Kepala Desa Sisordak dalam laporannya menyampaikan bahwa penanaman dilakukan di atas lahan seluas dua hektare. Lahan tersebut dikelola secara produktif oleh para petani milenial yang tergabung dalam unit usaha BUMDes Terpadu Sisordak.
Dalam arahannya, Bupati yang akrab disapa JTP menegaskan bahwa Kabupaten Tapanuli Utara telah dicanangkan sebagai daerah pertanian. Karena itu, ia meminta para petani menerapkan strategi diversifikasi dengan menggabungkan tanaman muda dan tanaman tua sebagai langkah konkret mendukung stabilisasi inflasi daerah, khususnya untuk komoditas yang memiliki harga fluktuatif seperti cabai dan tomat.
Selain itu, JTP juga memberikan perhatian serius terhadap tata kelola keuangan desa, khususnya pengelolaan dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
“Pengelolaan dana BUMDes harus mampu berkelanjutan, jangan ada kesan sekadar untuk menghabiskan anggaran saja. Ini menjadi koreksi bagi seluruh BUMDes di Tapanuli Utara,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bupati meminta setiap pengelola BUMDes memiliki mentalitas bisnis yang matang. Menurutnya, setiap program harus dirancang dengan perhitungan yang jelas, mulai dari modal, estimasi penerimaan, hingga proyeksi keuntungan yang akan diperoleh. Hal tersebut dinilai penting agar penggunaan dana pemerintah benar-benar memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat desa.
“Mari bertani secara produktif. Saat ini ada banyak peluang besar, salah satunya untuk menyuplai bahan baku program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara siap memberikan dukungan penuh apabila kelompok tani menunjukkan keseriusan dalam pengembangan pertanian,” pungkas JTP.
Kegiatan kemudian diakhiri dengan penanaman bibit secara bersama-sama oleh Bupati, jajaran pimpinan perangkat daerah, pengurus BUMDes, serta para petani milenial Desa Sisordak. (Rokki.P)
.jpeg)
.jpeg)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar