-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Bupati Samosir Salurkan 1,25 Juta Bibit Kopi kepada 245 Kelompok Tani

Jumat, 30 Oktober 2026 | Oktober 30, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-30T06:23:08Z



Samosir, Mediareportasenews.com

Pemerintah Kabupaten Samosir terus memperkuat pengembangan komoditas perkebunan kopi sebagai salah satu upaya meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendorong perekonomian masyarakat. Melalui sinergi dengan Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Pemkab Samosir menyalurkan sebanyak 1.250.000 bibit kopi kepada 245 kelompok tani untuk pengembangan lahan seluas 1.250 hektare yang tersebar di sembilan kecamatan.

Penyaluran bantuan tersebut ditandai dengan pembagian bibit dan pelepasan truk pengangkut bibit oleh Bupati Samosir Vandiko T. Gultom bersama Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk dan Forkopimda. Kegiatan berlangsung di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Samosir, Kamis (29/10/2026).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekdakab Samosir Marudut Tua Sitinjak, Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian Tumiur Gultom, Kadis Kominfo Immanuel Sitanggang, Kasi Intel Kejari Samosir Juna Karokaro, Kasat Binmas Priston Simbolon, Danramil Pangururan, penyedia bibit kopi dari CV. Alam Lestari Arman Lubis, serta kelompok tani penerima bantuan.




Bantuan tersebut merupakan bagian dari kegiatan pengembangan kawasan perkebunan yang bersumber dari DIPA Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Tahun Anggaran 2026. Selain bibit kopi, pemerintah juga memberikan dukungan biaya pembuatan lubang tanam sebesar Rp1.170.000 per hektare, dengan total anggaran lebih dari Rp1,4 miliar, serta bantuan pupuk organik cair dan granul.

Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pertanian, atas dukungan yang diberikan kepada para petani di Kabupaten Samosir. Menurutnya, bantuan tersebut merupakan wujud sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam mendorong pengembangan komoditas kopi sekaligus mendukung program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto di bidang pertanian.

“Bantuan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat kepada masyarakat Samosir. Kita patut bersyukur karena mendapat dukungan yang cukup besar, mulai dari bibit, pupuk hingga bantuan pembuatan lubang tanam. Ini harus kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk mengembangkan perkebunan kopi dan meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujar Vandiko.

Ia mengatakan, pengembangan komoditas kopi sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat dalam memperluas dan memperkuat sektor perkebunan. Oleh karena itu, Pemkab Samosir akan berupaya memastikan program tersebut berjalan dengan baik melalui pendampingan dan pengawasan.

“Program bantuan bibit kopi ini sejalan dengan program prioritas Bapak Presiden untuk pengembangan dan perluasan pertanian kopi. Karena itu, kita harus berupaya maksimal untuk menyukseskannya,” katanya.

Vandiko juga meminta seluruh kelompok tani penerima bantuan memiliki komitmen untuk menanam, merawat, dan mengembangkan bibit yang telah diberikan hingga menghasilkan. Menurutnya, pemerintah tidak hanya menyerahkan bantuan, tetapi juga menyiapkan pendampingan melalui penyuluh pertanian lapangan (PPL).




“Apa yang sudah kita terima, mari kita tanam dan rawat dengan baik. Kalau ada kendala dalam prosesnya, jangan ragu berkoordinasi dengan PPL. Pemerintah akan terus mendampingi agar bantuan ini benar-benar berhasil dan memberikan manfaat bagi petani,” tegasnya.

Selain itu, ia mengingatkan agar seluruh bantuan dimanfaatkan sesuai peruntukannya dan tidak diperjualbelikan. Pengelolaan bantuan tersebut akan mendapat pengawasan dari pemerintah bersama aparat penegak hukum.

“Jangan sampai bantuan ini dijual atau digunakan tidak sesuai peruntukan. Kita ingin bantuan ini benar-benar tumbuh menjadi kebun kopi yang produktif. Pengawasan akan dilakukan, dan kita berharap seluruh kelompok tani menjaga kepercayaan yang sudah diberikan pemerintah,” ujarnya.

Menurut Vandiko, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah bibit yang telah disalurkan, tetapi juga dari tanaman yang tumbuh, dirawat, dan mampu menghasilkan panen. Karena itu, ia meminta seluruh pihak saling mendukung agar pengembangan komoditas kopi dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Jangan sampai bantuan sebesar ini gagal karena tidak ada komitmen. Ini adalah kesempatan bagi kita untuk memperkuat perkebunan kopi Samosir. Kalau berhasil, manfaatnya akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk peningkatan produksi dan pendapatan petani,” katanya.

