-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Bupati Tapsel Serahkan Bantuan Benih Ikan dan Pakan Ke Pokdakan Maju Jaya Desa Sanggapati

Senin, 20 Juli 2026 | Juli 20, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-20T16:02:11Z



Tapanuli Selatan, Mediareportasenews.com

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan mengambil langkah strategis dengan mengintegrasikan sektor perikanan lokal ke dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Melalui kebijakan tersebut, hasil budidaya ikan dari kelompok masyarakat diharapkan memiliki kepastian pasar sekaligus menjadi solusi untuk mengatasi defisit produksi ikan di daerah itu.

Bupati Tapanuli Selatan, H. Gus Irawan Pasaribu, menegaskan bahwa integrasi sektor perikanan dengan Program MBG merupakan salah satu kunci untuk mewujudkan swasembada ikan di Tapanuli Selatan.

Berdasarkan data tahun 2024, konsumsi ikan di Kabupaten Tapanuli Selatan mencapai sekitar 15.000 ton per tahun. Sementara itu, produksi ikan lokal baru mencapai sekitar 7.500 ton, sehingga separuh kebutuhan masyarakat masih harus dipenuhi dari luar daerah.

"Setengahnya masih harus didatangkan dari luar daerah. Karena itu, kita akan mendorong agar hasil ikan dari kelompok-kelompok masyarakat dapat masuk ke dapur MBG," ujar Bupati saat menyerahkan bantuan benih dan pakan ikan kepada Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Maju Jaya di Desa Sanggapati, Kecamatan Angkola Timur, Senin (20/7/2026).

Langkah konkret dari strategi tersebut mulai menunjukkan hasil. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tapanuli Selatan, Syaiful AP Nasution, mengungkapkan bahwa pada 19 Juli 2026 sebanyak 275 kilogram ikan lele hasil pembudidaya binaan Dinas Perikanan telah berhasil dipasok ke dapur MBG di Sitinjak.

Ke depan, Dinas Perikanan akan memfasilitasi penyusunan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) dengan pengelola dapur MBG guna memastikan distribusi hasil produksi masyarakat dapat berlangsung secara berkelanjutan.

"Kami sedang menjajaki kerja sama agar hasil produksi ikan masyarakat memiliki kepastian pasar. Ini bukan sekadar bantuan, tetapi membangun ekosistem ekonomi kerakyatan yang terintegrasi," jelas Syaiful.

Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan menyerahkan bantuan berupa 6.000 ekor benih ikan mas, 9.000 ekor benih ikan nila, serta 2,7 ton pakan ikan kepada Pokdakan Maju Jaya. Bantuan itu merupakan tindak lanjut dari Program Gerakan Seribu Kolam yang pada tahun 2025 telah mencetak 15 kolam ikan di Desa Sanggapati.

Ketua Pokdakan Maju Jaya, Faisal Erwin Sinaga, menyambut baik adanya jaminan pasar melalui Program MBG. Menurutnya, kepastian pemasaran hasil panen menjadi motivasi besar bagi anggota kelompok untuk terus meningkatkan produksi budidaya ikan.

"Bantuan dari Bapak Bupati ini tidak akan kami sia-siakan dan akan kami kembangkan seterusnya," ujarnya.

Selain integrasi dengan Program MBG, Dinas Perikanan Kabupaten Tapanuli Selatan juga berencana mengusulkan program pengembangan berkelanjutan melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR) Danantara selama tiga tahun.

Melalui program tersebut, pemerintah berharap kelompok pembudidaya ikan dapat dibina secara berkelanjutan hingga benar-benar mandiri secara ekonomi, mengurangi ketergantungan terhadap pasokan ikan dari luar daerah, serta memperkuat ketahanan pangan lokal di Kabupaten Tapanuli Selatan. (Asrianto)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update