-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Bazar Ramadan Diikuti 100 Pelaku UMKM, Bukti Pertumbuhan Ekonomi Kian Menggeliat

Minggu, 01 Maret 2026 | Maret 01, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-01T05:36:17Z

Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan bersama Ketua TP PKK, Ny Jelita Asri Ludin Tambunan, memukul drum sebagai penanda dibukanya Bazar Ramadan 1447 Hijriah di Alun-Alun Kecamatan Tanjung Morawa, Desa Buntu Bedimbar, Jumat malam (27/2/2026). Bazar kali ini diikuti oleh 100 pelaku UMKM, jumlah yang lebih banyak dari tahun sebelumnya dan menjadi bukti pertumbuhan ekonomi masyarakat semakin bergeliat jika dibanding tahun sebelumnya. (Foto Diskominfostan Deli Serdang)


Tanjung Morawa, Mediareportasenews.com

Pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya di Kampung Banten, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, menunjukkan geliat yang lebih kuat dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi tersebut tercermin dari meningkatnya jumlah pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang ambil bagian dalam pelaksanaan Bazar Ramadan tahun ini.

Pada Ramadan Fair yang digelar di Alun-Alun Kecamatan Tanjung Morawa, tercatat sekitar 100 pelaku UMKM membuka stan dan berpartisipasi aktif. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun lalu yang jumlah pesertanya relatif lebih sedikit.

“Terjadi peningkatan jumlah peserta UMKM yang ikut berjualan tahun ini, hampir mencapai 100 pelaku usaha. Ini menunjukkan kreativitas masyarakat Kampung Banten dan Deli Serdang mulai menggeliat,” kata Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan saat meresmikan Bazar Ramadan 1447 Hijriah Kampung Banten di Alun-Alun Kecamatan Tanjung Morawa, Desa Buntu Bedimbar, Jumat malam (27/2/2026), bersama Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Deli Serdang, Ny Jelita Asri Ludin Tambunan.




Bupati berharap panitia dapat menghitung total perputaran ekonomi selama bazar berlangsung agar pemerintah memiliki data konkret dalam mengukur dampak kegiatan tersebut terhadap perekonomian masyarakat. Menurutnya, data tersebut penting sebagai bahan evaluasi sekaligus dasar perencanaan pengembangan kegiatan serupa di masa mendatang.

“Kita ingin mengetahui berapa besar perputaran uang selama bazar ini berlangsung dan sektor mana yang paling diminati masyarakat. Itu bisa menjadi bahan evaluasi untuk pengembangan ke depan,” jelasnya.

Ia juga menyebutkan tingginya antusiasme masyarakat dalam bazar menjadi indikator bahwa daya beli masyarakat masih cukup baik. Meski inflasi tetap terjadi, aktivitas ekonomi yang terus bergerak dinilai mampu menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi daerah.




“Inflasi memang ada, tetapi selama daya beli masyarakat tetap terjaga dan kegiatan ekonomi terus bergerak, maka pertumbuhan ekonomi daerah akan tetap stabil,” ujarnya.

Menanggapi keluhan terkait munculnya tagihan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) terhadap fasilitas umum di lokasi bazar, Bupati menegaskan bahwa fasilitas umum seharusnya tidak dikenakan PBB dan akan dilakukan penyesuaian.

“Kalau itu fasilitas umum, kita nolkan. Kemungkinan terjadi kekurangcermatan dalam pendataan,” tegasnya.

Ia menjelaskan, pada tahun 2025 terdapat 495 ribu Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) yang diterbitkan. Namun pada tahun 2026 jumlahnya dikurangi menjadi sekitar 200 ribu SPPT. Selain itu, masyarakat kurang mampu yang masuk kategori desil 1 hingga 5 juga memperoleh kebijakan pembebasan PBB sebagai bentuk keberpihakan pemerintah terhadap kondisi ekonomi masyarakat.




“Itulah bentuk kepedulian pemerintah terhadap kondisi perekonomian masyarakat,” cetus Bupati dalam acara yang juga dirangkai dengan penyerahan sembako dan tali asih kepada masyarakat yang membutuhkan.

Sebelumnya, Ketua Panitia Bazar Ramadan, Sahrudi Syahid SS, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan hasil kerja keras panitia yang tergabung dalam Senada Productions. Selama delapan tahun penyelenggaraan, berbagai tantangan telah dihadapi, namun kegiatan tetap berjalan berkat semangat kebersamaan dan dukungan para sponsor.

“Selama delapan tahun kami terus bersama membesarkan Kampung Banten. Banyak rintangan yang kami hadapi, tetapi dengan semangat kebersamaan dan dukungan sponsor, Alhamdulillah bazar ini bisa terus berjalan,” ujarnya.




Bazar tahun ini diikuti sekitar 100 pelaku UMKM yang berasal dari Dusun III Desa Buntu Bedimbar, Desa Bangun Sari Baru, serta warga Tanjung Morawa dan sekitarnya. Stan yang ditampilkan didominasi produk lokal hasil usaha masyarakat setempat.

Selain menjadi pusat kuliner dan produk UMKM, panitia juga menggelar berbagai perlombaan bernuansa Islami, seperti lomba azan, lomba baca Al-Qur’an, dan lomba lagu religi. Area bazar turut dilengkapi fasilitas musala yang dapat digunakan pedagang maupun pengunjung.




Peresmian kegiatan yang telah menjadi agenda rutin tahunan tersebut turut dihadiri unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Tanjung Morawa, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, alim ulama, serta aparat Pemerintahan Desa Buntu Bedimbar. (DISKOMINFOSTAN DELI SERDANG)

Editor : Samsul

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update