Galang, Mediareportasenews.com
Bupati Deli Serdang, Asri Ludin Tambunan, mengambil langkah cepat dalam menangani dampak banjir yang mengakibatkan erosi parah di bantaran Sungai Ular, Desa Bandar Kuala, Kecamatan Galang. Penanganan dilakukan dengan mengutamakan keselamatan warga melalui rencana relokasi dari kawasan rawan bencana serta penataan bantaran sungai menjadi jalur hijau untuk mencegah jatuhnya korban jiwa maupun kerugian lebih besar di kemudian hari.
Langkah tersebut disampaikan Bupati saat meninjau langsung lokasi terdampak banjir pada Senin (2/11/2026). Dalam peninjauan itu, ia melihat kondisi permukiman warga yang mengalami kerusakan cukup parah akibat tanah di sepanjang bantaran sungai terus terkikis oleh derasnya arus air.
Banjir yang terjadi pada Kamis (29/10/2026) dini hari tersebut menyebabkan 11 rumah warga mengalami kerusakan. Sejumlah bagian belakang rumah dilaporkan runtuh karena tanah penyangga bangunan tergerus aliran sungai. Selain rumah warga, badan jalan di kawasan tersebut juga mengalami keretakan akibat pengikisan tanah yang terus berlangsung.
Melihat kondisi bibir sungai yang semakin mengkhawatirkan, Asri Ludin Tambunan menyebut erosi telah terjadi di sepanjang kawasan bantaran. Bahkan, lebar Sungai Ular yang sebelumnya diperkirakan sekitar 20 meter kini telah melebar hingga mencapai 40 sampai 50 meter.
“Hari ini saya langsung meninjau saudara-saudara kita yang terdampak longsor di pinggir sungai. Kita lihat memang sudah sepanjang daerah sungai itu mulai tergerus. Sungai ini juga sudah semakin lebar,” ujarnya.
Peninjauan tersebut turut dihadiri Danramil 18 Galang, Kapten Infanteri Aris, Kapolsek Galang AKP Doli Suryanto Silaban, serta perwakilan Danbrigif 77/RR. Setelah melihat langsung kondisi lapangan dan tingkat ancaman yang dihadapi warga, Bupati menegaskan bahwa masyarakat yang rumahnya terdampak tidak diperbolehkan kembali menetap di kawasan tersebut.
Larangan tersebut merupakan langkah antisipasi untuk menghindari risiko bencana susulan. Warga lain yang masih bermukim di sekitar bantaran sungai juga diimbau meningkatkan kewaspadaan, mengingat kondisi tanah yang terus mengalami pengikisan berpotensi membahayakan keselamatan apabila debit air kembali meningkat.
Sebagai solusi, Pemerintah Kabupaten Deli Serdang akan menyiapkan proses relokasi bagi warga terdampak ke lokasi yang lebih aman. Untuk tahap awal, pemerintah daerah berencana menyediakan hunian sementara (huntara) yang lebih layak sehingga warga tidak harus terus bertahan di tenda-tenda darurat.
Bupati menjelaskan, sebagian warga saat ini telah mengungsi dan tinggal di rumah kerabat. Sementara warga yang masih berada di tenda pengungsian akan terus mendapat perhatian, terutama dalam pemenuhan kebutuhan dasar selama masa penanganan darurat.
“Beberapa ada yang tinggal di rumah saudara. Meskipun di tenda, kita lengkapi semuanya, mulai dari makanan, air bersih, administrasi kependudukan, sampai kebutuhan pendidikan anak-anak yang terdampak. Kita berharap masyarakat tetap semangat melanjutkan kehidupan sehari-hari,” tegasnya.
Terkait rencana pemindahan warga, Bupati menyampaikan bahwa Pemkab Deli Serdang akan segera melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat, termasuk dengan pihak PTPN melalui Adolina. Koordinasi tersebut diperlukan untuk membangun sinergi dalam penyediaan lahan yang dapat digunakan sebagai lokasi relokasi masyarakat terdampak.
Proses relokasi direncanakan berlangsung secara bertahap. Pemerintah akan terlebih dahulu menyiapkan hunian sementara sebagai tempat tinggal yang lebih aman bagi warga, sebelum nantinya dilanjutkan dengan penyediaan hunian tetap.
Selain menyiapkan tempat tinggal baru, pemerintah juga akan melakukan kajian secara menyeluruh untuk menentukan langkah penanganan jangka panjang, termasuk masa depan kawasan permukiman yang berada di sepanjang bantaran Sungai Ular.
Kawasan yang ditinggalkan warga nantinya diharapkan dapat ditata menjadi jalur hijau. Penataan tersebut bertujuan agar bantaran sungai tidak kembali dimanfaatkan sebagai kawasan permukiman, sehingga risiko bencana akibat erosi dan luapan sungai dapat diminimalkan.
“Kita akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat, khususnya PTPN Adolina, untuk merelokasi masyarakat. Kita siapkan tempat sementara, kemudian nantinya berlanjut ke hunian tetap. Kita berharap kawasan ini seluruhnya bisa menjadi jalur hijau agar tidak ada lagi korban di kemudian hari,” jelasnya.
Bupati juga mengingatkan bahwa ancaman erosi masih berpotensi meluas, terutama apabila hujan deras kembali terjadi dan menyebabkan peningkatan debit air Sungai Ular. Kondisi tersebut dapat mempercepat pengikisan tanah di sepanjang bantaran dan mengancam rumah maupun fasilitas umum yang masih berada di sekitar kawasan tersebut.
Oleh karena itu, relokasi dipandang sebagai langkah penting untuk memberikan perlindungan jangka panjang kepada masyarakat. Pemerintah tidak ingin warga kembali menghadapi ancaman yang sama apabila sungai meluap atau terjadi pengikisan susulan.
Di sisi lain, Pemkab Deli Serdang memastikan kebutuhan dasar para pengungsi tetap menjadi perhatian selama proses penanganan berlangsung. Selain bantuan makanan dan air bersih, pemerintah juga telah menerbitkan kembali dokumen administrasi kependudukan warga yang terdampak agar berbagai keperluan mereka tetap dapat diurus.
Untuk menunjang kenyamanan selama berada di hunian sementara, akses internet dan televisi juga disediakan di tenda pengungsian. Fasilitas tersebut diharapkan membantu warga tetap memperoleh informasi, berkomunikasi, serta menjalankan aktivitas sehari-hari meskipun harus meninggalkan rumah mereka untuk sementara waktu.
Asri Ludin Tambunan menegaskan bahwa persoalan tempat tinggal menjadi perhatian utama pemerintah saat ini. Namun, berbagai aktivitas warga, termasuk kebutuhan pendidikan anak-anak, pelayanan administrasi, dan komunikasi, juga harus tetap berjalan selama masa pengungsian.
“Persoalan mereka saat ini adalah tempat tinggal, tetapi aktivitas sehari-hari harus tetap bisa berjalan,” tegasnya.
Melalui penanganan darurat, pemenuhan kebutuhan pengungsi, serta rencana relokasi dan penataan kawasan bantaran sungai, Pemkab Deli Serdang berharap keselamatan masyarakat di sepanjang Sungai Ular dapat lebih terjamin. Upaya tersebut sekaligus menjadi langkah pencegahan agar kawasan rawan tidak kembali menjadi permukiman dan bencana serupa tidak lagi mengancam warga pada masa mendatang. (DISKOMINFOSTAN DELI SERDANG)
Editor : Samsul


Tidak ada komentar:
Posting Komentar