Wakil Bupati Samosir, Ariston Tua Sidauruk, bertindak sebagai inspektur upacara yang diikuti oleh Forkopimda, jajaran pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Samosir, TNI/Polri, ASN, pelajar, serta tenaga pendidik. Upacara berlangsung khidmat dengan partisipasi lintas elemen sebagai wujud komitmen bersama terhadap kemajuan pendidikan di daerah.
Peringatan Hardiknas tahun ini di Kabupaten Samosir tampil berbeda dan sarat makna. Seluruh peserta upacara mengenakan ulos, kain tenun khas Batak, sebagai simbol penghormatan terhadap budaya dan kearifan lokal. Para pimpinan OPD juga tampak mengenakan ulos lengkap dengan sortali dan sortopi, menambah nuansa adat yang kental dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Perpaduan antara semangat pendidikan dan pelestarian budaya ini mencerminkan komitmen Pemerintah Kabupaten Samosir dalam membangun generasi unggul tanpa meninggalkan identitas daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Samosir membacakan pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu’ti, yang menegaskan bahwa Hari Pendidikan Nasional merupakan momentum untuk melakukan refleksi, meneguhkan, serta menghidupkan kembali semangat pendidikan nasional. Pendidikan pada hakikatnya adalah proses memanusiakan manusia, menumbuhkan potensi, membangun karakter, serta memuliakan martabat manusia. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan ajaran Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantara, melalui sistem among, yakni asah, asih, dan asuh.
Menteri juga menyampaikan bahwa pemerintah terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan melalui pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) serta lima kebijakan strategis, yang mencakup pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan, digitalisasi pembelajaran, peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru, penguatan karakter peserta didik, peningkatan literasi dan numerasi, hingga perluasan akses pendidikan yang inklusif dan merata.
Wakil Bupati Samosir menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Samosir mendukung penuh arah kebijakan nasional di sektor pendidikan dan terus berkomitmen meningkatkan mutu pendidikan di daerah. Menurutnya, pendidikan merupakan fondasi utama dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
“Pendidikan adalah investasi masa depan. Karena itu, seluruh elemen harus bersinergi agar anak-anak Samosir memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas, berkarakter, dan berakar pada budaya lokal,” ujar Ariston.
Dalam sektor pendidikan, Pemerintah Kabupaten Samosir juga mengalokasikan anggaran untuk pemberian beasiswa mulai dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi, termasuk bagi siswa kurang mampu sebagai bentuk pemerataan akses pendidikan.
Melalui momentum Hardiknas 2026, Pemerintah Kabupaten Samosir mengajak seluruh masyarakat untuk memperkuat kolaborasi antara sekolah, keluarga, masyarakat, dan pemerintah demi mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua, menuju Indonesia yang cerdas, maju, dan bermartabat. (Rokki.P)
.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar