Madina, Mediareportasenews.com
Upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba melalui jalur pendidikan dinilai menjadi langkah strategis dalam menyelamatkan generasi muda dari ancaman narkotika. Karena itu, program “Perangi Narkoba Lewat Pendidikan” yang digagas Korwasis Madina melalui Panitia Generasi Penerus Bangsa (Gen Pena) mendapat dukungan luas dan diharapkan memperoleh perhatian serta dukungan dari Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal, DPRD, dan Polres Mandailing Natal.
Dukungan tersebut disampaikan mantan Ketua Komisi I DPRD Mandailing Natal periode 2009–2014, Iskandar Hasibuan, saat ditemui di kediamannya di Jalan Bermula Raya, Kelurahan Panyabungan II, Sabtu (6/6/2026).
Menurut Iskandar, program edukasi anti narkoba yang diinisiasi Korwasis Madina sangat relevan dengan kondisi saat ini. Ia menilai maraknya peredaran narkoba di wilayah Mandailing Natal sudah berada pada tingkat yang memprihatinkan sehingga memerlukan langkah pencegahan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.
“Panitia Gen Pena dengan tema Perangi Narkoba Lewat Pendidikan wajib didukung penuh oleh Kapolres, 40 anggota DPRD, Bupati dan Wakil Bupati. Ini merupakan gerakan positif untuk menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkoba,” ujarnya.
Iskandar juga mencontohkan keberhasilan Polres Mandailing Natal yang beberapa waktu lalu berhasil memusnahkan ladang ganja seluas tiga hektare dengan sekitar 3.000 batang tanaman yang siap panen.
“Bayangkan jika 3.000 batang ganja itu beredar di masyarakat. Dampaknya tentu sangat berbahaya bagi masa depan anak-anak kita. Karena itu, kita patut memberikan apresiasi kepada tim gabungan Polres Madina yang berhasil menggagalkan peredaran ganja tersebut,” katanya.
Pendidikan Jadi Benteng Pertama
Lebih lanjut, Iskandar menilai pemilihan jalur pendidikan sebagai media sosialisasi dan kampanye anti narkoba merupakan langkah yang tepat. Menurutnya, pendidikan dapat menjadi benteng pertama untuk membangun kesadaran pelajar agar tidak mudah terpengaruh oleh narkoba maupun zat adiktif lainnya, seperti lem dan bahan berbahaya lainnya.
Program Gen Pena sendiri bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran pelajar mengenai bahaya narkoba, membentuk karakter generasi muda yang sehat dan berprestasi, memperkuat ketahanan diri agar tidak terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkotika, serta menumbuhkan budaya positif di lingkungan sekolah melalui pembinaan, edukasi, dan motivasi berprestasi.
“Memberantas narkoba adalah tanggung jawab bersama. Tidak bisa hanya dibebankan kepada polisi dan BNN. Semua pihak harus terlibat, mulai dari pemerintah, DPRD, dunia usaha, tokoh masyarakat, hingga keluarga,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa dampak penyalahgunaan narkoba sangat luas, mulai dari merusak kesehatan fisik dan mental, menurunkan prestasi belajar, meningkatkan angka kriminalitas, hingga menghancurkan masa depan generasi muda dan menghambat pembangunan daerah.
Karena itu, menurutnya, upaya pencegahan melalui pendidikan merupakan langkah yang lebih efektif dan berkelanjutan dibandingkan hanya mengandalkan penegakan hukum terhadap pelaku penyalahgunaan dan peredaran narkoba.
Kegiatan Dimulai Bulan Ini
Kegiatan perdana Gen Pena dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026 dengan sasaran pelajar tingkat SMP dan SMA. Program awal akan difokuskan di Kecamatan Siabu sebagai lokasi pelaksanaan pertama.
Adapun susunan panitia terdiri dari Todung Mulya Lubis sebagai Ketua, Ihsan Siregar sebagai Sekretaris, dan Ahmad Suleman sebagai Bendahara.
Melalui kolaborasi dan dukungan dari seluruh elemen masyarakat, program “Perangi Narkoba Lewat Pendidikan” diharapkan menjadi langkah nyata dalam menciptakan generasi Mandailing Natal yang cerdas, berprestasi, berkarakter, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba. (Troya)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar