-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

‎Bupati JTP Hutabarat: Perempuan Adalah Fondasi Keberhasilan Keluarga dan Pembangunan

Selasa, 28 April 2026 | April 28, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-28T07:53:02Z




Tapanuli Utara, Mediareportasenews.com
Bupati Tapanuli Utara, Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, menghadiri puncak peringatan Hari Kartini ke-147 tingkat Kabupaten Tapanuli Utara yang digelar di Sopo Partungkoan Tarutung, Selasa (28/4/2026). Peringatan tahun ini mengusung tema “Kartini masa kini berdaya dan berkarya menuju Indonesia Emas 2045” sebagai bagian dari upaya penguatan hak perempuan serta perlindungan terhadap anak.

Acara diawali dengan aksi simbolis di Menara Lonceng Tarutung berupa pelepasan balon bertuliskan “Stop Kekerasan kepada Perempuan dan Anak”. Ketua TP PKK Kabupaten Tapanuli Utara, Ny. Neny Angelina JTP Hutabarat, didampingi Staf Ahli TP PKK Ny. Lisa Deni Lumbantoruan, memimpin kegiatan jalan santai menuju lokasi acara sambil membagikan leaflet edukatif kepada masyarakat.




Dalam arahannya, Bupati JTP Hutabarat menegaskan bahwa peran perempuan, khususnya ibu, merupakan fondasi utama dalam keberhasilan keluarga. Ia juga menyoroti pentingnya kesetaraan gender dalam pengambilan kebijakan, di mana perpaduan logika dan empati perempuan dinilai mampu menghasilkan keputusan yang lebih berkeadilan.

“Peringatan Hari Kartini bukan sekadar seremonial, tetapi momentum untuk memperkuat komitmen terhadap perjuangan hak perempuan dan anak. Kami mendorong masyarakat untuk berani melapor jika terjadi kekerasan. Jangan lagi menganggapnya sebagai aib,” tegasnya.

Bupati juga menginstruksikan seluruh perangkat daerah, mulai dari sektor sosial, kesehatan, hingga pendidikan, untuk memperkuat kolaborasi dalam menghapus praktik pernikahan dini serta menciptakan lingkungan yang ramah anak.




Senada dengan itu, Ketua TP PKK Ny. Neny Angelina JTP Hutabarat menyampaikan bahwa meningkatnya jumlah laporan kasus kekerasan menunjukkan tumbuhnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan pengaduan yang disediakan pemerintah.

“Kita tidak boleh melakukan pembiaran. Diam berarti membiarkan kekerasan terus terjadi. Lingkungan keluarga harus menjadi tempat paling aman bagi perempuan dan anak,” ujarnya.

Plt. Kepala Dinas Sosial PPPA Bontor Hutasoit melaporkan bahwa rangkaian kegiatan juga diisi dengan penandatanganan komitmen pencegahan kekerasan, penyerahan bantuan sosial bagi perempuan penyandang disabilitas, serta sosialisasi lintas sektor terkait pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), perlindungan perempuan dan anak, peran agama, hingga edukasi kesehatan seperti kanker serviks. Selain itu, digelar pula workshop merangkai bunga sebagai bentuk pemberdayaan kreativitas perempuan.




Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Tapanuli Utara, pimpinan perangkat daerah, organisasi perempuan, serta berbagai unsur masyarakat. Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kebijakan dan layanan terpadu demi mewujudkan daerah yang maju, berbudaya, berkelanjutan, serta bebas dari segala bentuk kekerasan. (Rokki.P)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update