-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Pemkab Deli Serdang Perkuat Mitigasi & Penanganan Darurat Banjir

Kamis, 08 Januari 2026 | Januari 08, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-08T07:23:51Z

Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan dan Wakil Bupati, Lom Lom Suwondo SS, melakukan pertemuan dengan pihak Methodist, Universitas Negeri Medan (Unimed), CitraLand, dan Jewel Garden di Ruang Rapat, Lantai II, Kantor Bupati Deli Serdang, Rabu (7/1/2026). Pada pertemuan itu ditekankan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang tidak pernah menutup pintu bagi investor. Namun setiap pembangunan harus memikirkan dampaknya, terutama bertambahnya debit air, berkurangnya daerah resapan, dan beban saluran drainase. (Foto Diskominfostan Deli Serdang)


Lubuk Pakam, Mediareportasenews.com

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang memperkuat langkah mitigasi dan penanganan darurat banjir melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk melibatkan para pengembang serta institusi pendidikan yang berada di kawasan terdampak banjir.

Langkah tersebut diambil untuk menjawab keluhan masyarakat Desa Bandar Khalifah, Lau Dendang, Saentis, dan Sampali di Kecamatan Percut Sei Tuan, yang kerap mengalami genangan air hingga berhari-hari saat curah hujan tinggi, baik di wilayah hulu, tengah, maupun pesisir Kabupaten Deli Serdang. Kondisi tersebut terutama dirasakan pada Desember 2025 lalu.




“Pemerintah Kabupaten Deli Serdang tidak pernah menutup pintu bagi investor. Namun setiap pembangunan harus memikirkan dampaknya, terutama bertambahnya debit air, berkurangnya daerah resapan, dan beban saluran drainase,” tegas Bupati Deli Serdang dr H Asri Ludin Tambunan saat pertemuan dengan pihak Methodist, Universitas Negeri Medan (Unimed), CitraLand, dan Jewel Garden. Pertemuan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Lantai II Kantor Bupati Deli Serdang dan turut dihadiri Wakil Bupati (Wabup) Lom Lom Suwondo SS, Rabu (7/1/2026).

Bupati menjelaskan, sebelum adanya pembangunan perumahan berskala besar, kawasan Sampali dan Bandar Khalifah relatif bebas dari banjir. Namun seiring meningkatnya jumlah penduduk dan pesatnya pembangunan, kapasitas saluran air yang ada tidak lagi memadai untuk menampung debit air saat hujan deras.

Untuk itu, setiap pengembang diminta menyiapkan embung atau kolam retensi, memperlebar saluran drainase, serta memastikan seluruh sistem pembuangan air terhubung dengan baik hingga ke wilayah hilir.




Apabila investor atau pengembang tidak mampu memenuhi persyaratan terkait aspek lingkungan tersebut, Bupati menegaskan bukan tidak mungkin izin pembangunan tidak akan dikeluarkan.

“Saya tidak menolak investasi, tapi jangan benturkan pemerintah dengan masyarakat. Kita harus berkolaborasi. Jangan hanya keuntungan yang diambil, sementara tanggung jawab lingkungan dibebankan kepada pemerintah,” tegas Bupati.

Selain persoalan banjir, Bupati juga menyoroti pentingnya penataan lingkungan secara menyeluruh, termasuk pengelolaan sampah, pengaturan lalu lintas, serta kepatuhan pajak, khususnya Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di kawasan perumahan.

Ia berharap para pengembang dapat berperan aktif dalam pengelolaan sampah di lingkungan masing-masing, sekaligus membantu pemerintah dalam mengoptimalkan penerimaan pajak daerah guna mendukung pembangunan infrastruktur dan peningkatan pelayanan publik.

Kepada pihak Unimed dan institusi lainnya, Bupati juga meminta agar turut ambil bagian dalam menjaga kebersihan dan penataan lingkungan, termasuk di area pagar kampus dan ruang publik yang berpotensi menimbulkan kesan kumuh.

Di kesempatan yang sama, Wakil Bupati Lom Lom Suwondo SS mengajak seluruh pengembang untuk menampilkan identitas Kabupaten Deli Serdang di setiap kawasan pembangunan, baik melalui ikon daerah, penanda wilayah, maupun penyediaan fasilitas publik.




Pemkab Deli Serdang, lanjut Wabup, telah menjalin kerja sama dengan instansi perpajakan dan Kejaksaan dalam rangka penegakan peraturan daerah serta optimalisasi pendapatan daerah.

“Kami membuka ruang selebar-lebarnya untuk berkolaborasi. Jangan ada proteksi terhadap petugas pemerintah yang melakukan pendataan dan penilaian objek pajak. Ini demi kepentingan kita bersama,” ujar Wabup.

Wabup juga menyoroti masih adanya kesenjangan antara kawasan perumahan mewah dengan lingkungan masyarakat sekitar yang infrastrukturnya belum memadai.

Oleh karena itu, ia mengajak para pengembang untuk bersama-sama memperbaiki jalan dan fasilitas umum yang beririsan langsung dengan kawasan perumahan.

“Kalau anggaran pengembang terbatas, kita bisa berbagi. Tapi kalau mampu, mohon bantu. Ini tanggung jawab kita bersama untuk membangun wajah Deli Serdang yang lebih baik,” ajak Wabup. (DISKOMINFOSTAN DELI SERDANG)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update