Jawa Timur, Mediareportasenews.com
Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Presiden Republik Indonesia hadir dalam rangkaian pembukaan Muktamar NU ke-35 Tahun 2026 yang dilaksanakan pada Kamis, 27 Agustus 2026, di Lapangan Untung Suropati Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Presiden Republik Indonesia juga hadir dalam rangkaian penutupan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 Tahun 2026.
Menurut informasi yang dihimpun Tim Media Online Mataseber dari pesan tertulis Sekretariat Kabinet, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menutup Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Senin, 31 Agustus 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo memenuhi janjinya kepada NU untuk hadir dalam acara penutupan Muktamar. Pada kesempatan itu pula, Presiden diberikan Kartu Tanda Anggota (KTA) Nahdlatul Ulama yang diserahkan oleh Rais Aam PBNU.
Momen tersebut memiliki makna sejarah tersendiri. Enam puluh empat tahun setelah Presiden Soekarno hadir dalam penutupan Muktamar NU pada masanya, Presiden Prabowo kembali hadir menutup forum besar Nahdlatul Ulama yang sejak awal berdirinya memiliki hubungan erat dengan perjalanan bangsa Indonesia.
Presiden mengapresiasi pelaksanaan Muktamar ke-35 NU yang berlangsung sukses, guyub, dan rukun. Presiden menilai NU telah memberikan contoh bahwa perbedaan dan kompetisi yang sehat dapat berjalan berdampingan dalam sebuah organisasi yang memiliki puluhan juta anggota, ribuan pesantren, dan puluhan ribu kiai.
Presiden juga menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya KH. Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU periode 2026–2031 serta KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU periode 2026–2031.
Kehadiran Presiden dalam Muktamar ke-35 NU menjadi bentuk penghormatan negara atas peran ulama dan warga Nahdlatul Ulama dalam menjaga persatuan, merawat kehidupan beragama, serta turut mengawal perjalanan Republik Indonesia.
Presiden menegaskan bahwa negara, bangsa, dan umat menantikan darma bakti Nahdlatul Ulama bagi Indonesia pada hari-hari, bulan-bulan, dan tahun-tahun yang akan datang.
Penutupan Muktamar ke-35 NU ditandai dengan pemukulan kentongan oleh Presiden Prabowo sebagai simbol berakhirnya rangkaian Muktamar, sekaligus harapan agar semangat guyub, rukun, dan pengabdian terus menjadi kekuatan dalam membangun Indonesia. (Samsul)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar