Asahan, Mediareportasenews.com
Upaya meningkatkan produktivitas perkebunan sawit rakyat sekaligus menjaga pendapatan petani selama masa peremajaan tanaman terus dilakukan PTPN IV PalmCo melalui program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) yang dipadukan dengan penanaman padi gogo. Program tersebut mulai dijalankan di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, Senin (31/8/2026).
Penanaman perdana dilaksanakan di lahan Koperasi Produsen Petani Kelapa Sawit (KPPKS) Kesepakatan, Desa Gotting Sidodadi, Kecamatan Bandar Pasir Mandoge. Lahan yang merupakan eks Plasma Perkebunan Inti Rakyat (PIR) Lokal tersebut memiliki luas mencapai 284 hektare.
Pada tahap awal, pendanaan program PSR dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) mencakup lahan seluas 88,30 hektare yang dikelola oleh 52 petani. Di sebagian lahan yang sedang diremajakan tersebut, sekitar 5 hektare dimanfaatkan untuk penanaman padi gogo dengan sistem tumpang sari atau intercropping.
Penanaman padi gogo dilakukan sebagai upaya memberikan sumber pendapatan alternatif bagi petani selama tanaman sawit yang diremajakan belum memasuki fase menghasilkan. Pada saat yang sama, pola tersebut juga dinilai dapat mengoptimalkan pemanfaatan lahan di tengah berbagai tantangan, seperti perubahan iklim, alih fungsi lahan, serta meningkatnya kebutuhan pangan.
Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV, Arya Sandhiyudha, mengatakan pendampingan kepada petani sawit rakyat merupakan bagian dari peran perusahaan perkebunan negara dalam mendorong penguatan sektor perkebunan rakyat.
Menurutnya, PTPN memiliki posisi yang strategis. Meskipun perusahaan negara tersebut hanya mengelola sekitar 5 persen dari total perkebunan sawit nasional, PTPN tetap memiliki kepedulian terhadap keberadaan petani sawit rakyat yang mencapai sekitar 42 persen dari total perkebunan sawit nasional.
“Ini adalah bukti bahwa PTPN merupakan perkebunan sawit negara yang hanya mengelola 5 persen dari total sawit nasional, namun memiliki kepedulian serta tanggung jawab terhadap 42 persen petani sawit rakyat,” ujar Arya saat menghadiri penanaman perdana di Asahan.
Ia berharap KPPKS Kesepakatan dapat meningkatkan produktivitas kebun sekaligus kesejahteraan seluruh anggotanya setelah tanaman sawit hasil peremajaan nantinya memasuki masa produksi.
Bupati Asahan, Taufiq Zainal Abidin, mengatakan kolaborasi antara PTPN IV PalmCo melalui PTPN IV Regional I dengan kelompok petani tersebut dapat mendukung pengembangan komoditas perkebunan sekaligus tanaman pangan di daerah.
Menurut Taufiq, pola pengembangan tersebut sejalan dengan agenda pembangunan daerah serta kebijakan pemerintah pusat dalam memperkuat ketahanan pangan.
“Ini menunjukkan salah satu program strategis bagaimana meningkatkan produk unggulan, yaitu tanaman sawit, dan yang kedua untuk tanaman pangan. Kami apresiasi, mudah-mudahan ini akan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani yang ada di Kabupaten Asahan,” katanya.
Ketua KPPKS Kesepakatan, H. Syarifuddin Sirait, mengatakan pendampingan dari perusahaan tidak hanya dilakukan pada saat penanaman, tetapi telah dimulai sejak tahap persiapan program PSR.
Pendampingan tersebut mencakup penyusunan berbagai dokumen, edukasi dan pembinaan budidaya, hingga pelaksanaan penanaman di lapangan.
Syarifuddin berharap produktivitas kebun milik anggota koperasi dapat meningkat setelah proses peremajaan selesai dan tanaman sawit memasuki masa produksi. Ia juga menyebut minat petani untuk mengikuti program tersebut masih terus berkembang.
Menurutnya, pendataan lahan untuk pengusulan program PSR tahap kedua telah mencapai sekitar 150 hektare.
“Harapan kami ke depannya, produksi kami nanti bisa menyamai, paling tidak sama dengan PTPN,” ujar Syarifuddin.
Untuk mendukung pemasaran hasil kebun setelah tanaman memasuki fase menghasilkan, PTPN IV PalmCo melalui Regional I juga telah menyiapkan skema penyerapan tandan buah segar (TBS) milik petani di pabrik kelapa sawit seinduk PTPN Group.
Perusahaan menyatakan akan membeli TBS dari KPPKS Kesepakatan dengan harga yang kompetitif, sehingga diharapkan dapat memberikan kepastian pasar bagi para petani mitra.
Selain itu, petani mitra juga akan difasilitasi dalam memperoleh sertifikasi keberlanjutan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO). Sertifikasi tersebut diharapkan dapat membuka peluang bagi petani untuk memperoleh nilai tambah dari hasil produksi sawit yang memenuhi standar keberlanjutan.
Program penanaman padi gogo di lahan PSR juga direncanakan akan diperluas ke lembaga pekebun mitra PTPN IV Regional I lainnya yang menjalankan program serupa.
Penanaman perdana di Kabupaten Asahan tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Asahan, antara lain Ketua DPRD Kabupaten Asahan, Efi Irwansyah Pane, Kapolres Asahan AKBP Adi Dharma Pramudita, Kepala Kejaksaan Negeri Asahan Mochamad Judhy Ismono, serta Dandim 0208/Asahan Letkol Inf. Edy Syahputra.
Dari jajaran PTPN IV PalmCo turut hadir Region Head PTPN IV Regional I, Rurianto, Operation Head I, Rina Tanjung, serta jajaran manajemen perusahaan lainnya. (Rulim)
.jpeg)


.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar