-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

LPA Deli Serdang Ultimatum Panitia 17 Agustus: Stop Konsep Lomba yang Dinilai Tak Layak Ditonton Anak

Selasa, 11 Agustus 2026 | Agustus 11, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-11T01:02:01Z



Deli Serdang, Mediareportasenews.com

Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Deli Serdang memberikan perhatian terhadap pelaksanaan berbagai kegiatan dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. LPA mengingatkan panitia, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, sekolah, organisasi kepemudaan, serta masyarakat agar memastikan setiap lomba maupun hiburan yang melibatkan anak tetap mengutamakan perlindungan dan kepentingan terbaik bagi anak.

Ketua LPA Kabupaten Deli Serdang, Junaidi Malik, S.H., C.Ht., menegaskan bahwa setiap kegiatan yang melibatkan anak harus memperhatikan nilai edukasi, kepantasan, pembentukan karakter, serta lingkungan tumbuh kembang yang aman dan positif.

“Jangan karena alasan hiburan dan mengejar tawa penonton, kemudian kita membuat lomba yang mempertontonkan perilaku atau ekspresi gender secara berlebihan kepada anak. Misalnya laki-laki dipakaikan daster dalam lomba sepak bola, kemudian dilengkapi riasan, gestur atau aksi yang menjadikan identitas gender sebagai bahan lelucon. Hal-hal seperti ini perlu dievaluasi ketika disaksikan anak,” tegas Junaidi.

Menurut LPA Deli Serdang, sejumlah bentuk kegiatan lain juga perlu diseleksi konsep dan pelaksanaannya, antara lain lomba joget, joget berpasangan, fashion show, lomba meniru artis, karaoke, lomba rias, serta drama atau parodi yang menggunakan gestur vulgar, adegan romantis atau seksual, maupun menjadikan orientasi seksual dan identitas gender sebagai bahan candaan.

“Bukan jenis lombanya yang otomatis salah, tetapi konsep, materi dan cara pelaksanaannya harus sesuai dengan usia serta kepentingan terbaik bagi anak,” ujarnya.

Junaidi menegaskan, LPA tidak bermaksud melakukan persekusi, kekerasan, penghinaan ataupun diskriminasi terhadap individu mana pun. Menurutnya, penghormatan terhadap setiap manusia tetap harus menjadi bagian penting dalam kehidupan bermasyarakat.

“Kita tetap harus menghormati setiap manusia. Tetapi ruang kegiatan anak juga harus dijaga. Anak belajar dari apa yang mereka lihat, dengar dan saksikan berulang-ulang,” katanya.


Dorong Kegiatan yang Membangun Karakter Anak

LPA Deli Serdang mendorong panitia kegiatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI untuk mengganti atau memperbaiki konsep lomba yang dinilai kurang sesuai dengan kegiatan yang lebih edukatif dan membangun karakter anak.

Sejumlah kegiatan yang dapat menjadi alternatif di antaranya permainan tradisional, olahraga, cerdas cermat kebangsaan, membaca puisi kemerdekaan, storytelling kepahlawanan, menggambar dan mewarnai, seni budaya daerah, hafalan Pancasila, gotong royong, serta berbagai kegiatan edukatif yang melibatkan keluarga.

“Perlindungan anak tidak boleh dilakukan melalui kekerasan atau diskriminasi. Pencegahan harus melalui edukasi, keteladanan, pengawasan orang tua dan pengelolaan kegiatan yang bertanggung jawab. Kita ingin melindungi anak tanpa melakukan persekusi terhadap siapa pun,” jelas Junaidi.

LPA Deli Serdang juga mengajak Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, pemerintah kecamatan dan desa, sekolah, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, serta para orang tua untuk bersama-sama melakukan seleksi terhadap konsep lomba, kostum, pertunjukan, dan hiburan sebelum kegiatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dilaksanakan, khususnya kegiatan yang melibatkan anak.

Menurut LPA, perhatian terhadap konsep kegiatan menjadi penting agar momentum peringatan kemerdekaan tidak hanya berlangsung meriah, tetapi juga memberikan pengalaman yang positif dan edukatif bagi anak-anak.

“Kemerdekaan bukan sekadar pesta dan hiburan. Mari kita rayakan dengan kegiatan yang membuat anak-anak gembira, belajar, berkarya, mencintai Indonesia dan menghargai sesama. Jangan jadikan anak sebagai sasaran hiburan orang dewasa,” pungkas Junaidi Malik. (Samsul)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update