-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Kolaborasi Pemkab & BNN Deli Serdang Jalankan Program Pencegahan Narkoba

Kamis, 12 Maret 2026 | Maret 12, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-12T09:31:49Z

Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan saat menerima kunjungan Kepala BNN Deli Serdang, Kombes Pol Dr Josua Tampubolon SH MH di Kantor Bupati Deli Serdang, Rabu (11/3/2026). Pemkab Deli Serdang membuka ruang koordinasi bagi BNN untuk berkolaborasi dengan perangkat daerah, camat, hingga pemerintah desa dalam menjalankan program-program pencegahan narkoba di masyarakat. (Foto Diskominfostan Deli Serdang)



Lubuk Pakam, Mediareportasenews.com

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang membuka ruang koordinasi bagi Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk berkolaborasi dengan perangkat daerah, camat hingga pemerintah desa dalam menjalankan berbagai program pencegahan penyalahgunaan narkoba di tengah masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Bupati Deli Serdang dr H Asri Ludin Tambunan saat menerima kunjungan Kepala BNN Deli Serdang Kombes Pol Dr. Josua Tampubolon, SH, MH di Kantor Bupati Deli Serdang, Rabu (11/3/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Deli Serdang siap mendukung berbagai program BNN dalam upaya melindungi masyarakat dari bahaya narkotika. Dukungan tersebut mencakup penguatan koordinasi hingga pelaksanaan program sosialisasi di tingkat desa maupun sekolah.




“Kita siap bekerja sama dan mengawal berbagai program yang bertujuan melindungi masyarakat dari bahaya narkoba. Pemerintah daerah akan mendukung upaya sosialisasi dan penguatan program di desa maupun sekolah,” tegas Bupati.

Ia juga berharap sinergi antara Pemkab Deli Serdang dan BNN dapat terus diperkuat guna menciptakan lingkungan yang bersih dari penyalahgunaan narkotika di wilayah Kabupaten Deli Serdang.

Sementara itu, Kepala BNN Kabupaten Deli Serdang Kombes Pol Dr. Josua Tampubolon, SH, MH menyampaikan bahwa kondisi peredaran narkotika secara nasional saat ini cukup memprihatinkan. Berdasarkan data BNN, Provinsi Sumatera Utara menempati peringkat pertama dalam tingkat prevalensi penyalahgunaan narkoba di Indonesia.




Ia menjelaskan bahwa jalur masuk narkotika terbesar ke Indonesia masih didominasi jalur laut dari kawasan Asia Tenggara, seperti Malaysia, Brunei, dan Thailand. Kondisi tersebut menuntut adanya sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta masyarakat dalam upaya pencegahan.

“Permasalahan narkoba ini sudah sangat meresahkan. Untuk itu diperlukan kolaborasi semua pihak, termasuk pemerintah daerah hingga tingkat desa,” jelasnya.

Lebih lanjut diterangkan, peta kerawanan peredaran narkoba di Kabupaten Deli Serdang dibagi ke dalam tiga kategori, yakni zona merah, kuning, dan hijau dari total 22 kecamatan. Beberapa wilayah yang masuk kategori rawan antara lain Kecamatan Percut Sei Tuan, Sunggal, Pancur Batu, Tanjung Morawa, serta beberapa wilayah lainnya.




Sebagai langkah pencegahan, BNN Kabupaten Deli Serdang juga mendorong pembentukan Desa Bersinar (Bersih Narkoba) serta peningkatan kegiatan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya di kalangan pelajar.

Selain itu, saat ini mulai berkembang tren baru penyalahgunaan narkotika yang dikemas dalam bentuk vape melalui zat psikoaktif baru atau New Psychoactive Substances (NPS) yang mulai menyasar kalangan remaja.

“Kita harus memberikan edukasi kepada pelajar terkait bahaya narkoba, termasuk tren baru yang dikemas melalui vape. Generasi muda harus kita lindungi karena merekalah yang akan menjadi generasi Indonesia Emas 2045,” jelasnya. (DISKOMINFOSTAN DELI SERDANG)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update