Tapanuli Utara, Mediareportasenews.com
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu dan pemerataan kualitas pendidikan dasar. Komitmen tersebut diwujudkan melalui peninjauan langsung pelaksanaan Asesmen Maretong tingkat SD dan SMP yang digelar secara serentak oleh Wakil Bupati Tapanuli Utara, Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng., di SMP Negeri 1 Siatas Barita, Rabu (29/7/2026).
Asesmen Maretong merupakan evaluasi kemampuan dasar berhitung (numerasi) siswa sekaligus bagian dari program unggulan daerah TAPAMAJUMA (Tapanuli Utara Maretong, Manjaha, Martorsa) yang dirancang untuk memperkuat fondasi akademik serta meningkatkan daya saing peserta didik sejak dini.
Dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Satya Dharma Nababan, Kepala Dinas Pendidikan Freddy Advent Panjaitan, serta perwakilan perangkat daerah terkait.
Di hadapan para kepala sekolah dan dewan guru, Wakil Bupati Deni menegaskan bahwa integritas menjadi prinsip utama dalam pelaksanaan asesmen. Menurutnya, tujuan kegiatan ini adalah memotret kemampuan numerasi siswa secara nyata sebagai dasar penyusunan kebijakan peningkatan mutu pendidikan, bukan sekadar mengejar capaian nilai.
"Yang paling utama dan harus kita garis bawahi adalah integritas. Tidak ada gunanya membantu siswa menjawab soal demi terlihat keren," tegas Deni.
Ia menjelaskan, hasil asesmen akan dievaluasi secara berkala setiap enam bulan untuk mengukur perkembangan kemampuan belajar siswa sekaligus menjadi dasar perbaikan proses pembelajaran di sekolah.
Selain menekankan pentingnya integritas, Wakil Bupati juga menyampaikan sejumlah arah kebijakan pendidikan di Kabupaten Tapanuli Utara. Di antaranya adalah komitmen pemerintah daerah untuk mengurangi kesenjangan mutu pendidikan antara sekolah di wilayah perkotaan dan pedesaan, mendorong guru memanfaatkan teknologi digital serta kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam pembelajaran numerasi yang lebih interaktif, serta membiasakan kegiatan membaca dan berhitung selama 10 hingga 15 menit setiap hari di kelas, tidak hanya saat pelaksanaan apel pagi.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Utara, Freddy Advent Panjaitan, menjelaskan bahwa Asesmen Maretong diikuti sekitar 52.000 peserta didik yang berasal dari sekitar 383 sekolah dasar (SD) dan 80 sekolah menengah pertama (SMP) di seluruh Kabupaten Tapanuli Utara.
Peserta asesmen terdiri atas siswa SD kelas II hingga kelas VI serta siswa SMP kelas VII hingga kelas IX. Pelaksanaan asesmen untuk jenjang SMP berlangsung pada Rabu (29/7/2026), sedangkan jenjang SD dijadwalkan pada Kamis (30/7/2026).
Menurut Freddy, seluruh hasil asesmen akan diolah secara akuntabel sebelum diumumkan kepada publik pada 7 Agustus 2026.
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara berharap seluruh tenaga pendidik, kepala sekolah, serta orang tua dapat bersinergi mengawal pelaksanaan program TAPAMAJUMA. Hasil asesmen nantinya akan menjadi pijakan berbasis data dalam merumuskan berbagai kebijakan peningkatan mutu pembelajaran, sekaligus mendorong terciptanya ekosistem pendidikan yang kompetitif, jujur, dan inovatif di Kabupaten Tapanuli Utara. (Rokki.P)
.jpeg)
.jpeg)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar