Toba, Mediareportasenews.com
Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Balige mengajak sejumlah wartawan dan aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) untuk duduk bersama dalam kegiatan bertajuk "Ngopi Bareng dan Dialog Santai", Selasa (03/11/2026). Kegiatan ini digelar sebagai bentuk keterbukaan informasi publik sekaligus upaya membangun komunikasi, mempererat hubungan, dan memperkuat sinergi antara pihak Rutan dengan masyarakat, khususnya insan pers dan lembaga sosial kemasyarakatan.
Dalam suasana penuh keakraban, Kepala Rutan membuka dialog dengan mengajak para peserta untuk melihat lebih dekat kehidupan di dalam Rutan, termasuk berbagai program pembinaan yang diberikan kepada warga binaan. Ia menegaskan bahwa Rutan bukanlah tempat tertutup dan menyeramkan sebagaimana yang selama ini mungkin dibayangkan sebagian masyarakat, melainkan tempat pelaksanaan pembinaan yang di dalamnya terdapat berbagai kegiatan positif untuk membekali warga binaan sebelum kembali ke tengah masyarakat.
"Rutan ini bukan dunia tertutup yang menyeramkan seperti yang dibayangkan orang. Kami ingin teman-teman wartawan dan LSM melihat langsung, bahwa di dalam sini ada pembinaan, ada karya, dan ada harapan," ujar Kepala Rutan saat membuka dialog.
Dalam suasana dialog yang berlangsung santai dan terbuka, sejumlah wartawan serta aktivis LSM menyampaikan berbagai pertanyaan seputar kehidupan warga binaan di dalam Rutan. Pembahasan mencakup aktivitas sehari-hari warga binaan, pelaksanaan program pembinaan kemandirian, hingga berbagai pengalaman dan cerita menarik selama menjalani masa pembinaan di balik jeruji besi.
Menanggapi berbagai pertanyaan tersebut, Kepala Rutan menjelaskan bahwa saat ini Rutan Kelas IIB Balige dihuni oleh ratusan warga binaan dengan latar belakang perkara yang beragam. Meskipun menghadapi kondisi kelebihan kapasitas atau overkapasitas, pihaknya tetap berupaya memberikan pelayanan serta melaksanakan program pembinaan secara maksimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Ia juga menjelaskan bahwa Rutan Balige memiliki sejumlah program unggulan yang bertujuan meningkatkan keterampilan dan kemandirian warga binaan. Program tersebut antara lain bidang pertanian, perbengkelan, dan kerajinan tangan. Melalui berbagai kegiatan tersebut, warga binaan diberikan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan, memperoleh pengalaman kerja, serta menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi.
"Kami punya program unggulan, seperti pertanian, perbengkelan, dan kerajinan tangan. Bahkan hasil panen sayur warga binaan kita sudah bisa dinikmati sendiri dan sebagian kita jual. Mereka di sini kita didik untuk mandiri, agar saat bebas nanti punya bekal," jelasnya.
Menurutnya, program pembinaan kemandirian tersebut tidak hanya bertujuan mengisi waktu selama warga binaan menjalani masa hukuman, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun keterampilan, menumbuhkan rasa tanggung jawab, serta mempersiapkan mereka agar memiliki kemampuan produktif ketika kembali ke lingkungan masyarakat.
Dengan bekal keterampilan yang diperoleh selama berada di Rutan, para warga binaan diharapkan dapat menjalani kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pidana, memiliki kesempatan untuk bekerja maupun membuka usaha, serta tidak kembali melakukan pelanggaran hukum.
Selain membahas program pembinaan, Kepala Rutan juga menyampaikan persiapan pihaknya dalam menyambut perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Menjelang perayaan tersebut, Rutan Balige telah menyiapkan sejumlah kegiatan keagamaan dan program kebersihan lingkungan guna menciptakan suasana yang aman, tertib, nyaman, serta penuh kedamaian bagi seluruh warga binaan.
Khusus bagi warga binaan yang merayakan Natal, pihak Rutan berupaya memberikan ruang untuk menjalankan kegiatan kerohanian dengan melibatkan tokoh agama serta keluarga. Hal ini dilakukan agar warga binaan tetap dapat merasakan suasana kebersamaan dan sukacita Natal meskipun sedang menjalani masa pembinaan di dalam Rutan.
"Kami ingin warga binaan tetap merasakan damai Natal, meski di dalam Rutan. Kami libatkan tokoh agama dan keluarga," tambahnya.
Sementara itu, salah seorang perwakilan LSM di Kabupaten Toba menyampaikan apresiasi terhadap keterbukaan pihak Rutan Balige yang telah memberikan kesempatan kepada wartawan dan aktivis LSM untuk berdialog secara langsung. Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat positif karena dapat membuka ruang komunikasi sekaligus memberikan pemahaman yang lebih luas kepada masyarakat mengenai kondisi dan aktivitas pembinaan di dalam Rutan.
"Selama ini kami melihat Rutan itu tertutup. Tapi hari ini luar biasa, Pak Karutan sangat terbuka dan humanis. Dialog seperti ini harus sering dilakukan agar tidak ada prasangka buruk antara aparat, pers, dan LSM," ujarnya.
Apresiasi serupa juga disampaikan oleh perwakilan wartawan Kabupaten Toba. Ia menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut dan menilai bahwa komunikasi serta sinergi antara pihak Rutan dengan insan pers memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi yang benar, berimbang, dan edukatif kepada masyarakat.
Menurutnya, keterbukaan informasi dan komunikasi yang terjalin dengan baik dapat membantu masyarakat memahami fungsi Rutan, khususnya dalam menjalankan pembinaan terhadap warga binaan. Dengan demikian, pemberitaan mengenai kehidupan di dalam Rutan tidak hanya berfokus pada persoalan hukum, tetapi juga dapat mengangkat berbagai program pembinaan, kegiatan kemanusiaan, serta upaya pemberdayaan warga binaan.
Melalui kegiatan "Ngopi Bareng dan Dialog Santai" ini, diharapkan hubungan antara Rutan Kelas IIB Balige, insan pers, dan LSM semakin erat. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana membangun kepercayaan publik melalui komunikasi yang terbuka, transparan, dan berkesinambungan.
Dengan terbangunnya sinergi tersebut, citra Rutan sebagai tempat pembinaan yang mengedepankan pendekatan humanis diharapkan semakin dikenal masyarakat. Rutan tidak hanya menjadi tempat bagi warga binaan menjalani hukuman, tetapi juga menjadi ruang pembinaan untuk memperbaiki diri, mengembangkan keterampilan, serta mempersiapkan masa depan yang lebih baik ketika kembali ke tengah masyarakat.
Kegiatan dialog santai tersebut kemudian ditutup dengan sesi foto bersama antara Kepala Rutan, wartawan, dan para aktivis LSM yang hadir. (Rokki.P)
Video :



Tidak ada komentar:
Posting Komentar