Sebagai daerah yang kaya akan warisan budaya, Kabupaten Toba menjadikan kain ulos sebagai simbol identitas masyarakat Batak Toba. Melalui kompetisi ini, pemerintah daerah berharap cinta terhadap ulos semakin kuat, sekaligus membuka ruang inovasi bagi para pelaku fashion lokal agar nilai-nilai budaya dapat dikembangkan menjadi karya modern tanpa meninggalkan ciri khasnya.
Sebanyak 46 penjahit dari seluruh kecamatan di Kabupaten Toba ikut serta dalam lomba ini. Mereka menampilkan hasil rancangan terbaik dengan memanfaatkan motif ulos sebagai elemen utama dalam busana etnik yang ditampilkan.
Bupati Toba, Effendi Sintong P. Napitupulu, yang diwakili oleh Pj Sekretaris Daerah Paber Napitupulu, secara resmi membuka acara tersebut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan yang dinilai mampu meningkatkan kebanggaan masyarakat terhadap identitas Batak Toba.
“Kami berharap lomba ini dapat dilaksanakan secara rutin setiap tahun dengan persiapan yang semakin baik. Ini merupakan salah satu cara kita menunjukkan budaya dan identitas sebagai orang Batak, khususnya Batak Toba,” ujar Paber Napitupulu.
Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Toba Ny. Marta Paber Napitupulu, Asisten Pemerintahan Eston Sihotang, Kadis Kominfo Sesmon Butarbutar, Kabalitbang Sofian Sitorus, Kadis Pariwisata Rusti Hutapea, Plt Kepala BKPSDM Henry Silalahi, Kabag Protokol Trisno Samosir, Kapolsek Balige AKP Libertus Siahaan, dewan juri, serta para pelaku UMKM yang ikut memeriahkan acara.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Toba berharap kreativitas berbasis budaya semakin tumbuh, sekaligus menumbuhkan rasa bangga generasi muda untuk terus melestarikan ulos sebagai warisan budaya dan identitas masyarakat Toba. (Rokki.P)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar