
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan. Kab. Toba
Toba, Mediareportasenews.com
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Toba, Provinsi Sumatera Utara, terus melakukan berbagai langkah strategis untuk meningkatkan minat baca dan tingkat literasi siswa di daerah tersebut.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah membangun kolaborasi dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Toba untuk membentuk proyek percontohan atau pilot project sekolah penggerak literasi pada tahun mendatang.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Toba, Almen Hutagalung, menyampaikan bahwa proyek percontohan tersebut akan menyasar jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di seluruh kecamatan di Kabupaten Toba.
“Dinas Pendidikan akan memilih dua sekolah di setiap kecamatan, satu SD dan satu SMP, untuk menjadi pilot project penggerak literasi. Kami berharap sekolah-sekolah ini bisa menjadi motivator bagi sekolah lain di sekitarnya,” ujar Almen saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu (21/10/2026).
Selain menyiapkan proyek percontohan, Almen menjelaskan bahwa pihaknya juga terus mengoptimalkan berbagai fasilitas pendukung untuk mendekatkan buku kepada masyarakat.
Fasilitas tersebut meliputi layanan mobil perpustakaan keliling, pemanfaatan perpustakaan desa dan kelurahan, taman bacaan, serta optimalisasi aplikasi perpustakaan digital ePusdaToba.
Pihaknya juga merangkul para camat dan kepala desa agar turut menggerakkan pelajar di wilayah masing-masing untuk aktif memanfaatkan berbagai fasilitas literasi yang telah disediakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Toba.
“Kemarin kami sudah menggelar lomba bertutur dan lomba konten kreator video. Kegiatan ini kami kemas menarik untuk memantik gairah literasi generasi muda,” tambah Almen.
Menurut Almen, berbagai upaya tersebut mulai menunjukkan hasil positif. Hal ini terlihat dari meningkatnya jumlah pembuatan kartu anggota perpustakaan serta kunjungan harian ke perpustakaan yang dikelola oleh dinas tersebut.
Saat ini, Perpustakaan Kabupaten Toba memiliki koleksi sekitar 4.000 eksemplar buku yang terdiri atas kategori fiksi dan nonfiksi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 300 eksemplar buku telah dipinjamkan kepada siswa dalam kurun waktu tiga bulan.
Meski demikian, Almen mengakui bahwa ketersediaan koleksi buku yang ada saat ini masih belum ideal. Menurutnya, penambahan variasi dan jenis buku diperlukan agar kebutuhan serta minat baca masyarakat dapat terakomodasi dengan lebih baik.
“Kami masih kekurangan variasi dan jenis buku. Ke depan, keragaman koleksi ini harus terus ditambah,” ungkapnya.
Pada tahun lalu, Kabupaten Toba berhasil masuk dalam peringkat 10 besar di Sumatera Utara dengan nilai Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) mencapai 60,2. Sementara itu, untuk hasil penilaian tahun ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Toba masih menunggu pengumuman resmi dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI.
Almen optimistis nilai TKM Kabupaten Toba pada tahun ini akan mengalami peningkatan. Optimisme tersebut didasarkan pada tingginya antusiasme masyarakat, khususnya siswa, dalam mengisi instrumen penilaian daring yang disediakan oleh Perpusnas.
Dari kuota awal sebanyak 400 responden untuk Kabupaten Toba, jumlah partisipan yang mengisi instrumen penilaian tersebut meningkat hingga mencapai 735 responden.
Kendati demikian, upaya meningkatkan minat baca dan literasi di Kabupaten Toba masih menghadapi sejumlah kendala, terutama keterbatasan anggaran dan sarana pendukung. Almen berharap adanya dukungan anggaran yang lebih memadai pada tahun-tahun mendatang agar berbagai program peningkatan literasi dapat berjalan lebih optimal.
“Tantangan kami ada pada keterbatasan dana. Padahal, sasaran peningkatan minat baca dan tingkat literasi ini tidak hanya menyasar SD dan SMP, tetapi juga siswa atau pelajar SMA, SMK, hingga Sekolah Luar Biasa (SLB),” pungkasnya. (Rokki.P)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar