
Bupati Tulungagung gatut Sunu Wibowo mencoba menaiki becak Listrik saat menyalurkan bantuan becak Listrik beberapa waktu yang lalu
Tulungagung, Mediareportasenews.com
Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo berupaya menghadirkan bantuan becak listrik bagi para tukang becak di Kabupaten Tulungagung sebagai bagian dari langkah mendorong ekonomi lokal sekaligus mendukung pengembangan sektor pariwisata. Bantuan tersebut merupakan program dari Presiden Prabowo yang disalurkan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN).
Upaya tersebut dilakukan setelah Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo, SE., ME., menemui Wakil Ketua Umum Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional, Nanik S. Deyang di Lumajang saat acara peluncuran penyerahan 100 becak listrik kepada para tukang becak di daerah tersebut beberapa waktu lalu. Dari program tersebut, Kabupaten Tulungagung mendapatkan alokasi sekitar 200 unit becak listrik yang selanjutnya telah disalurkan kepada para tukang becak di wilayah Tulungagung.
Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo mengatakan, berdasarkan data awal terdapat sekitar 600 tukang becak di Tulungagung, namun jumlah riilnya diperkirakan bisa mencapai sekitar 1.000 orang. Dari proses seleksi yang dilakukan, ditetapkan sebanyak 200 orang sebagai penerima bantuan becak listrik dari Presiden.
Bantuan 200 unit becak listrik tersebut telah diterima Pemerintah Kabupaten Tulungagung melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional. Sebelum kendaraan diserahkan, para penerima juga mendapatkan sosialisasi terkait cara penggunaan serta perawatan becak listrik agar dapat dimanfaatkan secara optimal.
Tidak semua tukang becak dapat menerima bantuan tersebut karena terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi. Salah satunya adalah penerima harus berusia minimal 60 tahun serta termasuk dalam kategori masyarakat desil 1 dan desil 2 atau kelompok ekonomi terbawah.
Di Jawa Timur sendiri, total bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo mencapai sekitar 8.000 unit. Dari jumlah tersebut, Kabupaten Tulungagung memperoleh jatah 200 unit. Mayoritas penerima bantuan berasal dari kawasan perkotaan, seperti tukang becak yang biasa mangkal di sekitar stasiun maupun terminal.
Pemerintah daerah juga melihat potensi becak listrik sebagai bagian dari ekosistem pariwisata daerah. Dengan pengelolaan yang terarah dan terintegrasi, becak listrik diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan wisata sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi para penerimanya.
Program becak listrik ini disebut sebagai bantuan murni dari dana pribadi Presiden Prabowo sebagai bentuk perhatian kepada masyarakat, khususnya para lansia yang masih bekerja sebagai tukang becak. Melalui program tersebut diharapkan beban kerja mereka dapat berkurang sekaligus memberikan peluang peningkatan pendapatan.
Keberhasilan program becak listrik, menurut pemerintah daerah, tidak hanya diukur dari jumlah unit yang disalurkan, tetapi juga dari konsistensi pemanfaatannya serta dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Tulungagung berharap setiap becak listrik yang telah diterima dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk menggerakkan ekonomi lokal sekaligus membantu meringankan kehidupan para tukang becak di Tulungagung. (Dok/Bappeda/HRp)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar