Lubuk Pakam, Mediareportasenews.com
Pemerintah Kabupaten Deli Serdang terus mendorong penguatan ekonomi daerah melalui kemitraan antara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan pelaku usaha lokal. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Roadshow Business Matching Fasilitasi Kemitraan SPPG dan Pelaku Usaha yang dirangkaikan dengan High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), serta sinergi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Tahun 2026 di Graha Bhineka Perkasa Jaya, Lubuk Pakam, Kamis (4/6/2026).
Kegiatan business matching tersebut bertujuan mempertemukan secara langsung pihak SPPG dengan UMKM, koperasi, produsen, dan pelaku usaha lokal guna membangun kemitraan yang berkelanjutan dalam rantai pasok pangan daerah, khususnya untuk memenuhi kebutuhan dapur gizi dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Bupati Deli Serdang, dr. H. Asri Ludin Tambunan, menegaskan bahwa Program MBG tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga harus mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurutnya, keberadaan dapur gizi harus memberikan manfaat langsung bagi petani, peternak, koperasi, dan pelaku UMKM lokal melalui keterlibatan aktif dalam penyediaan bahan pangan.
“Petani, peternak, dan UMKM harus terhubung langsung dengan dapur gizi. Jangan sampai rantai distribusi terlalu panjang sehingga nilai ekonomi justru tidak kembali ke daerah,” tegasnya.
Bupati mendorong agar berbagai komoditas utama yang dibutuhkan dalam Program MBG, seperti beras dan telur, dapat dipasok langsung oleh produsen lokal. Selain memperkuat ekonomi masyarakat, langkah tersebut juga dinilai mampu menjaga stabilitas harga sekaligus memberikan kepastian pasar bagi pelaku usaha di daerah.
Selain aspek ekonomi, Bupati juga menekankan pentingnya perlindungan bagi tenaga kerja yang terlibat dalam pelaksanaan program. Menurutnya, seluruh pekerja perlu mendapatkan jaminan sosial melalui kepesertaan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan sebagai bentuk perlindungan yang memadai.
Ia juga mengingatkan pentingnya penerapan standar keamanan pangan dalam setiap tahapan pelaksanaan program. Untuk itu, seluruh SPPG diwajibkan memenuhi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) guna memastikan makanan yang disalurkan kepada penerima manfaat memenuhi standar kesehatan dan keamanan pangan.
Bupati menegaskan bahwa keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya diukur dari jumlah penerima manfaat, tetapi juga dari dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi lokal, stabilitas harga pangan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
“Semoga pertemuan ini membawa manfaat dan berkah bagi kita semua serta menghasilkan langkah-langkah konkret untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Deli Serdang,” pungkasnya.
Sementara itu, Asisten Pembangunan dan Perekonomian Kabupaten Deli Serdang, Drs. Hendra Wijaya, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut mengusung tema “Sinergi Penguatan Ekonomi Daerah Melalui Kemitraan Strategis SPPG, Transformasi Digital Pajak Daerah, dan Akselerasi Inklusi Keuangan.”
Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan merupakan tindak lanjut koordinasi antara Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara dengan pemerintah kabupaten dan kota se-Sumatera Utara dalam rangka persiapan Roadshow Business Matching yang telah berlangsung sejak Mei 2026.
Menurutnya, kegiatan ini dirancang untuk memfasilitasi terbentuknya kemitraan yang konkret antara SPPG dengan UMKM, koperasi, produsen, serta pelaku usaha lokal dalam mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi daerah.
Melalui sinergi yang dibangun antara pemerintah, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan, diharapkan Program MBG tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga mampu menciptakan efek berganda yang mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Deli Serdang. (DISKOMINFOSTAN DELI SERDANG)
Editor : Samsul

Tidak ada komentar:
Posting Komentar