Dari Segmen V Waterfront City Pangururan, sebanyak 141 pelari kategori 60K diberangkatkan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Samosir Marudut Tua Sitinjak bersama Plt. Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sumatera Utara Yudha Pratiwi Setiawan serta Plt. Direktur Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) Arditama Nusantara Putra, Sabtu (13/6/2026).
Berselang satu jam kemudian, sebanyak 349 pelari kategori 28K turut dilepas oleh Plt. Direktur BPODT untuk memulai persaingan di lintasan yang telah disiapkan panitia.
Kategori 60K menjadi salah satu tantangan berat dalam ajang ini. Para peserta harus menaklukkan lintasan yang membelah kawasan Geopark Kaldera Toba dengan rute Waterfront City Pangururan–Sitaotao–Gunung Pusuk Buhit–Pusat Informasi Geopark–SMA Negeri 1 Sianjur Mulamula–Ginolat–Bonan Dolok–Bukit Burung sebelum kembali finis di Waterfront City Pangururan.
Rute tersebut tidak hanya menguji ketahanan fisik dan mental para pelari, tetapi juga menyuguhkan panorama alam yang menjadi daya tarik utama Kabupaten Samosir. Hamparan perbukitan hijau, pemandangan Danau Toba dari berbagai sudut ketinggian, serta jalur-jalur alami yang melintasi kawasan hutan dan perkampungan tradisional menghadirkan pengalaman tersendiri bagi para peserta.
Para pelari kategori 60K diberikan batas waktu maksimal 20 jam untuk mencapai garis finis. Sementara itu, peserta kategori 28K harus menuntaskan perlombaan dalam waktu maksimal sembilan jam.
Sejak garis start dibuka, semangat para pelari terlihat begitu tinggi. Peserta dari berbagai daerah di Indonesia maupun sejumlah negara tampak antusias memasuki lintasan yang dikenal memiliki kombinasi tanjakan curam, jalur perbukitan, serta trek hutan yang menantang. Tantangan medan tersebut menjadi salah satu alasan mengapa Trail of The Kings by UTMB semakin diminati oleh komunitas trail running nasional maupun internasional.
Penyelenggaraan TOTK by UTMB 2026 tidak hanya menjadi arena adu ketahanan fisik para atlet trail run, tetapi juga menjadi sarana promosi pariwisata Kabupaten Samosir di tingkat global. Selama tiga hari pelaksanaan kegiatan, perhatian komunitas trail running dunia tertuju ke Samosir yang menjadi tuan rumah salah satu ajang lari alam paling bergengsi di Indonesia.
Meningkatnya jumlah peserta mancanegara pada penyelenggaraan tahun ini semakin memperkuat posisi Kabupaten Samosir sebagai destinasi sport tourism unggulan di kawasan Danau Toba. Melalui event berskala internasional ini, keindahan alam, kekayaan budaya, dan keramahan masyarakat Samosir kembali diperkenalkan kepada dunia melalui pengalaman langsung para peserta yang datang dari berbagai negara. (Rokki.P)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar