-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Bupati JTP Hutabarat Apresiasi Gelaran Konas Perempuan Gereja PGI 2026 di Tapanuli Utara

Kamis, 05 November 2026 | November 05, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-11-05T04:00:10Z



Tapanuli Utara, Mediareportasenews.com

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara menyambut baik dan memberikan apresiasi atas terselenggaranya Konsultasi Nasional (Konas) Perempuan Gereja Tahun 2026 yang dipusatkan di Kabupaten Tapanuli Utara. Kegiatan berskala nasional tersebut resmi dibuka di Auditorium Seminarium HKBP Sipoholon, Rabu (4/11/2026), dengan menghadirkan peserta dari berbagai wilayah di Indonesia.

Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., hadir secara langsung dalam pembukaan kegiatan sekaligus menyambut para peserta yang datang dari berbagai daerah. Kehadiran para perempuan gereja dari berbagai sinode dan lembaga tersebut menjadi kehormatan tersendiri bagi Kabupaten Tapanuli Utara yang dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan forum nasional tersebut.

Pembukaan Konas Perempuan Gereja Tahun 2026 turut dihadiri secara daring maupun luring oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia, perwakilan Pimpinan Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), pimpinan sinode gereja, Ketua Umum Panitia Dra. Sandra Hutabarat br Sidabutar, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta sekitar 150 peserta yang mewakili 39 sinode anggota PGI, PGIW, dan lembaga mitra.

Dalam sambutannya, Bupati Tapanuli Utara menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Tapanuli Utara sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan nasional tersebut. Menurutnya, penyelenggaraan Konas Perempuan Gereja menjadi kesempatan penting untuk memperkuat komunikasi, memperluas jejaring kerja sama, serta membangun kesepahaman mengenai peran perempuan dalam kehidupan bergereja, bermasyarakat, dan berbangsa.




Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara senantiasa terbuka dan berkomitmen mendukung berbagai kegiatan positif yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Terlebih, kegiatan yang mendorong penguatan peran perempuan dinilai memiliki arti penting dalam membangun kehidupan sosial yang lebih baik, berkarakter, dan berkeadilan.

"Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara tentu tidak bisa terpisahkan dari elemen gereja dan masyarakat. Kami selalu berusaha hadir dalam setiap kegiatan yang membawa kebaikan bagi daerah dan bangsa. Kehadiran para ibu dan perempuan hebat dari seluruh Indonesia di Tapanuli Utara ini membawa berkat tersendiri bagi daerah kami," ujar Bupati Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat di hadapan peserta Konas.

Ia juga menyampaikan bahwa gereja dan pemerintah memiliki ruang kolaborasi yang luas dalam mendukung pembangunan masyarakat. Melalui berbagai kegiatan sosial, pendidikan, pembinaan keluarga, dan pemberdayaan masyarakat, elemen gereja dapat menjadi mitra dalam mendorong terciptanya kehidupan yang harmonis serta memperkuat nilai-nilai kebersamaan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati turut menyoroti posisi strategis perempuan gereja di tengah dinamika perkembangan zaman dan berbagai tantangan polikrisis global. Menurutnya, perubahan sosial, ekonomi, budaya, dan berbagai persoalan kemanusiaan menuntut perempuan untuk semakin mengambil peran dalam kehidupan masyarakat.




Perempuan, kata Bupati, tidak seharusnya hanya dipandang dari perannya dalam lingkup domestik atau keluarga. Lebih dari itu, perempuan memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak solidaritas sosial, penjaga nilai-nilai kehidupan, serta bagian penting dalam membentuk karakter generasi muda.

Ia menilai keluarga merupakan salah satu lingkungan utama dalam pembentukan karakter anak. Dalam hal ini, perempuan memiliki peran penting melalui pendidikan moral, penanaman nilai-nilai kehidupan, serta keteladanan yang diberikan sejak dini. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal bagi generasi muda untuk menghadapi berbagai tantangan dan perubahan di masa mendatang.

"Perempuan adalah fondasi utama dalam keluarga yang mampu membentuk karakter anak-anak melalui pendidikan moral dan nilai-nilai kehidupan yang mendalam. Di tengah kompleksitas tantangan zaman, perempuan gereja harus tampil sebagai agen transformasi yang membawa terang, keadilan, dan kebenaran," tambahnya.

