-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Kilau Benang Emas Serdang Warnai Panggung Budaya PRSU ke-50

Senin, 20 Juli 2026 | Juli 20, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-20T07:59:15Z

Gemerlap seni dan budaya mewarnai Panggung Budaya Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 saat Pemerintah Kabupaten Deli Serdang menggelar Malam Kesenian Daerah bertema “Kilau Benang Emas Serdang: Menenun Keberagaman, Mengukir Harmoni”, di Medan, Sabtu (18/7/2026) malam.


Medan, Mediareportasenews.com

Gemerlap seni dan budaya mewarnai Panggung Budaya Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 saat Pemerintah Kabupaten Deli Serdang menggelar Malam Kesenian Daerah bertema "Kilau Benang Emas Serdang: Menenun Keberagaman, Mengukir Harmoni" di Medan, Sabtu (18/7/2026) malam.

Mengusung semangat keberagaman sebagai kekuatan masyarakat Deli Serdang, kegiatan tersebut menjadi ajang untuk memperkenalkan kekayaan seni, tradisi, dan kearifan lokal kepada masyarakat Sumatera Utara.

Rangkaian acara diawali dengan penampilan tari kolosal yang dipersembahkan Lembaga Kesenian Bunga Tanjung, Kecamatan Pagar Merbau. Selanjutnya, beragam pertunjukan seni tradisional hingga modern secara bergantian menghibur ratusan pengunjung yang memadati Panggung Budaya PRSU.

Mewakili Bupati Deli Serdang, Wakil Bupati Lom Lom Suwondo menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan panitia PRSU yang telah memberikan ruang bagi seluruh kabupaten dan kota untuk menampilkan potensi daerah masing-masing.

Menurutnya, keikutsertaan Kabupaten Deli Serdang dalam PRSU merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam melestarikan sekaligus memperkenalkan seni dan budaya sebagai identitas masyarakat.

"Kehadiran kami malam ini merupakan wujud komitmen untuk memperkenalkan sekaligus melestarikan kekayaan seni dan budaya yang menjadi identitas masyarakat Kabupaten Deli Serdang," ujarnya.

Lom Lom, yang hadir bersama Staf Ahli I TP PKK Kabupaten Deli Serdang, menjelaskan bahwa tema "Kilau Benang Emas Serdang" menggambarkan keberagaman masyarakat Deli Serdang yang hidup berdampingan dalam semangat saling menghormati, menghargai, dan menjaga keharmonisan.

Menurutnya, pelestarian budaya juga menjadi bagian penting dari pembangunan daerah melalui Program EVORIA (Event Olahraga, Seni Budaya, dan Keagamaan), yang membuka ruang bagi masyarakat untuk berkarya sekaligus mewariskan nilai-nilai budaya kepada generasi muda.

"Yang paling penting adalah bagaimana kita mampu mentransformasikan nilai-nilai budaya kepada generasi muda. Seni dan budaya tidak hanya dipertontonkan, tetapi juga diwariskan agar tetap hidup dan berkembang di masa yang akan datang," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Deli Serdang, Yudy Hilmawan, S.E., M.M., mengatakan Malam Kesenian Daerah menjadi wadah promosi budaya sekaligus ruang berekspresi bagi para seniman lokal.

Berbagai penampilan disuguhkan sepanjang malam, mulai dari tari kolosal, musik tradisional, sastra lisan, Tari Tik Batik Deli Serdang, hingga pertunjukan Ketoprak Dor yang dibawakan Sanggar Siswo Langgeng Budoyo, Kecamatan Beringin. Kesenian tersebut telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia Tahun 2024.

Kegiatan ini turut dihadiri para asisten, staf ahli, pimpinan perangkat daerah, camat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, pelaku seni budaya, serta tamu undangan lainnya. (DISKOMINFOSTAN DELI SERDANG)

Editor : Samsul

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update