-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Dukung Program Gubsu Bobby Nasution, Pemkab Samosir Usulkan Sabulan Jadi Kampung Kreatif Sumut Berkah

Senin, 12 Oktober 2026 | Oktober 12, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-12T03:50:09Z



Samosir, Mediareportasenews.com

(Jumat, 9 Oktober 2026), Desa Sabulan, Kecamatan Sitiotio, Kabupaten Samosir, memiliki potensi yang tidak hanya bertumpu pada keindahan panorama Danau Toba. Di balik hamparan persawahan terasering, Bukit Sipatungan, serta bentang alam yang menghadap langsung ke Danau Toba, Desa Sabulan menyimpan kekayaan sejarah, situs budaya, tradisi, dan potensi ekonomi masyarakat yang menjadi modal penting untuk dikembangkan sebagai kawasan unggulan.

Berbagai potensi tersebut kini diarahkan menjadi kekuatan baru melalui pengusulan Desa Sabulan sebagai Kampung Kreatif Sumut Berkah, salah satu program yang diinisiasi oleh Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution. Pemerintah Kabupaten Samosir menyatakan dukungan penuh terhadap program tersebut dan terus mempersiapkan Desa Sabulan agar mampu memenuhi seluruh tahapan penilaian dan verifikasi yang telah ditetapkan.

Pengembangan Desa Sabulan dirancang secara terintegrasi dengan memadukan potensi budaya dan seni lokal, keindahan alam dan pariwisata, kerajinan serta industri kreatif, sumber daya manusia, pertanian, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), infrastruktur, hingga pemanfaatan teknologi. Konsep tersebut diharapkan tidak sekadar menata kawasan secara fisik, tetapi juga membuka peluang yang lebih luas bagi masyarakat untuk terlibat langsung sebagai pelaku utama dalam pengembangan ekonomi kreatif dan pariwisata desa.




Untuk memastikan kesesuaian antara proposal yang diajukan dengan kondisi faktual di lapangan, Tim Verifikasi dan Validasi Kampung Kreatif Sumut Berkah yang dipimpin Ketua Tim Benny P. Girsang turun langsung meninjau Desa Sabulan, Jumat (9/10/2026).

Dalam kegiatan tersebut, tim didampingi Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Bapperida Kabupaten Samosir, Yanti Ompusunggu; Kepala Bidang Perencanaan Perekonomian, Rikardo Simbolon; Camat Sitiotio, Josro Tamba; Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), Golfried Harianja; Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Hans Rikardo Sidabutar; serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Turut hadir Ketua Lembaga Adat dan Budaya (LAB) Kabupaten Samosir, Pantas M. Sinaga, Kepala Desa Sabulan, dan masyarakat setempat.

Kehadiran tim verifikasi disambut hangat oleh masyarakat Desa Sabulan. Pemerintah desa bersama warga menyatakan dukungan terhadap program tersebut, termasuk kesiapan untuk mendukung penyediaan dan penataan lahan yang dibutuhkan sesuai dengan ketentuan program.

Masyarakat Desa Sabulan juga menaruh harapan besar terhadap perhatian dan dukungan Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution, agar desa mereka dapat terpilih sebagai Kampung Kreatif Sumut Berkah. Mereka berharap program tersebut menjadi peluang untuk mempercepat pembangunan desa, mengembangkan potensi sejarah dan budaya, serta meningkatkan perekonomian masyarakat melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.




Camat Sitiotio, Josro Tamba, berharap Desa Sabulan memperoleh kesempatan untuk dikembangkan melalui program tersebut. Ia mengajak seluruh masyarakat agar bersama-sama mendukung proses penilaian, termasuk memastikan kesiapan dan pemenuhan persyaratan lahan yang dibutuhkan.

Menurutnya, program Kampung Kreatif Sumut Berkah merupakan peluang besar bagi masyarakat untuk memperoleh dukungan pembangunan sekaligus mengembangkan potensi desa secara lebih terarah. Karena itu, partisipasi aktif dan kerja sama seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan agar Desa Sabulan dapat memenuhi kriteria yang ditetapkan.

"Program Bapak Gubernur akan menjadi berkat bagi masyarakat. Apabila desa ini memperoleh hasil dengan nilai yang terbaik maka akan memperoleh alokasi anggaran dan akan banyak pengembangan. Mari kita dukung bersama. Semoga kita bisa mendapatkan pembangunan ini,” kata Josro.

Dukungan juga disampaikan salah seorang warga, Mahidin Pandiangan. Ia menyatakan bahwa masyarakat sangat berharap program Kampung Kreatif Sumut Berkah dapat menjadi pendorong bagi kemajuan Desa Sabulan, terutama dalam mengangkat nilai sejarah dan budaya yang selama ini melekat kuat dalam kehidupan masyarakat.




Mahidin menilai Desa Sabulan memiliki nilai historis yang penting karena berkaitan dengan sejarah keturunan Si Raja Lontung. Menurutnya, kekayaan sejarah tersebut merupakan identitas yang perlu dijaga, dilestarikan, dan diperkenalkan kepada generasi mendatang maupun masyarakat luas.

“Desa Sabulan merupakan kampung bersejarah dan membawa berkah kepada keturunan Si Raja Lontung yang tersebar di penjuru dunia. Kami bangga dan mengapresiasi program Bapak Gubernur, akan kami dukung sepenuhnya,” ujar Mahidin.

Sementara itu, Ketua Lembaga Adat dan Budaya (LAB) Kabupaten Samosir, Pantas M. Sinaga, turut menyampaikan dukungannya terhadap pengembangan Desa Sabulan sebagai Kampung Kreatif Sumut Berkah. Menurutnya, pengembangan kawasan tersebut memiliki arti penting dalam upaya menjaga dan melestarikan sejarah serta warisan budaya masyarakat Batak, khususnya yang berkaitan dengan Si Raja Lontung.

Ia berharap berbagai situs budaya yang terdapat di Desa Sabulan dapat ditata dan dikembangkan secara terencana sehingga menjadi bagian penting dari daya tarik kawasan. Dengan demikian, pelestarian budaya tidak hanya menjadi upaya menjaga warisan leluhur, tetapi juga dapat memberikan nilai tambah bagi pengembangan pariwisata dan perekonomian masyarakat setempat.

“Pengembangan Desa Sabulan sangat penting sebagai titik nol Si Raja Lontung. Kami berharap situs yang ada dapat ditata kembali. Segala administrasi dukungan akan disiapkan,” ujarnya.




Sebelumnya, dalam pemaparan yang berlangsung di Kantor Bupati Samosir, Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Samosir, Hotraja Sitanggang, menyampaikan bahwa rencana pengembangan Desa Sabulan saat ini turut didukung oleh peningkatan aksesibilitas melalui pembangunan Jalan Provinsi Simpang Gonting–Janji Raja.

Pembangunan infrastruktur jalan tersebut merupakan salah satu program Gubernur Sumatera Utara yang membuka akses darat dari Kabupaten Humbang Hasundutan menuju Kabupaten Samosir. Peningkatan konektivitas ini diharapkan dapat mempermudah mobilitas masyarakat, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta membuka peluang pengembangan kawasan wisata dan ekonomi lokal.

Menurut Hotraja, Desa Sabulan memiliki karakteristik yang sesuai untuk dikembangkan sebagai Kampung Kreatif karena menyimpan perpaduan potensi bentang alam, sejarah, budaya, legenda, mitos, dan objek wisata. Seluruh potensi tersebut dinilai dapat dikembangkan menjadi daya tarik yang saling melengkapi apabila ditata secara terintegrasi dan melibatkan partisipasi masyarakat.

“Kami berharap Kampung Kreatif ini bisa terwujud di Sabulan. Ke depan akan menjadi prioritas dan andalan Samosir untuk pariwisata,” ungkap Hotraja.