Bupati berharap perempuan gereja dapat terus mengembangkan kapasitas dan mengambil bagian dalam berbagai bidang kehidupan. Dengan kemampuan, kepedulian, serta semangat pelayanan yang dimiliki, perempuan diharapkan mampu berkontribusi dalam memperkuat solidaritas, memperjuangkan keadilan, dan menghadirkan perubahan positif di tengah masyarakat.

Menurutnya, nilai-nilai keagamaan perlu diwujudkan melalui tindakan nyata yang membawa manfaat bagi sesama. Semangat pelayanan, kepedulian terhadap kelompok rentan, perhatian terhadap pendidikan anak, serta keterlibatan dalam kegiatan sosial merupakan bentuk kontribusi yang dapat memperkuat kehidupan masyarakat.




Pelaksanaan Konas Perempuan Gereja Tahun 2026 juga diharapkan menjadi ruang bagi para peserta untuk bertukar pengalaman, menyampaikan pemikiran, dan merumuskan langkah-langkah strategis dalam menghadapi berbagai persoalan yang memengaruhi kehidupan perempuan, keluarga, gereja, dan masyarakat.

Melalui pertemuan yang melibatkan berbagai sinode dan lembaga mitra tersebut, diharapkan terbangun jejaring komunikasi yang semakin kuat. Perbedaan latar belakang wilayah dan organisasi dapat menjadi kekuatan untuk saling belajar, memperkaya perspektif, serta membangun kerja sama dalam menjalankan program pemberdayaan perempuan dan pelayanan sosial.

Pada kesempatan yang sama, Bupati juga memperkenalkan potensi pariwisata serta kekayaan budaya lokal Kabupaten Tapanuli Utara kepada seluruh peserta yang hadir. Ia mengundang para peserta untuk memanfaatkan kesempatan selama berada di Tapanuli Utara dengan menikmati keindahan alam, mengenal budaya masyarakat, serta melihat secara langsung berbagai potensi daerah.

Menurutnya, kehadiran peserta dari berbagai wilayah Indonesia tidak hanya menjadi bagian dari pelaksanaan agenda nasional, tetapi juga membuka kesempatan untuk memperkenalkan Tapanuli Utara sebagai daerah yang memiliki kekayaan alam, budaya, dan kehidupan masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan.

Konas Perempuan Gereja Tahun 2026 berlangsung pada 4 hingga 6 November 2026. Kegiatan ini mengusung tema utama "Hiduplah sebagai Terang yang Membuahkan Kebaikan, Keadilan dan Kebenaran" (Efesus 5:8b–9), dengan subtema "Perempuan Gereja di Tengah Polikrisis: Menjadi Agen, Menggerakkan Solidaritas dan Transformasi".

Tema tersebut menjadi landasan bagi para peserta untuk mendalami bagaimana perempuan gereja dapat mengambil peran dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Semangat menjadi terang diharapkan tidak berhenti sebagai pesan atau ungkapan, tetapi diwujudkan melalui tindakan yang membawa kebaikan, memperkuat keadilan, dan menegakkan nilai-nilai kebenaran dalam kehidupan sehari-hari.

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara berharap seluruh rangkaian kegiatan Konas Perempuan Gereja Tahun 2026 dapat berlangsung dengan lancar dan menghasilkan rumusan serta langkah strategis yang konkret. Hasil konsultasi tersebut diharapkan dapat menjadi bahan penguatan program pelayanan dan pemberdayaan perempuan, baik di lingkungan gereja maupun dalam kehidupan masyarakat secara luas.

Selain itu, kegiatan ini diharapkan semakin mempererat hubungan antargereja, memperkuat jejaring kerja sama lintas sinode, serta membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara gereja, pemerintah, dan berbagai lembaga mitra.

Dengan terselenggaranya Konas Perempuan Gereja Tahun 2026 di Kabupaten Tapanuli Utara, diharapkan semangat solidaritas dan transformasi yang dibangun dalam forum tersebut dapat terus berlanjut setelah kegiatan berakhir. Perempuan gereja diharapkan semakin berperan aktif dalam menghadirkan perubahan positif, memperkuat ketahanan keluarga, serta ikut mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang inklusif dan berkeadilan di Indonesia. (Rokki.P)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update