-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Deli Serdang Kembangkan Sport Center Jadi Kawasan Pertanian Terpadu dan Agrowisata

Rabu, 03 Juni 2026 | Juni 03, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-03T07:26:46Z

Wakil Bupati, Lom Lom Suwondo SS meninjau kawasan lahan Sport Center Sumatera Utara yang akan dikembangkan sebagai kawasan pertanian terpadu dan agro wisata industri pertanian, Selasa (26/5/2026).


Deli Serdang, Mediareportasenews.com

Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo SS, meninjau kawasan lahan Sport Center Sumatera Utara yang direncanakan akan dikembangkan menjadi kawasan pertanian terpadu sekaligus agro wisata industri pertanian, Selasa (26/5/2026).

Kawasan seluas sekitar 140 hektare yang merupakan aset Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tersebut nantinya akan dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Deli Serdang melalui skema pinjam pakai. Pengembangan kawasan ini menjadi bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan daerah sekaligus menjaga stabilitas harga berbagai komoditas pangan strategis di tengah masyarakat.

Melalui konsep pertanian modern yang terintegrasi dengan sektor wisata, kawasan tersebut direncanakan menjadi sentra pengembangan berbagai komoditas unggulan, seperti padi, cabai, bawang, serta berbagai jenis sayur-mayur. Selain mendukung produksi pangan, kawasan ini juga diharapkan dapat menjadi destinasi edukasi dan wisata berbasis pertanian yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah.

Dalam peninjauan tersebut, Wakil Bupati menegaskan bahwa pengelolaan kawasan akan dilakukan secara terstruktur dan berada di bawah koordinasi pemerintah daerah agar pemanfaatannya dapat berjalan lebih optimal serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Mulai hari ini, yang baru menanam akan kami tertibkan. Kalau yang sudah mau panen, kita beri kesempatan untuk diselesaikan,” tegasnya.

Lom Lom menjelaskan, penataan kawasan dilakukan untuk memastikan seluruh aktivitas pertanian berjalan sesuai perencanaan yang telah disusun pemerintah. Meski demikian, masyarakat sekitar tetap diberikan kesempatan untuk berpartisipasi dalam pengembangan kawasan tersebut, baik sebagai tenaga kerja maupun sebagai bagian dari aktivitas pertanian yang akan dikelola secara terpadu.

“Kita ingin kawasan ini menjadi agro wisata industri pertanian yang tertata dan produktif. Masyarakat tetap bisa ikut bekerja sama dengan pengelola,” terangnya.

Dalam dialog yang berlangsung bersama warga, sejumlah penggarap lahan menyampaikan harapan agar pemerintah turut memperhatikan kondisi mereka yang selama ini menggantungkan penghasilan dari aktivitas pertanian di kawasan tersebut. Mereka mengaku telah mengeluarkan berbagai biaya untuk pembelian bibit, pengolahan lahan, serta kebutuhan operasional pertanian lainnya.

Menanggapi aspirasi tersebut, Wakil Bupati menyatakan bahwa pemerintah akan melakukan pendataan secara menyeluruh terhadap para penggarap serta mempertimbangkan biaya yang telah mereka keluarkan, terutama bagi lahan yang tanamannya belum memasuki masa panen.

“Biaya bibit maupun pengolahan akan kita lihat dan kita perhatikan. Tapi ke depan, pengelolaan kawasan ini dilakukan oleh Pemkab,” katanya.

Ia juga meminta seluruh pihak terkait, termasuk penyuluh pertanian lapangan (PPL) dan calon pengelola kawasan, untuk segera melakukan pendataan dan penataan aktivitas pertanian secara menyeluruh guna mendukung proses pengembangan kawasan sesuai dengan konsep yang telah direncanakan.

Pemerintah Kabupaten Deli Serdang berharap pengembangan kawasan pertanian terpadu dan agro wisata industri pertanian tersebut dapat menjadi salah satu model pengelolaan pertanian modern yang mampu meningkatkan produktivitas, memperkuat ketahanan pangan, membuka lapangan kerja, serta memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat. (DISKOMINFOSTAN DELI SERDANG)

Editor : Samsul

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update