain judi online.
Seorang warga yang peduli terhadap dunia pendidikan dan meminta identitasnya dirahasiakan menyampaikan keprihatinannya atas dugaan tersebut.
"Sangat miris dan sangat disayangkan! Masa pengelola PAUD, PKBM, dan Madrasah Diniyah adabnya seperti itu? Satu yayasan isi tiga lembaga pendidikan dikuasai satu orang yang diduga asyik main judi online, mau jadi apa anak-anak kami?" ungkap warga tersebut, Minggu (1/11/2026).
Warga menilai, apabila dugaan tersebut terbukti benar, hal itu dapat berdampak terhadap kepercayaan masyarakat kepada lembaga pendidikan yang bersangkutan.
"PAUD itu untuk anak usia dini, PKBM itu untuk masyarakat yang putus sekolah, MDTA itu untuk akhlak dan agama. Semuanya jadi taruhan kalau ketuanya diduga pemain judi online! Kepercayaan orang tua hancur total!" lanjutnya.
Atas persoalan tersebut, warga meminta Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan meningkatkan pengawasan terhadap lembaga-lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan yayasan tersebut.
Warga juga mempertanyakan pengawasan yang dilakukan Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan Pasaribu dan Kepala Dinas Pendidikan Efrida Yanti Pakpahan terhadap operasional lembaga-lembaga tersebut.
"Mana pengawasan Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan Pasaribu? Mana tanggung jawab Kepala Dinas Pendidikan Efrida Yanti Pakpahan? Bagaimana bisa satu yayasan, Yayasan Ahmad School yang kelola PAUD dan PKBM, plus Yayasan MDTA, semuanya terkesan lolos dari pengawasan padahal ketuanya diduga bermain judi online dan videonya sudah beredar?"
Warga mendesak pemerintah daerah segera melakukan pemeriksaan dan evaluasi terhadap lembaga pendidikan yang disebutkan.
"Pak Bupati dan Bu Kadis jangan tutup mata! Segera turun! Audit total Yayasan Ahmad School Center! Evaluasi izin operasional PAUD Al-Ikhlas dan PKBM-nya! Berhentikan yang bersangkutan dari Kepala Yayasan MDTA-nya! Hentikan sementara semua kucuran dana BOS, BOP dan bantuan lainnya sampai ada kejelasan! Jangan beri ruang bagi oknum yang merusak citra pendidikan!"
Selain meminta pemerintah daerah turun tangan, warga juga mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) dan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tapanuli Selatan untuk melakukan pemeriksaan sesuai kewenangan masing-masing.
"Polisi harus selidiki! Kemenag harus periksa MDTA-nya! Jangan sampai uang negara untuk pendidikan disalahgunakan!"
Hingga berita ini diterbitkan, Ahmad Payunan Pulungan selaku Ketua Yayasan Ahmad School Center dan Kepala Yayasan MDTA Aek Badak Julu belum berhasil dimintai klarifikasi. Redaksi masih berupaya menghubungi yang bersangkutan guna memperoleh keterangan dan memberikan ruang hak jawab.
Catatan Redaksi: Redaksi ReportaseNews.com menyatakan telah mengantongi foto dan video yang diduga menampilkan yang bersangkutan sedang bermain judi online. Redaksi tetap membuka ruang hak jawab seluas-luasnya kepada pihak-pihak yang disebutkan dalam pemberitaan ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. (Troya)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar