Siabu, Mediareportasenews.com
Harapan puluhan petani di Desa Tangga Bosi III, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), mulai terwujud. Proyek perbaikan irigasi persawahan di desa tersebut kini telah mencapai progres sekitar 60 persen, Senin (20/7/2026).
Proyek tersebut merupakan bantuan dari pemerintah pusat sebagai bagian dari percepatan pemulihan lahan pertanian warga yang terdampak bencana beberapa waktu lalu.
Bagi masyarakat Desa Tangga Bosi III, keberadaan proyek ini bukan sekadar memperbaiki saluran air, tetapi juga memberikan rasa aman saat musim hujan tiba.
Selama bertahun-tahun, warga di kawasan Saba Rampah dilanda kekhawatiran setiap kali hujan deras mengguyur. Meningkatnya debit air Sungai Aek Badan kerap menyebabkan air irigasi meluap hingga menggenangi pekarangan rumah warga.
"Dulu kalau hujan lebat, air langsung naik ke halaman. Tanah kosong di sekitar irigasi juga tergenang," ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Namun, sejak proyek perbaikan irigasi dimulai, kondisi tersebut mulai berubah. Luapan air yang sebelumnya sering terjadi kini mulai berkurang.
"Alhamdulillah, pas hujan kemarin halaman sudah aman. Airnya bisa mengalir lancar," katanya.
Selain mengurangi potensi banjir, proyek tersebut juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Sejumlah warga setempat dilibatkan sebagai tenaga harian dalam pelaksanaan pekerjaan.
"Ini sangat membantu. Ada warga yang dapat kerja dari proyek ini," tambahnya.
Terkait pelaksanaan proyek tersebut, nama seorang anggota TNI berinisial Dongoran sempat disebut dalam pemberitaan. Saat dikonfirmasi, ia menegaskan bahwa perannya hanya sebatas melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan.
"Saya tidak membackup proyek. Tugas saya hanya memastikan pekerjaan berjalan sesuai ketentuan dan kualitasnya bagus, sesuai perintah pimpinan," jelasnya.
Dongoran juga membenarkan bahwa masyarakat bersama kelompok tani dilibatkan dalam pelaksanaan proyek tersebut.
"Ini merupakan usulan dari kelompok tani. Jadi wajar kalau ada warga yang bekerja di sini. Hanya saja saya tidak hafal jumlah pastinya," ucapnya.
Ia juga menyayangkan apabila namanya disebut dalam pemberitaan tanpa adanya konfirmasi terlebih dahulu.
"Sebagai jurnalis harusnya melakukan tabayun terlebih dahulu. Junjung asas praduga tak bersalah sebelum berita diterbitkan," pungkasnya.
Dengan progres pekerjaan yang telah mencapai sekitar 60 persen, masyarakat berharap proyek perbaikan irigasi tersebut dapat segera rampung sehingga musim tanam berikutnya dapat berlangsung lebih lancar tanpa dihantui kekhawatiran akan banjir. (Troya)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar