-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Jelang Nataru, Dinas Pertanian Toba Kebut Tanam Bawang Merah Untuk Kendalikan Inflasi

Selasa, 03 November 2026 | November 03, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-11-03T09:19:46Z



Toba, Mediareportasenews.com

Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026/2027, Dinas Pertanian Kabupaten Toba mulai mengambil langkah antisipatif untuk mengendalikan potensi kenaikan harga bahan pokok, khususnya bawang merah. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui penyaluran bantuan bibit bawang merah varietas unggul kepada sejumlah kelompok tani di sentra pengembangan hortikultura Kabupaten Toba.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Toba, Lena Pardede, mengatakan bahwa program tersebut merupakan tindak lanjut atas instruksi langsung Bupati Toba sekaligus bagian dari strategi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Toba dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan menjelang hari besar keagamaan nasional.

"Langkah ini adalah instruksi langsung dari Bupati dan bagian dari strategi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Toba. Bawang merah ini kan komoditas penyumbang inflasi tertinggi. Kalau menjelang Nataru harganya naik, masyarakat yang susah. Makanya kita tanam sekarang, panennya pas Nataru," ujar Lena, Selasa (03/11/2026).

Menurut Lena, bawang merah merupakan salah satu komoditas pangan yang perlu mendapat perhatian serius karena memiliki pengaruh terhadap pergerakan harga dan inflasi, terutama menjelang perayaan hari besar keagamaan. Selain bawang merah, cabai dan beras juga menjadi komoditas yang kerap mengalami tekanan harga akibat meningkatnya kebutuhan masyarakat serta perubahan pasokan di pasar.




Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Toba, mengingat harga bawang merah di Pasar Balige kerap mengalami lonjakan signifikan saat memasuki periode Natal dan Tahun Baru. Bahkan, kenaikannya disebut dapat mencapai hingga 100 persen ketika pasokan dari luar daerah mengalami hambatan.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Dinas Pertanian Kabupaten Toba pada Selasa (03/11/2026) menyalurkan bantuan bibit bawang merah bersertifikat kepada kelompok tani yang tersebar di tujuh kecamatan dengan melibatkan sebanyak 14 kelompok tani.

Lena menjelaskan, penyaluran bantuan tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan produksi bawang merah lokal sehingga kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi dari hasil pertanian daerah sendiri. Dengan demikian, ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah dapat dikurangi, sekaligus memberikan dampak positif bagi perekonomian petani setempat.

"Kita targetkan panen akhir Desember. Kalau produksi lokal kita kuat, kita tidak perlu lagi datangkan bawang dari Brebes atau Nganjuk. Uang tetap berputar di Toba, inflasi terkendali, petani kita sejahtera," tambah Lena.

Lebih lanjut, Lena menyebutkan bahwa program pengembangan bawang merah tersebut juga sejalan dengan program Gerakan Tanam Hortikultura dan Gerakan Pangan Murah yang digalakkan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Sinergi berbagai program tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan daerah, menjaga ketersediaan komoditas strategis, serta mengendalikan gejolak harga di pasaran.




Sementara itu, Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Toba menjelaskan bahwa selain memberikan bantuan bibit, pihaknya juga telah menyiapkan strategi pengaturan waktu tanam dan panen secara bertahap. Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan bawang merah di pasar tetap terjaga selama periode Desember hingga Januari.

Menurutnya, pengaturan jadwal tanam menjadi salah satu langkah penting agar hasil produksi tidak terkonsentrasi pada waktu panen yang sama. Dengan pola tersebut, pasokan bawang merah diharapkan dapat tersedia secara berkesinambungan sehingga tidak terjadi kekosongan barang di pasar saat kebutuhan masyarakat meningkat pada perayaan Nataru.

"Petani tidak kita suruh panen serentak. Kita atur jadwal tanamnya agar ada yang panen minggu pertama Desember, ada yang minggu ketiga, ada yang awal Januari. Jadi pasar tidak kosong saat Nataru," jelasnya.

Dukungan terhadap program tersebut juga datang dari kelompok tani penerima bantuan di Kecamatan Laguboti. Salah satu kelompok tani mengaku optimistis bahwa gerakan tanam bawang merah ini dapat memberikan hasil positif, baik dalam meningkatkan produksi pertanian maupun membantu menjaga stabilitas harga di tingkat pasar.

Ketua kelompok tani tersebut menyampaikan bahwa para petani siap mempercepat proses penanaman agar target panen yang telah direncanakan dapat tercapai. Menurutnya, dukungan pemerintah melalui penyediaan bibit dan pupuk menjadi motivasi tersendiri bagi petani untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

"Kami siap kebut tanam. Kalau bibit dan pupuknya dibantu pemerintah, kami semangat. Semoga pas Nataru nanti harga tidak naik gila-gilaan lagi," ujar Ketua Poktan tersebut.

Melalui gerakan tanam bawang merah ini, Pemerintah Kabupaten Toba berharap produksi hortikultura lokal semakin meningkat dan mampu memenuhi sebagian kebutuhan masyarakat, khususnya selama periode Natal dan Tahun Baru 2026/2027. Selain membantu petani meningkatkan hasil produksi dan pendapatan, program ini juga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah serta menjaga stabilitas harga bahan pokok.

Pemkab Toba menargetkan laju inflasi daerah menjelang Nataru 2026 tetap terkendali di bawah 3 persen, sesuai dengan target nasional. Upaya tersebut akan terus didukung melalui penguatan produksi pangan lokal, pengaturan pola tanam dan panen, serta koordinasi lintas sektor guna memastikan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga dan daya beli masyarakat terlindungi. (Rokki.P)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update