Tapanuli Utara, Mediareportasenews.com
Bupati Tapanuli Utara Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat menghadiri rapat implementasi dan tindak lanjut penyelenggaraan Pusat Promosi Investasi Daerah yang diselenggarakan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia di Hotel AsiaLink, Jumat (17/04/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum strategis bagi daerah untuk memperkuat akses ke jaringan investor internasional melalui kolaborasi dengan International Business Association.
Program PPID yang diresmikan oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia pada Januari 2026 bertujuan memfasilitasi kabupaten di seluruh Indonesia dalam mempercepat ekspor komoditas unggulan serta menarik investasi berkualitas.
Dalam sesi diskusi, Bupati Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat menyampaikan masukan terkait pengembangan sektor pariwisata daerah. Ia menegaskan pemerintah daerah harus berperan sebagai lokomotif utama melalui stimulus APBD sebelum sektor swasta masuk.
“Sektor pariwisata tidak bisa serta-merta mengandalkan swasta di tahap awal. Pemerintah harus hadir memberikan kontribusi, setidaknya 50 persen melalui APBD untuk pembangunan fasilitas dan penyelenggaraan agenda kegiatan demi menggairahkan pasar,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinkronisasi kebijakan antar kementerian agar dukungan infrastruktur pariwisata berjalan beriringan dengan promosi daerah.
Selain sektor pariwisata, Bupati juga menyoroti aspek pembiayaan pembangunan infrastruktur strategis, seperti rumah sakit. Ia menilai skema pendanaan melalui PT Sarana Multi Infrastruktur lebih efisien dibandingkan perbankan konvensional.
“Mekanisme melalui PT SMI dinilai lebih efektif karena menggunakan sistem transfer yang terintegrasi dengan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD). Hal ini memberikan kemudahan dan kepastian dalam manajemen penarikan dana dibandingkan skema pinjaman biasa yang cenderung lebih membebani fiskal daerah,” jelasnya.
Kehadiran Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara dalam forum ini juga diperkuat dengan pemilihan ruang gerai di gedung PPID yang akan berfungsi sebagai etalase permanen potensi daerah. Keberadaan gerai tersebut diharapkan mampu merangsang pertumbuhan UMKM lokal dengan menghubungkan produk unggulan Tapanuli Utara langsung kepada pembeli luar negeri yang kredibel.
Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Tapanuli Utara Henry M. M. Sitompul bersama jajaran Dinas Penanaman Modal Kabupaten Tapanuli Utara serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tapanuli Utara guna memastikan implementasi kerja sama investasi berjalan optimal. (Rokki.P)

.jpeg)
.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar