-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Bobby Nasution Pastikan Stok BBM di Sumut Aman, Distribusi Sempat Terganggu Kekurangan Sopir Truk Tangki

Kamis, 16 Juli 2026 | Juli 16, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-16T03:58:54Z



Medan, Mediareportasenews.com

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Sumatera Utara dalam kondisi aman. Kelangkaan BBM yang terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) beberapa hari terakhir dipastikan bukan disebabkan oleh keterbatasan pasokan, melainkan karena terganggunya proses distribusi akibat berkurangnya jumlah pengemudi truk pengangkut BBM.

Penegasan tersebut disampaikan Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, kepada wartawan usai mengikuti rapat koordinasi terkait distribusi BBM di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jalan Pangeran Diponegoro, Medan, Selasa (14/7/2026).

Menurut Bobby, berdasarkan penjelasan dari PT Pertamina, persoalan utama saat ini berada pada proses pendistribusian BBM dari depot menuju SPBU.

"Tadi disampaikan Pertamina, sebenarnya bukan BBM-nya yang langka. Yang menjadi kendala adalah distribusinya karena pengemudi truk pengangkut BBM berkurang. Informasi yang kami terima terjadi pemberhentian massal sehingga armada pengangkut tidak bisa beroperasi secara normal," ujar Bobby Afif Nasution.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara telah melakukan koordinasi intensif dengan PT Pertamina, TNI, dan Polri guna memastikan distribusi BBM kembali berjalan normal dalam waktu sesingkat mungkin.

Gubernur mengatakan, pihaknya telah meminta personel TNI dan Polri disiapkan untuk membantu proses distribusi apabila diperlukan, baik sebagai pengemudi armada pengangkut maupun dalam memberikan pengamanan selama proses penyaluran BBM berlangsung.

"Mulai malam ini kami minta tim dari TNI dan Polri siap. Tinggal menunggu kebutuhan yang disampaikan Pertamina, berapa jumlah personel yang diperlukan untuk membantu distribusi," katanya.

Bobby menegaskan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara siap memberikan dukungan penuh agar gangguan distribusi tidak berlangsung lama dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat maupun roda perekonomian di daerah.

Meski demikian, ia menjelaskan bahwa persoalan mengenai perekrutan maupun pemberhentian pengemudi truk pengangkut BBM merupakan urusan internal perusahaan yang menjadi kewenangan Pertamina.

"Soal perekrutan atau pemberhentian pengemudi itu ranah internal mereka. Yang terpenting bagi kami, jangan sampai persoalan internal tersebut berdampak kepada masyarakat Sumatera Utara," tegasnya.

Gubernur juga menyayangkan tidak adanya informasi lebih awal mengenai potensi terganggunya distribusi BBM. Menurutnya, apabila pemerintah daerah memperoleh informasi sejak dini, berbagai langkah antisipasi dapat dilakukan lebih cepat untuk meminimalkan dampak yang dirasakan masyarakat.

"Kalau ada persoalan operasional seperti ini seharusnya disampaikan lebih awal kepada pemerintah daerah. Kalau memang ada yang bisa kami bantu, tentu akan kami bantu sejak awal," ujarnya.

Terkait ketersediaan pasokan, Bobby memastikan stok BBM di Sumatera Utara tetap mencukupi kebutuhan masyarakat. Selain itu, distribusi pasokan dari luar daerah juga masih berjalan sebagaimana mestinya.

"Stok aman. Pasokan juga tetap berjalan. Jadi persoalannya bukan pada ketersediaan BBM, tetapi pada distribusinya," ungkap Bobby.

Saat ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama PT Pertamina, TNI, dan Polri masih terus melakukan koordinasi untuk menghitung kebutuhan personel yang diperlukan agar distribusi BBM ke seluruh SPBU di Sumatera Utara dapat segera kembali normal.

"Kami siap mendukung sesuai kebutuhan yang disampaikan Pertamina. Yang penting masyarakat tidak lagi kesulitan mendapatkan BBM," tutup Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution. (Samsul)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update