Tapanuli Selatan, Mediareportasenews.com
Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) Gus Irawan Pasaribu menggelorakan gerakan perang melawan narkoba, rentenir, dan kemiskinan saat menghadiri kegiatan monitoring Tim TP PKK Provinsi Sumatera Utara terhadap Program Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) di Desa Sugi, Kecamatan Marancar, Jumat (3/7/2026).
Seruan tersebut disampaikan di hadapan Tim Monitoring TP PKK Sumatera Utara sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan dalam membangun masyarakat yang lebih sejahtera dan produktif melalui pemberdayaan ekonomi keluarga.
Dalam sambutannya, Gus Irawan menegaskan bahwa Program UP2K bukan sekadar ajang perlombaan administrasi, melainkan menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat desa yang sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Tapanuli Selatan.
"Sinergi antara PKK dan dinas teknis sangat krusial. Tanpa dukungan OPD, gerakan PKK sulit berkembang. Sebaliknya tanpa PKK, program pemerintah akan sulit menyentuh masyarakat hingga ke tingkat desa," ujar Gus Irawan.
Ia mengungkapkan, tantangan terbesar yang dihadapi masyarakat saat ini bukan hanya kemiskinan, tetapi juga jeratan pinjaman berbunga tinggi serta penyalahgunaan narkotika yang dapat menghancurkan produktivitas keluarga.
Sebagai solusi, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan menggandeng Bank Sumut melalui Program KUR Berkah dengan bunga rendah, bahkan hingga nol persen bagi kelompok tertentu. Selain itu, pemerintah juga menyediakan akses permodalan hingga Rp100 juta tanpa agunan serta menyiapkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebagai penampung hasil pertanian masyarakat.
"Jangan ada alasan lagi untuk miskin. Kita punya akses modal hingga Rp100 juta tanpa agunan. Pemerintah juga menyiapkan BUMD sebagai penampung hasil pertanian masyarakat," tegasnya.
Pelaksanaan Program UP2K di Desa Sugi dinilai mulai menunjukkan hasil positif. Masyarakat yang sebelumnya menjual hasil pertanian dalam bentuk bahan mentah kini telah mengolahnya menjadi produk bernilai tambah, seperti gula merah dan gula semut.
Kepala Desa Sugi, Henri Pakpahan, mengatakan perubahan tersebut mampu meningkatkan nilai jual produk sekaligus pendapatan masyarakat.
"Sebelumnya kami menjual bahan mentah. Sekarang masyarakat sudah mampu mengolah sendiri sehingga nilai ekonominya jauh lebih tinggi," katanya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Tapanuli Selatan, Murni Gus Irawan, menjelaskan bahwa monitoring yang dilakukan TP PKK Provinsi Sumatera Utara tidak hanya bertujuan menentukan pemenang lomba, tetapi juga mengukur keberlanjutan pelaksanaan program di lapangan.
"Ini bukan soal juara atau tidak. Yang terpenting bagaimana 10 Program Pokok PKK benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," ujarnya.
Ketua Tim Monitoring TP PKK Sumatera Utara, Rika Astri Siregar, mengatakan hasil monitoring akan menjadi dasar penentuan enam besar daerah terbaik pada kategori UP2K tingkat Provinsi Sumatera Utara sebelum memasuki tahapan evaluasi berikutnya.
Ia berharap desa binaan tidak hanya mengejar prestasi, tetapi mampu menghadirkan perubahan nyata dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi keluarga.
Keberhasilan Desa Sugi dinilai dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Tapanuli Selatan, khususnya dalam mengembangkan usaha berbasis potensi lokal serta memperkuat pemberdayaan perempuan melalui gerakan PKK. (Asrianto)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar