-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Hadiri Rakornas Kementan, Bupati Tapanuli Utara Usulkan Penguatan Irigasi

Rabu, 22 April 2026 | April 22, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-22T06:12:38Z



Tapanuli Utara, Mediareportasenews.com

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara proaktif melakukan langkah mitigasi untuk mengantisipasi ancaman musim kemarau ekstrem tahun 2026. Hal tersebut ditegaskan Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., saat mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Antisipasi Musim Kemarau yang dipimpin oleh Andi Amran Sulaiman di Kantor Pusat Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Jakarta, Senin (20/04/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Bupati didampingi Plt. Kepala Dinas Pertanian Viktor Siagian serta Kepala Dinas Ketahanan Pangan SEY Pasaribu. Rakornas ini mempertemukan kepala daerah dari seluruh Indonesia bersama jajaran pemerintah pusat dan pemangku kepentingan sektor pertanian guna membahas langkah antisipatif terhadap potensi kekeringan ekstrem yang diprediksi terjadi tahun 2026.




Bupati Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat menyampaikan bahwa partisipasi Kabupaten Tapanuli Utara dalam forum nasional tersebut sangat penting untuk menyelaraskan kebijakan daerah dengan strategi nasional, khususnya dalam menjaga produksi pangan di tengah ancaman perubahan iklim.

"Pemerintah Kabupaten berkomitmen menyelaraskan langkah dengan pemerintah pusat demi mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan, meski dihadapkan pada tantangan musim kemarau," ujar Bupati.




Dalam Rakornas tersebut, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara juga menyampaikan sejumlah usulan teknis kepada Kementerian Pertanian sebagai langkah konkret mitigasi kekeringan. Usulan tersebut meliputi pembangunan infrastruktur air berupa irigasi perpompaan dan irigasi tersier untuk mendukung keberlangsungan sektor pertanian.

Menurut Bupati, penguatan sistem irigasi, optimalisasi lahan, serta penerapan teknologi adaptif menjadi kunci utama agar sektor pertanian tetap produktif saat curah hujan menurun. Melalui pembangunan irigasi perpompaan dan tersier, distribusi air ke lahan pertanian diharapkan dapat terjaga secara stabil dan merata.




Dengan keterlibatan aktif dalam forum nasional tersebut, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara menargetkan tersusunnya skema antisipasi yang lebih terukur dan sistematis. Langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas ketahanan pangan daerah sekaligus melindungi kesejahteraan petani selama menghadapi musim kemarau ekstrem tahun 2026. (Rokki.P)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update