Ketua Tim Verifikasi dan Validasi Kampung Kreatif Sumut Berkah, Benny P. Girsang, menjelaskan bahwa proses verifikasi dilakukan untuk mencocokkan proposal yang telah diajukan Pemerintah Kabupaten Samosir dengan kondisi nyata di lapangan. Tahapan tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan kesesuaian antara rencana pembangunan, kesiapan kawasan, serta potensi yang benar-benar dimiliki oleh desa yang diusulkan.

“Kami sudah menilai proposal yang sudah diajukan dan selanjutnya melakukan verifikasi sesuai fakta di lapangan,” kata Benny.

Ia menjelaskan bahwa desa yang terpilih dalam program Kampung Kreatif Sumut Berkah berpeluang memperoleh dukungan bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dengan nilai mulai dari Rp5 miliar hingga Rp50 miliar, bergantung pada hasil penilaian. Besaran bantuan akan disesuaikan dengan proposal yang diajukan serta hasil evaluasi terhadap kelayakan dan kesiapan masing-masing desa.

Benny juga menegaskan bahwa penggunaan bantuan keuangan tersebut harus sesuai dengan peruntukan yang tercantum dalam proposal. Selain itu, pelaksanaan program membutuhkan dukungan dan kolaborasi pemerintah daerah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), terutama untuk memperkuat berbagai aspek pembangunan yang diperlukan dalam pengembangan kawasan.




“Untuk bantuan keuangan provinsi peruntukannya jelas sesuai proposal dan harus ada dukungan dari APBD terhadap penguatan hal-hal lain. Harus ada kolaborasi. Yang paling rendah Rp5 miliar dan yang terbaik Rp50 miliar,” jelasnya.

Lebih lanjut, Benny menegaskan bahwa proses verifikasi dan validasi akan dilaksanakan secara profesional dengan mempertimbangkan berbagai aspek yang telah ditetapkan. Hasil penilaian tersebut selanjutnya akan dibawa ke dalam sidang pleno untuk menentukan desa yang memenuhi kriteria program.

Ia juga mengingatkan bahwa dukungan masyarakat, kepastian status aset dan lahan, serta kesesuaian perencanaan dengan kondisi faktual di lapangan merupakan unsur penting dalam proses penilaian. Oleh karena itu, kesiapan desa tidak cukup hanya ditunjukkan melalui dokumen proposal, tetapi juga harus dibuktikan dengan kondisi nyata dan komitmen masyarakat dalam mendukung pelaksanaan pembangunan.

Sebanyak 45 desa di Sumatera Utara disebut bersaing untuk mendapatkan program tersebut. Dengan jumlah peserta yang cukup banyak, setiap desa diharapkan mampu menunjukkan keunggulan potensi lokal, kesiapan masyarakat, serta perencanaan pembangunan yang matang dan realistis.

Menurut Benny, keberhasilan pengembangan Kampung Kreatif sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat dan kesiapan kawasan yang diusulkan. Penataan lahan, pengembangan situs budaya, serta pelaksanaan berbagai rencana pembangunan harus benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan agar program dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat jangka panjang.

“Jika terpilih menjadi Kampung Kreatif, masyarakat juga harus kreatif, harus mendukung pembebasan lahan. Tidak cukup hanya di atas kertas, penataan kawasan dan situs harus sesuai dengan fakta di lapangan,” tegas Benny.

Sementara itu, Kepala Bapperida Kabupaten Samosir, Rajoki Simarmata, memaparkan bahwa konsep penataan Desa Sabulan telah disusun secara terintegrasi dengan mengedepankan pemanfaatan potensi lokal. Pengembangan tersebut diarahkan pada penguatan budaya dan seni lokal, pemanfaatan kekayaan alam dan pariwisata, pengembangan produk kerajinan dan industri kreatif, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pengembangan keterampilan masyarakat.

Selain itu, pembangunan infrastruktur dan pemanfaatan teknologi juga menjadi bagian dari rencana pengembangan kawasan. Pendekatan terintegrasi ini diharapkan mampu menciptakan keterkaitan antara sektor pariwisata, pertanian, budaya, dan ekonomi kreatif sehingga berbagai potensi desa dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan.

