Tapanuli Selatan, Mediareportasenews.com
Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, menegaskan kawasan sekitar Jembatan Aek Garoga di Desa Garoga, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, sebagai zona merah yang tidak layak huni. Pesan tersebut disampaikannya langsung kepada puluhan warga saat meninjau lokasi bersama Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution dan jajaran Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan, Jumat (4/9/2026).
Wapres Gibran menekankan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama, mengingat wilayah tersebut memiliki tingkat kerentanan yang tinggi terhadap bencana. Ia menginstruksikan agar seluruh masyarakat yang bermukim di sekitar kawasan jembatan segera berpindah ke hunian tetap (huntap) yang sedang disiapkan pemerintah.
“Daerah ini sudah masuk zona merah, tidak bisa dijadikan lagi tempat tinggal. Warga harus pindah ke hunian tetap (huntap) yang sedang disiapkan,” ujar Gibran di lokasi Jembatan Aek Garoga.
Sebelumnya, Bupati Tapanuli Selatan, H. Gus Irawan Pasaribu, saat meninjau lokasi Huntap Hapesong Baru dan Huntara Napa Batangtoru, menjelaskan kesiapan infrastruktur penampungan bagi masyarakat terdampak.
Ia menyebutkan, pembangunan huntara di Desa Napa dengan kapasitas 699 unit rumah saat ini tengah dalam tahap finalisasi administrasi di Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
“Prosesnya sedang berjalan di pusat. Mudah-mudahan proses tendernya lancar sehingga pembangunan fisik bisa segera dimulai,” kata H. Gus Irawan Pasaribu.
Di tengah proses menunggu hunian baru, warga juga menyuarakan kendala ekonomi akibat rusaknya lahan pertanian. Dermisa Boru Sitorus dan Rosdenni Harahap, petani dari Desa Anggoli, mengeluhkan tumpukan sampah kayu dan pasir sisa banjir yang masih menutupi areal persawahan mereka di Saba Jonok dan Hutabaru.
Mereka mendesak agar dilakukan pembersihan lahan serta perbaikan parit sehingga aktivitas bercocok tanam dapat kembali berjalan.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Desa Aek Ngadol, Batangtoru, Tapanuli Selatan, Saoloan Sitompul, menyampaikan harapan masyarakat terkait kondisi persawahan yang menjadi mata pencaharian utama warga agar mendapat perhatian pemerintah.
“Saya mewakili masyarakat Desa Aek Ngadol menyampaikan harapan kami terkait kunjungan ini. Mengingat bahwa mata pencaharian utama warga kami adalah bertani, kami sangat berharap agar kondisi persawahan serta seluruh jaringan irigasi di Desa Aek Ngadol maupun Huta Godang dapat segera diperbaiki dan mendapat perhatian serius. Oleh karena itu, kami memohon kepada Bapak Wakil Presiden, Gubernur, dan Bupati agar infrastruktur pertanian tersebut menjadi prioritas, mengingat hal ini merupakan sumber kehidupan utama bagi masyarakat kami,” ujarnya.
Selain masalah lahan pertanian, ketersediaan air bersih juga menjadi sorotan. Gibran mencatat keluhan warga di Huntap Hapesong Baru dan Huntara Napa terkait menyusutnya debit sumur bor akibat musim kemarau.
Sementara itu, untuk bantuan tahap berikutnya, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan telah mengajukan proposal kepada pemerintah pusat dan kini masih menunggu persetujuan.
Kunjungan tersebut berakhir pada pukul 17.10 WIB setelah Gibran menyerahkan buku kepada anak-anak setempat sebagai simbol dukungan terhadap pendidikan. (Asrianto)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar