Medan, Mediareportasenews.com
Pemerintah Kabupaten Deli Serdang mengharapkan sinergi seluruh pihak terkait agar proses pengosongan lahan yang terdampak pembangunan Bendungan Lau Simeme dapat berjalan lebih cepat, tertib, dan kondusif tanpa menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Harapan tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi percepatan pengosongan lahan yang digelar bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II dan Kantor Pertanahan Kabupaten Deli Serdang di Aula Lau Simeme Lantai IV Kantor BBWS Sumatera II Medan, Senin (25/5/2026).
Dalam rapat tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Deli Serdang, Dedi Maswardy SSos MAP, menegaskan pentingnya sinergi dan kerja sama seluruh pemangku kepentingan untuk mempercepat proses pengosongan lahan, termasuk area pemakaman dan kantor desa yang berada di kawasan proyek strategis nasional tersebut.
Menurutnya, koordinasi yang baik antara pemerintah daerah, BBWS Sumatera II, Badan Pertanahan Nasional (BPN), serta instansi terkait lainnya menjadi kunci agar proses pengosongan lahan dapat berlangsung lancar dan tidak menimbulkan konflik di tengah masyarakat.
“Saya meminta kepada BBWS serta seluruh pihak terkait, termasuk BPN, agar dapat bersinergi sehingga tidak menimbulkan keributan di tengah masyarakat, apalagi ini merupakan bagian dari proyek strategis nasional dan menjadi kebanggaan warga Deli Serdang,” ujarnya.
Selain itu, Dedi juga meminta para kepala desa untuk segera melakukan pendataan terhadap ahli waris yang memiliki makam keluarga di area terdampak pembangunan bendungan. Pendataan tersebut dinilai penting guna memperlancar proses pemindahan makam secara tertib dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Terkait pembangunan kantor Desa Kuala Dekah yang baru, Sekda menginstruksikan agar segera dilakukan pemetaan lokasi dengan berkoordinasi bersama Dinas Cipta Karya Kabupaten Deli Serdang. Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat proses pembangunan kantor desa pengganti sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap dapat berjalan dengan baik.
Sementara itu, Kepala BBWS Sumatera II Medan, Feriyanto, menyampaikan harapannya agar terbangun kesepahaman bersama antara BBWS Sumatera II, Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, serta seluruh pemangku kepentingan dalam mempercepat proses pengosongan lahan yang terdampak pembangunan Bendungan Lau Simeme.
Menurutnya, dukungan dan kerja sama seluruh pihak sangat diperlukan untuk memastikan proses pengosongan lahan dapat berlangsung secara damai, tertib, dan kondusif di tengah masyarakat.
“Kami berharap seluruh pihak, termasuk BPN serta unsur TNI dan Polri, dapat terus bersinergi agar pelaksanaan pengosongan lahan berjalan damai dan kondusif di tengah masyarakat. Bendungan Lau Simeme ini merupakan proyek strategis nasional dan satu-satunya bendungan di Pulau Sumatera yang berada di Kabupaten Deli Serdang,” ujarnya.
Pembangunan Bendungan Lau Simeme sendiri merupakan salah satu proyek strategis nasional yang diharapkan mampu memberikan manfaat besar bagi masyarakat, baik dalam mendukung penyediaan air baku, pengendalian banjir, maupun pengembangan sektor pertanian dan perekonomian di wilayah Kabupaten Deli Serdang dan sekitarnya.
Melalui rapat koordinasi tersebut, seluruh pihak diharapkan dapat memperkuat komitmen dan kolaborasi guna mempercepat penyelesaian tahapan pengosongan lahan sehingga pembangunan Bendungan Lau Simeme dapat berjalan sesuai target yang telah ditetapkan. (DISKOMINFOSTAN DELI SERDANG)
Editor : Samsul

Tidak ada komentar:
Posting Komentar