Dalam konsep pengembangannya, Desa Sabulan juga diposisikan sebagai salah satu pintu gerbang kawasan, baik melalui jalur darat maupun jalur Danau Toba. Posisi tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan pusat aktivitas wisata yang terhubung dengan berbagai potensi unggulan desa.

Pengembangan kawasan nantinya dapat diintegrasikan dengan penyediaan sentra kuliner, gerai suvenir, serta ruang pertunjukan seni dan budaya. Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat memberikan ruang bagi masyarakat untuk memperkenalkan produk lokal, menampilkan kesenian tradisional, serta menawarkan pengalaman wisata yang lebih beragam kepada pengunjung.

Potensi makanan khas tradisional Batak dan industri rumah tangga yang memproduksi alat musik tradisional maupun berbagai produk makanan lokal juga menjadi bagian penting dari kekuatan ekonomi kreatif masyarakat Desa Sabulan. Apabila dikembangkan secara terarah, potensi tersebut dapat membuka peluang usaha baru, meningkatkan nilai jual produk lokal, serta memperluas kesempatan kerja bagi warga.

Dalam proposal yang diajukan, sejumlah rencana pembangunan dan penataan kawasan telah disusun untuk mendukung pengembangan Desa Sabulan sebagai Kampung Kreatif Sumut Berkah. Usulan tersebut meliputi penataan kawasan persawahan terasering Sabulan agar menjadi bagian dari daya tarik wisata berbasis alam dan pertanian, pembangunan tempat istirahat atau rest area beserta gerai UMKM, serta penataan objek wisata Sipatungan.

Selain itu, proposal tersebut mencakup penataan kawasan parkir untuk mendukung kenyamanan pengunjung, penataan situs-situs budaya sebagai bagian dari pelestarian sejarah, penyediaan sumber air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, serta pembangunan dan peningkatan jalan antar dusun guna memperlancar aksesibilitas di dalam kawasan desa.

Rencana pembangunan lainnya meliputi pengembangan jaringan irigasi pertanian untuk mendukung produktivitas sektor pertanian masyarakat, serta peningkatan kualitas rumah tidak layak huni sebagai bagian dari upaya memperbaiki kondisi permukiman dan meningkatkan kualitas hidup warga.

Untuk mendukung kelestarian lingkungan dan keberlanjutan kawasan, pemerintah juga mengusulkan pengadaan bibit tanaman buah. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu menjaga ekosistem lingkungan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat dalam jangka panjang.

Seluruh konsep pengembangan tersebut telah dilengkapi dengan Detail Engineering Design (DED) dan Master Plan sebagai dokumen perencanaan teknis dan penataan kawasan. Total nilai proposal yang diajukan untuk pengembangan Desa Sabulan sebagai Kampung Kreatif Sumut Berkah mencapai Rp50 miliar.

Melalui program Kampung Kreatif Sumut Berkah, Desa Sabulan tidak hanya diproyeksikan menjadi kawasan yang lebih tertata dari sisi fisik dan infrastruktur. Lebih dari itu, pengembangan desa diarahkan untuk mempertemukan sejarah dan budaya dengan pariwisata, menghubungkan sektor pertanian dengan ekonomi kreatif, serta menyelaraskan pembangunan infrastruktur dengan pemberdayaan masyarakat.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu menjadikan masyarakat sebagai bagian utama dalam proses pembangunan, mulai dari menjaga kelestarian situs sejarah dan budaya, mengembangkan produk unggulan lokal, hingga mengelola peluang usaha yang tumbuh seiring dengan meningkatnya aktivitas pariwisata.

Dengan dukungan pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, pemerintah desa, lembaga adat, dan seluruh elemen masyarakat, Desa Sabulan diharapkan mampu mengoptimalkan kekayaan lokal yang selama ini menjadi bagian dari identitas desa menjadi kekuatan baru untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, mengembangkan pariwisata, melestarikan warisan budaya, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (Rokki.P)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update