-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Bupati Samosir Buka Musrenbang RKPD 2027, Dorong Pembangunan SDM dan Penguatan Ekonomi

Jumat, 13 Maret 2026 | Maret 13, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-13T07:24:02Z



Samosir, Mediareportasenews.com

Pemerintah Kabupaten Samosir melaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Samosir Tahun 2027 yang digelar di Sopo Bolon HKBP Pangururan, Rabu (11/3/2026).

Pembukaan Musrenbang ditandai dengan pemukulan gendang (gondang) oleh Bupati Samosir Vandiko T. Gultom bersama perwakilan Gubernur Sumatera Utara yang diwakili Perencana Ahli Utama Ir. M. A. Effendi Pohan serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).




Musrenbang RKPD Tahun 2027 mengusung tema “Akselerasi Pembangunan Sumber Daya Manusia, Penguatan Ekonomi dan Inklusi Sosial Berbasis Pemberdayaan Masyarakat”. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara hybrid dan dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Samosir, staf ahli bupati, para asisten, pimpinan perangkat daerah, camat se-Kabupaten Samosir, pimpinan instansi vertikal, BUMN dan BUMD, tokoh masyarakat, tokoh agama, akademisi, organisasi kemasyarakatan serta berbagai pemangku kepentingan pembangunan daerah lainnya.

Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut antara lain Sekretaris Bapperida Provinsi Sumatera Utara Lailah Lubis, Kepala BPS Samosir Devitanorani Saragih, Sekretaris Perindag ESDM Provsu Ir. Yosie Sukmono ST MT, Kasatker BBPJN Devi Alcitra Chandar serta Koordinator Sumatera I Bappenas Aditya Widya Pradipra.

Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menyampaikan bahwa tema Musrenbang RKPD Tahun 2027 merupakan penyelarasan dengan rencana kerja Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui pendekatan perencanaan pembangunan yang bersifat holistik.




Menurut Vandiko, fokus utama pembangunan daerah diarahkan pada percepatan pembangunan sumber daya manusia melalui peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, keterampilan, serta pembentukan karakter masyarakat agar mampu beradaptasi dan berdaya saing dalam pembangunan daerah.

Selain itu, pemerintah daerah juga mendorong penguatan ekonomi yang tangguh dan berkelanjutan melalui peningkatan produktivitas, pengembangan ekonomi lokal, pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), serta perluasan kesempatan kerja bagi masyarakat.




Ia juga menekankan pentingnya prinsip inklusi sosial dalam pembangunan daerah agar seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok rentan dan kurang beruntung, dapat memperoleh akses yang adil terhadap pelayanan publik, kesempatan ekonomi, serta manfaat pembangunan.

“Pembangunan tidak boleh meninggalkan siapa pun, tetapi harus menjangkau seluruh warga secara merata dan berkeadilan,” tegas Vandiko.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa seluruh fokus pembangunan tersebut akan dijabarkan ke dalam 11 program dan 45 kegiatan hasil terbaik cepat (KHTC) sebagai upaya percepatan pembangunan daerah.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara yang diwakili Ir. M. A. Effendi Pohan menyampaikan bahwa visi pembangunan Sumatera Utara adalah “Kolaborasi Sumut Berkah Menuju Sumatera Utara Unggul, Maju dan Berkelanjutan”.




Ia menegaskan bahwa visi tersebut menjadi arah kerja bersama antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, dunia usaha, akademisi serta seluruh masyarakat. Menurutnya, keberhasilan pembangunan pada akhirnya diukur dari meningkatnya kualitas hidup masyarakat, terbukanya kesempatan kerja serta semakin kuatnya ketahanan wilayah.

Pada tahun 2027, pembangunan di Sumatera Utara difokuskan pada empat arah kebijakan utama, yakni penguatan sumber daya manusia unggul, peningkatan konektivitas wilayah, penguatan ekonomi lokal berbasis potensi daerah, serta pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Samosir Sarhockel Martopolo Tamba dalam sambutannya juga menekankan pentingnya peningkatan konektivitas antarwilayah, termasuk perbaikan jalan nasional dan jalan provinsi yang dinilai dapat mendorong pengembangan ekonomi daerah.




Dalam forum tersebut, Sarhockel juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk lebih memperhatikan isu lingkungan hidup, khususnya terkait drainase serta kualitas air Danau Toba yang menjadi bagian penting dalam pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Samosir.

Menutup kegiatan Musrenbang, Wakil Bupati Samosir Ariston T. Sidauruk mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan pembangunan Kabupaten Samosir yang lebih maju dan berkelanjutan.




Ia menegaskan bahwa hasil Musrenbang RKPD Tahun 2027 harus menjadi pedoman bersama dalam merumuskan program dan kegiatan pembangunan yang benar-benar berpihak kepada masyarakat serta mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan daerah.

Pada akhir kegiatan, dilakukan penandatanganan berita acara Musrenbang secara bersama oleh unsur pimpinan daerah, DPRD, perangkat daerah serta perwakilan pemangku kepentingan sebagai bentuk komitmen dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Samosir. (Rokki.P)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update