Vandiko menegaskan, Pemkab Samosir akan terus memberikan dukungan terhadap pengembangan perkebunan kopi, termasuk pembangunan infrastruktur pendukung secara bertahap sesuai dengan kemampuan daerah.




Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Samosir, Tumiur Gultom, menjelaskan bahwa bantuan bibit tersebut diperuntukkan bagi pengembangan pertanaman kopi di lahan seluas 1.250 hektare. Luasan tersebut terdiri atas 680 hektare untuk penanaman baru dan 570 hektare untuk peremajaan tanaman kopi yang telah ada, termasuk mengganti tanaman yang rusak atau meranggas.

Bibit yang disalurkan merupakan jenis kopi Arabika Gayo 3. Jenis kopi tersebut dinilai adaptif terhadap kondisi wilayah Samosir dan memiliki potensi produksi yang baik.

“Prinsipnya adalah tanam, rawat dan panen. Pemerintah berusaha membantu, tetapi hasilnya untuk petani. Karena itu harus dijaga dan dirawat dengan baik,” ujar Tumiur.

Ia menjelaskan, pengembangan perkebunan kopi di Kabupaten Samosir telah dilakukan sejak 2022 melalui program perluasan kebun dan peremajaan tanaman. Berdasarkan pendataan bersama Kementerian Pertanian, luas perkebunan kopi di Samosir hingga saat ini telah mendekati 8.000 hektare.

Penyaluran bibit telah dimulai sejak 26 Oktober di Kecamatan Pangururan, Harian, dan Simanindo. Distribusi selanjutnya dilakukan secara bertahap ke wilayah penerima lainnya dan diperkirakan selesai dalam waktu sekitar 10 hari.




Pemkab Samosir juga memastikan seluruh lubang tanam telah tersedia sebelum bibit disalurkan. Dengan demikian, bibit yang diterima petani dapat segera ditanam. Selain itu, bantuan pupuk organik cair dan granul juga telah diberikan sesuai kebutuhan.

Program tersebut turut mendapat dukungan dari Forkopimda Kabupaten Samosir. Danramil Pangururan menyatakan dukungannya terhadap program pemerintah tersebut agar bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

Kasat Binmas Polres Samosir, Priston Simbolon, juga menyampaikan apresiasi terhadap program tersebut. Menurutnya, pengembangan komoditas kopi sejalan dengan semangat Polri dalam mendukung ketahanan pangan.

“Kami mendukung penuh program Pemkab Samosir. Manfaatkan bantuan ini dengan baik. Mari bekerja dan bekerja. Komitmen kelompok tani harus nyata, harus bisa panen,” ujarnya.

Sementara itu, Kasi Intel Kejari Samosir, Juna Karokaro, mengatakan bahwa program Kementerian Pertanian tersebut mendapatkan pengawalan dan pendampingan guna memastikan bantuan diterima serta dimanfaatkan sesuai ketentuan.

“Kami diperintahkan melakukan pengawalan dan pendampingan sehingga apa yang diterima masyarakat dapat berjalan dengan baik dan benar. Kalau ada kendala, ancaman, gangguan atau hambatan, dapat disampaikan kepada kami,” katanya.

Bagi para petani, bantuan tersebut menjadi tambahan modal penting untuk mengembangkan kembali perkebunan kopi. Ketua Kelompok Tani Suka Tani Desa Sihusapi, Aratua Ambarita, menyampaikan terima kasih kepada Presiden RI, Kementerian Pertanian, dan Pemkab Samosir atas perhatian yang diberikan kepada para petani kopi.




Kelompok tani yang dipimpinnya menerima sekitar 40.000 batang bibit dari total 1,25 juta batang yang disalurkan.

“Kami percaya ini juga atas usulan Bupati Samosir. Kepedulian Bapak Bupati kepada petani sangat kami rasakan. Kami tidak salah memilih Bapak Bupati,” ujarnya.

Apresiasi serupa disampaikan Ketua Kelompok Tani Wanita Nania Desa Tanjung Bunga, Tilesna Debata Raja. Ia menyebut kelompoknya telah menerima bantuan dari pemerintah sejak 2022, termasuk bantuan bibit kopi, bawang, dan pupuk.

Melalui penyaluran bantuan tersebut, Pemkab Samosir berharap pengembangan kawasan perkebunan kopi tidak hanya memperluas areal tanam, tetapi juga mampu meningkatkan produktivitas, pendapatan, dan kesejahteraan petani secara berkelanjutan. (Rokki.P)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update