-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Pemkab Samosir Bersama Yayasan Bitra Perkuat Kelembagaan Pengelola PATS Sibonor Ompu Ratus

Selasa, 14 Juli 2026 | Juli 14, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-14T05:41:35Z



Samosir, Mediareportasenews.com

Pemerintah Kabupaten Samosir bersama Yayasan Bitra Indonesia memulai proses pembentukan dan penguatan kelembagaan pengelola Pompa Air Tenaga Surya (PATS) di Desa Sibonor Ompu Ratus. Langkah tersebut merupakan tindak lanjut setelah rampungnya pembangunan PATS melalui Program Low Carbon Development Initiative (LCDI) yang didukung United Kingdom Oxford Policy Management (OPML) Inggris.

Pembahasan mengenai pembentukan kelembagaan digelar di Aula Kantor Bupati Samosir, Senin (13/7/2026), dengan melibatkan masyarakat penerima manfaat, pemerintah desa, serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Dalam program tersebut, OPML menunjuk Yayasan Bitra Indonesia sebagai mitra pendamping untuk memfasilitasi pembentukan kelembagaan yang nantinya bertanggung jawab mengelola PATS secara berkelanjutan.

Mewakili Bupati Samosir, Asisten II Setdakab Samosir Hotraja Sitanggang menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang dilakukan Yayasan Bitra Indonesia. Menurutnya, keberadaan kelembagaan yang kuat menjadi kunci agar infrastruktur yang telah dibangun mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

"Pemerintah Kabupaten Samosir menyambut baik pembentukan kelembagaan pengelola PATS. Dengan pendampingan yang profesional dan berpengalaman, kami berharap setelah masa pendampingan selesai masyarakat sudah mampu mengelola dan memelihara PATS secara mandiri," ujar Hotraja.




Ia menegaskan bahwa keberadaan PATS merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Samosir dalam mendukung ketahanan pangan melalui penyediaan sistem irigasi yang berkelanjutan sekaligus mendukung pembangunan rendah karbon.

Dengan tersedianya pasokan air yang memadai, petani diharapkan mampu meningkatkan intensitas tanam sehingga produktivitas sektor pertanian terus meningkat.

Hotraja juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Samosir menargetkan pembangunan sedikitnya dua unit PATS setiap tahun sebagai upaya memperluas pemanfaatan teknologi ramah lingkungan tersebut.

Sementara itu, Direktur Pelaksana Yayasan Bitra Indonesia, Dra. Rusdiana, menjelaskan bahwa proses pendampingan akan berlangsung selama lima bulan, mulai dari pembentukan kelembagaan, penyusunan tata kelola organisasi, hingga monitoring dan evaluasi.

Menurutnya, setelah kelembagaan terbentuk, Yayasan Bitra Indonesia akan memberikan berbagai pelatihan yang meliputi penguatan kelembagaan, tata kelola organisasi, manajemen teknis, manajemen keuangan, kepemimpinan, hingga penyusunan mekanisme pembiayaan agar operasional PATS dapat berjalan secara mandiri.

"Kami ingin memastikan PATS menjadi milik masyarakat melalui kelembagaan yang sah, kuat, dan mampu mengelolanya secara berkelanjutan. Seluruh proses dilakukan secara partisipatif bersama pemerintah desa dan masyarakat," kata Rusdiana.




Ia menjelaskan bahwa pembentukan kelembagaan dilakukan melalui mekanisme musyawarah agar bentuk organisasi yang dipilih benar-benar sesuai dengan kondisi masyarakat setempat, baik melalui koperasi, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), kelompok tani, maupun bentuk kelembagaan lainnya.

Selain itu, Yayasan Bitra Indonesia juga menerapkan prinsip Gender Equality, Disability and Social Inclusion (GEDSI) dalam proses pembentukan kelembagaan. Perempuan, generasi muda, serta kelompok rentan didorong untuk terlibat aktif dalam proses pengambilan keputusan maupun pengelolaan PATS.

Rusdiana menegaskan bahwa keberlanjutan program hanya dapat terwujud apabila seluruh elemen masyarakat memiliki rasa memiliki terhadap fasilitas yang telah dibangun.

Dalam kesempatan tersebut, Pembina Yayasan Bitra Indonesia, Soekirman, turut memberikan motivasi kepada masyarakat agar terus menjaga semangat gotong royong dan nilai-nilai budaya sebagai modal utama dalam membangun kelembagaan yang kuat.

Menurutnya, keberhasilan pengelolaan Pompa Air Tenaga Surya tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga oleh kekuatan budaya, kebersamaan, dan rasa memiliki masyarakat terhadap fasilitas tersebut.




Nilai-nilai budaya Batak, lanjutnya, merupakan modal sosial yang harus terus dipelihara untuk memperkuat transparansi, kebersamaan, dan tanggung jawab dalam pengelolaan PATS.

"Kalau budaya kebersamaan tetap hidup, pengelolaan PATS akan berjalan baik dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang," ujar Soekirman.

Melalui pembentukan kelembagaan pengelola yang profesional dan mandiri, Pemerintah Kabupaten Samosir berharap PATS di Desa Sibonor Ompu Ratus dapat terus berfungsi secara optimal dalam memenuhi kebutuhan air irigasi, meningkatkan kesejahteraan petani, sekaligus menjadi contoh pengelolaan infrastruktur berbasis masyarakat yang berkelanjutan bagi daerah lain. (Rokki.P)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update